SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Manfaatkan Hari Libur, Ingin Jadi Manajer Hotel

  • Reporter:
  • Jumat, 26 Mei 2017 | 11:03
  • Dibaca : 651 kali
Manfaatkan Hari Libur, Ingin Jadi Manajer Hotel
Tri Usnani (3 kanan) bersama wisudawati lain yang juga ART di Singapura di acara wisuda S1 UT, Hotel Goodway, Nagoya, Batam, Rabu (24/5). M ROFIK

Tri Usnani, ART yang Lulus Sarjana

BATAM – Menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebagai Asisten Rumah Tangga) ART) di Singapura, tak membuat Tri Usnani (30) pasrah dengan jalan hidupnya. Di sela-sela memasak, membersihkan rumah dan mengantar-jemput sekolah anak majikan, ia mampu menyelesaikan program pendidikan sarjana (S1).

Setiap hari, Tri mengisi hari-harinya dengan pekerjaan melelahkan. Ia harus bangun pagi-pagi untuk membereskan tugas, mulai dari memasak, mencuci, menyetrika, membersihkan rumah sampai antar-jemput sekolah anak majikan. Ia memulai aktivitasnya sejak pukul 03.30 hingga 23.30.

Meski disibukkan dengan pekerjaan, namun perempuan asal Mamuju, Lampung yang bekrja di Singapura sejak 2009 ini masih sempat memikirkan masa depannya. Ia sadar, pendidikan adalah salah satu kunci agar ia bisa memperbaiki tarah hidupnya. Ia pun memutuskan ikut program kuliah di Universitas Terbuka (UT), Kelompok Belajar (Pokjar) Singapura, di Sekolah Indonesia Singapura (SIS), Jalan Siglap Road Nomor 20A Singapura.

Tri memanfaatkan hari libur setiap hari Minggu untuk urusan kuliah. Jika pekerjaan rumahnya selesai, ia memanfaatkan waktu senggang untuk belajar. Ia mengaku banyak menimba ilmu dari internet.

“Teknologi sudah canggih, semua tersedia di internet. Yang penting ada kemauan,” katanya ditemui di acara wisuda Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT Batam, yang membawahi UT Pokjar Singapura, di Hotel Goodway, Nagoya, Batam, Rabu (24/5).

Tri adalah satu di antara 400 wisudawan/wisudawati yang mengikuti acara tersebut. Ia mengaku, menghabiskan 8 semester untuk dapat menjadi sarjana. Selain Tri, ada 9 rekannya sesama ART di Singapura yang diwisuda. Tri lulus sebagai sarjana Sastra Inggris bidang Penerjemahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.

Ia sangat bersyukur bisa menyelesaikan studi tersebut. Ia berharap, hidupnya tidak selamanya menjadi ART di di luar negeri.

“Saya ingin mengubah nasib, mencapai taraf hidup yang lebih baik,” katanya.

Tri memiliki target, tahun 2019 nanti, ia dapat memulai pekerjaan baru di bidang perhotelan atau sektor pariwisata lain. Mengingat kemampuan bahasa Inggrisnya yang sudah mumpuni, dan sertifikat sarjana di tangan, Tri membidik posisi manajer di hotel berbintang.

Untuk mendukung keinginan tersebut, Tri tidak setengah-setengah. Saat ini, ia juga tercatat sebagai mahasiswi di Academy of Languages and Business Management (ALBM) di Singapura, bidnag perhotelan dan pariwisata. Ia berharap ijazah dari ALBM itu akan mengantarkannya ke posisi tertinggi di bidang kepariwisataan.

“Kalau inginnya, saya ingin jadi manajer hotel atau resort. Tentu saja, saya harus memulai dari bawah, bisa dari housekeeping atau food and beverage. Itu tak masalah,” katanya penuh semangat.

Kegigihannya melanjutkan pendidikan, juga didorong harapan agar anaknya tak mengulangi langkahnya sebagai ART di negeri orang. Meski selama di Singapura ia mendapat gaji yang cukup besar, namun ia tetap ingin mendapat pengakuan lebih. Saat ini, dari pekerjaannya di Singapura, Tri mendapat gaji 700 dollar Singapura.

Sofia, pendamping wisudawati Pokjar UT Singapura mengatakan, 10 wisudawati yang diantarnya semua berprofesi sebagai ART. Mereka memanfaatkan sisa-sisa waktu kerjanya untuk belajar.

“Mereka tiap hari Minggu belajar, berkumpul, dan berdiskusi,” katanya.

Selain 10 orang yang baru lulus, saat ini masih ada ratusan mahasiswa yang menempuh studi di UT Pokjar Singapura. Dan hampir semuanya berprofesi sebagai ART.***

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com