SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Madrid di Atas Normal

  • Reporter:
  • Jumat, 4 Mei 2018 | 15:07
  • Dibaca : 144 kali
Madrid di Atas Normal

MADRID –Sudahi saja kontroversinya. Sekuat apa pun protes yang dilakukan, tak akan mengubah fakta Real Madrid melangkah ke final Liga Champions setelah mengalahkan Bayern Muenchen dengan agregat 4-3 di Stadion Santiago Bernabeu.

Tak perlu juga mempersoalkan sikap para pemain Madrid yang melakukan selebrasi layaknya mereka sudah menjadi juara musim ini. Terutama saat mereka melakukan selebrasi dengan mengenakan kaus bertuliskan “a por la13”. Tulisan yang bermakna, “menuju ke-13”.

Angka 13 mengacu pada gelar yang bisa saja mereka koleksi jika bisa mengalahkan lawannya di final pada 26 Mei nanti di Stadion Olympic, Kiev. Realitasnya, mereka memang memiliki peluang itu. “Kami senang karena tidak normal bermain di final Liga Champions tiga tahun berturut-turut.

Sekarang, kami di sana dan kami harus mencoba memenangkannya,” kata Pelatih Madrid Zinedine Zidane, di situs resmi klub. Pencapaian Madrid di Liga Champions memang di atas normal. Lihat daftar rekor buku rekor di kompetisi paling elite antarklub Eropa tersebut maka akan ditemukan banyak alasan kenapa mereka pantas arogan.

Paling banyak diketahui tentu saja daftar gelar yang dikoleksi tim Ibu Kota Spanyol tersebut, yaitu 12 gelar. Jumlah tersebut didapatkan dari 15 kali kesempatan tampil di final. Artinya, hanya ada tiga tim yang bisa menghentikan laju Los Blancos ketika di final: Benfica, Inter Milan, dan Liverpool.

Madrid menjadi tim pertama yang bisa meraih gelar lima kali beruntun. Hasil yang mustahil diulangi di era milenial sekarang ini. Pasukan Zidane juga menjadi klub pertama yang memutus kutukan back to back gelar di era Liga Champions. Sejarahnya tidak pernah ada tim yang bisa mempertahankan trofi kuping besar sejak 1992/1993, sebelum Madrid melakukannya musim 2015/2016 dan 2016/2017.

Sekarang, mereka menjadi tim pertama di era baru yang tiga kali melangkah ke final secara beruntun. Dan, sejak abad ke-21, saat Madrid melangkah ke final, mereka tak pernah menelan kekalahan. Dimulai pada tahun 2000, 2002, 2014, 2016, dan terakhir 2017.

“Kami percaya pada apa yang kami lakukan dan optimistis bisa mempertahankan gelar di Kiev. Apa yang dilakukan para pe main luar biasa. Saya ingin berterima kasih kepada semua pendukung Madrid karena sangat luar biasa,” sebut Zidane. Kemenangan Madrid ditentukan lewat dua gol Karim Benzema pada menit ke-11 dan ke-46.

Dua gol ini menyelamatkan Madrid, karena sempat ter tinggal lewat gol cepat Joshua Kimmich pada me nit ketiga dan James Rodriguez (63). Pada leg per tama, Madrid unggul 2-1 saat pertandingan digelar di Fussball Arena, kandang Muenchen. “Ini ma lam sempurna untuk kami dan semua orang.

Di sini, saya bekerja sangat keras. Kadang berbuah manis, tak jarang juga gagal. Saya sangat menikmati pertandingan, dengan du kung an suporter dan seluruh tim,” ujar Benzema.

Kegagalan Muenchen membuat juara Bundesliga musim 2017/ 2018 ini gagal memburu target treble winner di bawah Pelatih Jupp Heynckes. “Tim saya menunjukkan semangat luar biasa dan mem – beri tekanan sejak awal. Tapi, hasil akhirnya tidak sesuai keingin an,” tandas Heynckes, di situs resmi Muenchen.

ma’ruf

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com