SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Maidilla Terancam Putus Sekolah

  • Reporter:
  • Kamis, 11 Juli 2019 | 10:31
  • Dibaca : 108 kali
Maidilla Terancam Putus Sekolah
ilustrasi

KARIMUN – Maidilla Nasywa (15) Siswi tamatan tahun 2019 Sekolah Dasar (SD) 007 Kelurahan Lubuk Semut Kecamatan Karimun Kabupaten Karimun harus mengurungkan niatnya untuk dapat melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi.

Pasalnya, Putri dari Isfadillah itu menjadi korban dari Peraturan Menteri nomor 51 tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Maidilla berusia 15 tahun pada bulan Mei, tak dapat mendaftar sebagai siswi SMP karena terkena pembatasan umur sesuai persyaratan yang tercantum di dalam Permendikbud Pasal 8 yang berisikan Persyaratan calon peserta didik baru kelas 7 (tujuh) SMP pada poin a. berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun pada tanggal 1 Juli tahun 2019.

Akibatnya, Maidilla saat ini merasakan frustasi dan sering mengatakan ingin kabur dari rumah. Bahkan, ia kerap pergi ke makam ibunya untuk melampiaskan kekecewaannya. Disana ia menangis hingga tertidur.

“Saya sudah daftarkan ke SMPN 1 Tebing, tetapi ditolak karena alasan umurnya sudah lewat,” kata Isfadillah ayah Maidilla Nasywa, Selasa (9/7).

Ia mengatakan, dirinya telah melakukan komunikasi dan diskusi perihal masalah dialami anaknya itu kepada Kepala Dinas Pendidikan Karimun, namun hal itu juga tidak mendapatkan solusi.

“Swasta juga menolak. Pak Kadis Pendidikan juga sudah saya temui beliau menyarankan agar anak tersebut ikut paket B,” katanya.

Dia mengaku heran dengan adanya peraturan tersebut, dirinya masih berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan tidak akan mengupayakan ke dinas Pendidikan Provinsi Kepri maupun pusat agar ada kebijakan terhadap anaknya. Dia yakin pusat akan mengerti jika pemerintah daerah memberikan penjelasan kepada terkait persoalan anaknya.

“Anak saya pernah tinggal kelas di saat kelas 4, sehingga umurnya 15 tahun. Tinggal kelas itu pada tahun 2016 dan 2017 sementara aturan itu diberlakukan baru-baru ini. Harusnya ada kebijakan karena terjadi pada tahun sebelumnya,” katanya.

Ia sangat berharap pemerintah daerah dan DPRD dapat membantu dirinya agar anaknya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Isfadillah sangat berharap pemerintah daerah, DPRD Karimun dan semua pihak dapat membantu dirinya agar anaknya dapat melanjutkan sekolah ke SMP seperti anak-anak lainnya

Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim saat dikonfirmasi terkait kejadian yang menimpa Maidilla tersebut mengatakan, pihaknya belum dapat berbuat apa-apa dan mengikuti Peraturan Menteri yang ada.

“Kita hanya menjalankan aturan dari pemerintah pusat, karena telah diatur di dalam juknis dari Kemendikbud. Kita mau memaksakan juga, apabila didata Dapodik ditolak akan sama saja, dampaknya nanti tidak dapat ikut ujian nasional,” katanya.

Kepada orang tua Maidilla Bakri menyarankan untuk dapat mendaftarkan anaknya di Madrasyah Tsanawiyah (MTs) atau ikut Paket B.

“Saya menyarankan untuk ke MTs, karena departemennya berbeda mungkin dapat diterima. Selain itu juga kita sarankan ikut Paket B, legalitas paket B itu kan sama saja,” katanya.

Ricky Robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com