SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mabes Polri Sosialisasi Pemilu Damai

  • Reporter:
  • Senin, 15 Oktober 2018 | 13:06
  • Dibaca : 73 kali
Mabes Polri Sosialisasi Pemilu Damai
Wadir Kamneg Intelkam Mabes Polri Kombes Dedy Djunaedy (baju putih) menyerahkan paket bahan pokok di sela-sela Deklarasi Pemilu Damai bersama yayasan agama dan pondok pesantren di Hang FM, Sabtu (13/10) pagi. /romi kurniawan

BATAM – Mabes Polri bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam menggelar Deklarasi Pemilu damai dengan yayasan dan pondok pesantren di kantor Hang FM, Batam Center, Sabtu (13/10) pagi. Deklarasi damai menjadi langkah preventif penyejuk suasana.

Deklarasi damai Pemilu 2019 dihadiri Wadir Kamneg Intelkam Mabes Polri, Kombes Dedy Djunaedy, Ketua Kemenag Batam Eizal Abdullah, dan ketua yayasan agama dan pondok pesantren se-Kota Batam. Selain deklarasi, penyelenggar juga membagikan 800 paket bahan pokok gratis kepada masyarakat.

Yayasan dan pondok pesantren yang hadir di antaranya, Yayasan aL Qayyim, Hang Media, Yayasan Anak Sholeh Kepri, Pondok Pesantren Jabal Uhud Tiban, Yayasan Utsman Bin Affan, Yayasan Abdullah Bin Umar, Yayasan Ponfok Pesantren Imam Safi’i, yayasan islam al-Kaffi Batam, yayasan Darussakinah.

Kombes Dedy Djunaedy mengatakan ini salah salah satu program pemerintah untuk memberikan pandangan kepada masyarakat agar paham mengenai dampak buruk ujaran kebencian, hoaks, maupun terorisme.

“Kegiatan deklarasi damai ini bukan hanya di Batam, tapi di seluruh daerah yang berpotensi memanas dalam Pemilu 2019,” kata dedy, Minggu (14/10).

Dedy menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memupuk persaudaraan antara sesama. Mulai dari alim ulama, Polri, pemerintah dan termasuk masyarakat. Pasalnya, keberhasilan pemilu sebelumnya adalah berkat sinergitas antarsemua stakeholders.

“Kami ingin mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif pada masa kampanye ini sampai pada pemilihan anggota legislatif maupun presiden tahun 2019 nantinya,” ujarnya.

Dengan adanya deklarasi damai ini bisa menjadi satu pondasi bagi terciptanya Pemilu 2019 damai dan tenteram tanpa ada perpecahan antar sesama. Pasalnya, banyaknya ujaran kebencian yang bertujuan untuk memecah belah menjadi hal yang sangat difokuskan Mabes Polri.

“Masyarakat jangan mudah terprovokasi berita hoaks ataupun ujaran-ujaran kebencian yang bisa mecah-belah tali persaudaraan antar sesama,” ungkap Dedy.

Lanjut Dedy, sekarang zaman sudah modern dengan perkembangan media sosial, jadi masyarakat harus benar benar berhati-hati dalam bertindak. Pasalnya, peredaran berita hoaks sangat mudah masuk ke jaringan media sosial untuk memecah belah pihak lain.

“Sekarang sudah ada Undang-undang IT, dimana penyebar kebencian atau hoaks akan dihukum,” katanya.

Kepala Kemenag Batam, Erizal Abdullah mendukung kegiatan yang digelar tim Mabes Polri dalam keamanan dan ketertiban jelang Pemilu 2019, dan meredam aksi yang akan memanaskan Pilpres dan Pileg.

Erizal menuturkan, dalam siaran radio maupun di dalam media sosial seharusnya tidak boleh membina orang yang sudah beragama, sehingga tidak terjadi perpecahan maupun kesalahan persepsi dalam keagamaan.

“Pastikan kita menjadi bagiaan dalam keamanan dalam negara Indonesia, dan saya mengajak semuanya mentaati perintah Allah,” ujarnya. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com