SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Lula Serahkan Diri ke Kepolisian Brasil

  • Reporter:
  • Selasa, 10 April 2018 | 15:09
  • Dibaca : 108 kali
Lula Serahkan Diri ke Kepolisian Brasil

SAO BERNARDO DO CAMPO – Mantan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyerahkan diri ke kepolisian pada Sabtu (7/4) waktu setempat.

Penyerahan diri itu meng – akhiri sehari penuh kebuntuan untuk mulai menjalani hu kum – an penjara 12 tahun dalam kasus korupsi. Kasus ini pun mem buat Lula terganjal dari upa yanya kembali berkuasa di Brasil. Lula digiring kepolisian ke Kota Curitiba, tempat dia diadili dan divonis tahun lalu. Dia ke – mu dian dibawa ke kantor pusat kepolisian federal untuk men ja – lani hukumannya. Para demonstran pen du – kung Lula bentrok dengan ke – po lisian di luar dinding gedung ke polisian federal. Para petugas menembakkan granat kejut, gas air mata, dan peluru karet un tuk membubarkan massa pendukung Lula.

Saat pidato beberapa jam se – belumnya di depan para pen du – kung partainya di luar gedung serikat buruh Sao Paulo, Lula menegaskan dirinya tidak ber – sa lah. Presiden pertama dari ke – las pekerja itu pun menyebut vonis pengadilan itu me ru pa – kan kejahatan politik. Meski de – mikian, Lula bersedia me nye – rah kan diri ke aparat. “Saya akan mematuhi atur – an. Saya tidak berada di atas hu – kum. Jika saya tidak yakin pada hukum, saya tidak akan me mu – lai partai politik. Saya akan me – mulai revolusi,” papar Lula. Lula juga menghadapi enam pengadilan lain atas tuduhan korupsi.

Penyerahan diri Lula itu mengakhiri kebuntuan an – ta ra pihak kepolisian dan para pendukung mantan presiden itu. Lula masuk ke dalam konvoi mobil SUV kepolisian berwarna hi tam setelah keluar dari ge – dung serikat pekerja logam tem pat dia tinggal untuk meng – hin dari penangkapan. Dia ma – suk tahanan kepolisian lebih dari 24 jam setelah batas waktu yang ditetapkan pengadilan pa – da Jumat (6/4) siang. Para pengamat menyata – kan, penahanan Lula akan mem buat pertarungan pemilu didominasi para calon dari kubu sayap tengah. Lula merupakan tokoh politik paling ber pe nga – ruh di Brasil dan diunggulkan da lam pemilu presiden tahun ini. Penahanan Lula juga meng – akhiri era sayap kiri di Brasil saat karier politik Lula dimulai em – pat dekade lalu sebagai peng ga – lang serikat buruh.

Para pendukung Lula ber – kum pul di gedung serikat buruh untuk menghalangi kepolisian yang hendak membawa Lula ke penjara. Kondisi ini memicu ke – khawatiran terjadinya bentrok berdarah antarkedua pihak. Awalnya para pendu kung – nya menghalangi upaya perta – ma Lula meninggalkan gedung serikat buruh pada Sabtu (7/4) siang. Ketua Partai Pekerja Gleisi Hoffmann pun meminta para pendukungnya mem biar – kan Lula keluar. Lula divonis bersalah ka – rena menerima suap, ter ma – suk re no vasi apartemen ping – gir laut se tinggi tiga lantai. Lula me nyang kal memiliki apar temen yang diberikan perusahaan engi neering se ba – gai imbalan atas upayanya mem bantu me me nangkan kontrak publik.

“Saya satu-satunya orang yang didakwa atas apartemen yang bukan milik saya,” tegas Lula sambil berdiri di atas truk dengan pengeras suara bersama mantan Presiden Brasil Dilma Rousseff yang dimakzulkan dan para pemimpin partai sayap kiri lainnya. Mahkamah Agung (MA) me – nolak banding yang diajukan tim pengacara Lula. Kuasa hu – kum Lula akan terus berupaya melalui jalur hukum untuk membebaskan kliennya. Sesuai dengan Undang- Undang (UU) Pemilu Brasil, se – orang kandidat presiden di la – rang mencalonkan diri setelah dinyatakan bersalah dalam satu kejahatan. Pengecualian langka pernah ada di masa lalu dan ke – pu tusan akhir akan dibuat oleh pengadilan pemilu jika dan saat Lula secara resmi mengajukan dokumen sebagai calon pre – siden.

Serikat buruh yang dipimpin Lula menjadi batu loncatan ka – rier politiknya pada akhir 1970- an dengan memimpin mogok kerja nasional yang membantu mengakhiri tumbangnya ke – dik tatoran militer Brasil yang telah berlangsung sejak 1964 hingga 1985. Gaya dan cara pidatonya yang memukau massa mem – buat Lula dua periode menjadi presiden, dari 2003 hingga 2011, saat dia memimpin Brasil mengalami pertumbuhan eko – nomi pesat dan mengatasi ke – sen jangan sosial dengan naik – nya harga komoditas.

“Mereka yang mengecam saya tanpa bukti tahu bahwa saya tidak bersalah dan saya memerintah dengan jujur. Mereka yang mengadili saya dapat mela kukan apa yang mereka inginkan krpada saya, tapi mereka tidak akan pernah bisa me menjarakan mimpi-mimpi kita,” papar Lula.

Syarifudin

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com