SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mantan Direktur Bank Dituntut 7 Tahun Penjara

  • Reporter:
  • Rabu, 7 November 2018 | 14:42
  • Dibaca : 74 kali
Mantan Direktur Bank Dituntut 7 Tahun Penjara
ilustrasi

BATAM KOTA – Erlina, mantan Direktur BPR Agra Dhana dituntut dengan hukuman 7 tahun penjara dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (6/11) siang. Ia dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 49 UU Perbankan jo pasal 64 KUHP.

Dalam amar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosmalina Sembiring dan Samsul Sitinjak disebutkan, terdakwa telah mengambil dana milik BPR Agra Dhana dalam jumlah besar untuk kepentingan pribadi. “Menuntut agar majelis hakim yang menyidangkan perkara ini menjatuhkan hukuman penjara selama 7 tahun ditambah denda sebesar Rp10 miliar dengan ketentuan bila denda tidak dibayar maka diganti dengan hukuman kurungan badan selama 6 bulan,” kata JPU Samsul Sitinjak di hadapan majelis hakim Mangapul Manalu, Jasael dan Rozza El Afrina, kemarin.

Tuntutan disampaikan JPU setelah meyakini bahwa dakwaan terhadap terdakwa telah terbukti. Hal ini berdasarkan kesaksian para saksi, ahli dan juga barang bukti yang dihadirkan ke persidangan.

Salah satunya adalah ahli yang berasal dari OJK Provinsi Kepri. Pada persidangan sebelumnya, ahli yang melakukan audit khusus di BPR Agra Dhana ini mengaku bahwa pihak OJK telah melakukan audit di BPR Agra Dhana selama 5 hari kerja. Audit yang dilakukan berupa melakukan klarifikasi dan wawancara terhadap pegawai serta pemeriksaan dokumen untuk mencari informasi terkait transaksi yang berkaitan dengan Erlina.

“Hasil pemeriksaan disimpulkan ada indikasi penyimpangan ketentuan perbankan di BPR Agra Dhana,” kata ahli, saat itu.

Ahli menjabarkan, terdapat beberapa transaksi yang tidak sesuai dengan ketentuan seperti dana keluar yang tidak dicatatatkan dan lainnya. Ahli juga menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan diketahui bahwa Erlina telah mengambil uang BPR Agra Dhana senilai Rp2,1 miliar untuk kepentingan pribadi.

“Ditemukan juga transaksi BPR yang seharusnya ada uang masuk ke rekening milik BPR Agra Dhana senilai Rp275 juta namun faktanya yang masuk hanya Rp125 juta. Selisih Rp150 juga juga kami tanyakan kepada pihak BPR Agra Dhana dan diakui digunakan oleh terdakwa,” kata ahli.

Hasil pemeriksaan atau aduit tersebut, sambungnya, tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang dikeluarkan pada September 2017. Dan pihak OJK juga melakukan klairifikasi kepada Erlina pada Januari lalu dan kala itu terdakwa mengaku tidak ingat dengan rincian transaksi yang disampaikan OJK. aini lestari

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com