SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mal Daya Tarik Wisatawan

  • Reporter:
  • Senin, 3 Desember 2018 | 10:40
  • Dibaca : 429 kali
Mal Daya Tarik Wisatawan
Artis ibukota Hedi Yunus menghibur pengunjung saat pembukaan Mall Botania 2 (MB2), Batam Centre, Minggu (2/11). f teguh prihatna

BATAM KOTA – Satu lagi pusat perbelanjaan hadir di Kota Batam. Berdiri di tengah kawasan padat penduduk di Batam Center, Mall Botania 2 (MB2) bisa menjadi tempat hiburan alternatif bagi masyarakat, dan daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Batam.

Meski belum 100 persen beroperasi, ribuan pengunjung terlihat sudah memadati mal yang baru dibuka sepekan tersebut. General Manajer MB2, Asep Darmajaya mengatakan, hadirnya mal baru menjawab permintaan dari masyarakat, khususnya di Batam Centre agar lebih cepat dan mudah mencari tempat hiburan. Karena itu, konsep dari mal ini tidak hanya sebagai pusat perbelanjaan saja, tapi juga banyak berbagai macam kuliner khas nusantara.

“Tingkat okupansi di MB2 sudah 85 persen, memang untuk sekarang masih sekitar 65 persen yang buka. Kami targetkan dua bulan ke depan buka sepenuhnya,” ujarnya pada acara soft opening MB2, Minggu (2/12).

Sedangkan untuk grand opening, pihaknya menargetkan akan dibuka pada awal April 2019 mendatang. Saat ini belum dibuka sepenuhnya karena ada beberapa fasilitas yang belum selesai. Kemudian juga ada beberapa tenant yang baru akan buka pada awal tahun 2019, seperti Hypermart, Ace Hardware, dan beberapa tenant lainnya.

Asep menjelaskan, MB2 juga dilengkapi beberapa fasilitas untuk memudahkan pengunjung mal, di antaranya tempat parkir yang sangat luas, musala, ruang menyusui, atrium pertunjukan dan fasilitas lainnya. Sehingga fasilitas-fasilitas ini nantinya bisa dimanfaatkan oleh para pengunjung.

“Kami juga bebaskan biaya parkir selama enam bulan ke depan. Soft opening ini memang ingin melihat seberapa antusias masyarakat, dan alhamdulillah sambutannya sangat luar biasanya,” jelasnya.

Menurut dia, MB2 tidak kalah jika dibandingan dengan mal yang sudah ada di Batam lainnya, karena juga dilengkapi dengan Cinemaxx yang resmi hadir sebagai tujuan hiburan ideal bagi pencinta film. Bioskop ini memiliki 5 layar yang akan memutar film-film lokal dan internasional dalam format digital 2D dan 3D.

“Saat ini masih promo diskon 99 persen dengan menggunakan kartu OVO, jadi kalau mau nonton bioskop bagi masyarakat Batam Centre sudah semakin dekat,” jelasnya.

Hadirnya MB2 disambut antusias masyarakat yang berbondong-bondong bersama keluarga. Hadirnya musisi ibu kota, Hedi Yunus juga turut memeriahkan acara soft opening mal yang terletak persia samping Universitas Batam (Uniba) ini.

Pengamat Ekonomi Batam Rafky Rasyid mengatakan, pemerintah diharapkan bisa memanfaatkan potensi pariwisata ini, salah satunya dengan banyaknya mal di Batam. Sehingga dengan semakin pusat perbelanjaan yang ada harus bisa dikemas sebaik mungkin untuk menjadi daya tarik tersendiri bagi wisman.

Keberadaan mal bermanfaat untuk sektor pariwisata. Dengan banyaknya pilihan tempat belanja, tentunya wisatawan akan semakin tertarik datang ke Batam. Namun diharapkan bisa membuka peluang bagi pengusaha atau investor mengembangkan usahanya dengan melihat potensi-potensi yang ada.

“Tapi harus diperhatikan juga tingkat kunjungan wisman dan juga pertumbuhan penduduk. Supaya persaingan mal yang ada tetap sehat. Jika terlalu banyak, maka dikhawatirkan akan ada yang tutup akibat kalah bersaing,” kata Rafky.

Pemerintah sebagai regulator sebaiknya juga mempertimbangkan hal ini sebelum memutuskan mengeluarkan izin. Banyaknya gedung mal yang tutup akhirnya menjadi gedung tua tidak terawat, dapat merusak estetika Kota Batam. Kemudian para pemilik mal, terutama yang sudah lama tentunya juga harus kreatif mengubah desain malnya.

Hal ini supaya tidak membosankan dan terlihat selalu tampil baru. Perawatan berkala juga tidak boleh diabaikan. Karena gedung mal yang tidak terawat akan membuat kesan yang kurang baik bagi pengunjung. Sehingga pengunjung jadi malas datang, sebab hadirnya mal baru sudah pasti akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

“Jadi harus diperhatikan, jangan sampai banyak yang buka mal baru, tapi mal yang lama tutup. Ini tidak baik, intinya harus kreatif,” jelasnya.

Kemudian tantangan lain yang harus diperhitungkan pihak pemilik mal adalah berkembangnya sistem belanja online di masyarakat. Biasanya barang di mal akan lebih mahal karena sewa tempat yang mahal dan juga gaji karyawan. Sementara penjual online tidak perlu sewa tempat dan bayar gaji karyawan penjaga toko.

“Trend belanja online ini terus meningkat secara signifikan. Tentunya ini akan menggerus bisnis yang ada di mal. Sehingga ini juga harus disikapi dengan baik,” kata Rafky.

ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com