SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Masyarakat Batam Diimbau Tunda Berpergian ke Singapura

  • Reporter:
  • Selasa, 14 Mei 2019 | 13:46
  • Dibaca : 177 kali
Masyarakat Batam Diimbau Tunda Berpergian ke Singapura
IST.

BATAM – Masyarakat Kota Batam diimbau untuk tidak bepergian ke Singapura sementara waktu apabila tidak ada kepentingan yang mendesak. Hal ini menyusul ditemukannya penyakit cacar monyet di negara tetangga tersebut. Kantor Kesehatan Pelabuhan sendiri saat ini menurunkan tim di pintu masuk internasional sebagai salah satu langkah antisipasi virus cacar monyet masuk Batam

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan akan disiagakan alat pendeteksi panas tubuh. Apabila memang ada yang lolos dan terdeteksi, akan dirawat di ruang isolasi atau ruangan bertekanan sehingga udara bersama virus tak lolos ke luar. Ruang isolasi ini tersedia di RSUD Embung Fatimah dan Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam.

“Kalau tidak ada keperluan yang penting, sebaiknya tidak usah dulu ke Singapura. Sampai kondisi normal,” kata Didi, Senin (13/5).

Pihaknya juga telah mengimbau kepada Puskesmas, Rumah Sakit, untuk curiga, tingkatkan kewaspadaan secara umum. Bila cacar, demam, dicek lebih lanjut. Bisa di BTKL (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit) atau juga mengirimkan sampel ke Jakarta.

Dia menjelaskan cacar monyet ini berawal dari Afrika. Bisa masuk ke Singapura ketika ada peserta simposium asal Afrika yang datang ke negeri singa. Saat di hotel barulah timbul gejalanya. Gejala virus umumnya sama. Gejala cacar monyet ini juga seperti cacar umumnya. Demam, gangguan pernapasan, timbul bintik air juga. Yang bikin meninggal itu biasanya radang pernapasannya.

Penyebaran virus cacar ini menurutnya bisa dengan kontak langsung antar manusia. Oleh karena itu apabila ada penumpang kapal yang diduga terkena virus, maka seluruh penumpang kapal akan ikut dikarantina. Masa inkubasi penyakit ini antara 5-7 hari.

“Kalau dalam dua minggu tak muncul gejala maka artinya tak tertular. Karena virus ini juga tergantung pada daya tahan tubuh,” jelasnya.

Direktur RSBP Batam dr. Sigit Riyanto, meminta kepada masyarakat Kota Batam untuk tidak panik terhadap isu penularan cacar monyet atau dikenal dengan sebutan monkeypox virus. Karena virus tersebut relatif dapat segera diatasi bila segera ditangani. Pihaknya saat ini selalu berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengambil tindakan pencegahan penularan setelah sebelumnya dikabarkan ditemukannya satu kasus impor infeksi virus cacar monyet di Singapura.

“Saat ini belum ada pasien tersebut, BP Batam bersama kantor kesehatan pelabuhan, dinas kesehatan dan seluruh rumah sakit di Batam sudah berkoordinasi dengan baik untuk antisipasi penyebaran,” ujarnya.

Meskipun risiko penyebarannya rendah, pihaknya dalam hal ini RSBP Batam siap menerima apabila terdapat pasien terindikasi penyakit menular tersebut. RSBP kata dia sudah meyiapkan ruangan isolasi lengkap dengan peralatannya apabila ada pasien tersebut, bila ada orang lokal atau asing yang mengeluh panas tinggi, lemas dan muncul ruam pada kulit segera kirim ke RSBP Batam atau RSUD Embung Fatimah.

“Kita berharap dengan adanya isu tersebut tidak mengganggu aktivitas perekonomian dan investasi di Kota Batam yang semakin baik,” katanya.

ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com