SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Masyarakat Beli Properti untuk Ditinggali

  • Reporter:
  • Kamis, 5 April 2018 | 15:56
  • Dibaca : 327 kali
Masyarakat Beli Properti untuk Ditinggali

MINAT masyarakat terhadap sektor properti di Indonesia sebagian besar masih merupakan pemenuhan kebutuhan akan tempat tinggal.

Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1-2018 menunjukkan fakta tersebut bahwa calon pembeli properti lebih banyak dari kalangan yang hendak membeli rumah pertama mereka untuk ditinggali. Rumah.com sebagai pemimpin pasar properti online di Indonesia selalu mengambil peran aktif untuk mengetahui kondisi terkini industri properti di Indonesia.

Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1-2018 ini ditujukan untuk mengetahui respons pasar dari sisi permintaan, sekaligus untuk menciptakan transparansi informasi untuk konsumen.

Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1-2018 yang diselenggarakan Rumah.com bersama lembaga riset Intuit asal Singapura ini menunjukkan bahwa sebanyak 62% responden merupakan pencari rumah pertama dan upgrader , atau orang yang pindah ke rumah dengan kualitas yang lebih baik, bisa dari segi ukuran maupun lokasi.

Sementara itu, hanya 17% yang merupakan investor. Sisanya mencari properti untuk tempat usaha. Tujuan membeli properti ini berkaitan erat dengan usia dan penghasilan para respondens. Adapun responden milenial lebih banyak berada dalam kategori pembeli rumah pertama.

Sementara para investor berasal dari responden yang lebih berumur. Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan menyebutkan, biaya yang diperlukan untuk masuk ke pasar properti itu tinggi. Kebanyakan masyarakat Indonesia menempatkan alasan pertama untuk membeli rumah adalah sebagai tempat tinggal.

Inilah yang ada di benak para konsumen muda, yang rata-rata masih menata keuangannya. Seiring waktu, saat keuangan sudah lebih baik, konsumen mulai berpikir untuk berinvestasi. “Sentiment Index ini menunjukkan bahwa konsumen properti cukup positif melihat properti.

Sehingga meskipun Sentiment Index menunjukkan ketertarikan terhadap investasi tidak tinggi, perilaku pasar terhadap properti masih normal,” katanya. Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa kaum milenial muda berusia 20-29 tahun, yang berniat membeli rumah pertama sebanyak 69% dan hanya 12% yang berniat untuk investasi.

Sementara milenial tua (30- 39 tahun), 48% mencari rumah pertamanya dan 21% berniat untuk investasi. Investor properti paling banyak berasal dari golongan usia di atas 49 tahun, yakni sebesar 33%. Hanya 16% yang masih akan membeli rumah pertamanya.

Sementara jika dilihat dari penghasilannya, 59% responden berpenghasilan di bawah Rp7 juta, berniat membeli rumah pertama mereka dan 12% berniat investasi. Dari kalangan berpenghasilan menengah (Rp7 juta-Rp15 juta), 47% masih mencari rumah pertama, sedangkan 23% sudah berani untuk berinvestasi.

Dari kalangan berpenghasilan tinggi (di atas Rp15 juta), sebesar 47% berniat berinvestasi di bidang properti. Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengemukakan, perilaku investasi masyarakat masih dipengaruhi kondisi nasional, terutama situasi politik menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak.

Kondisi ekonomi makro saat ini stabil meski cenderung flat. Arah kebijakan suku bunga masih stabil, tetapi ruang penurunannya masih terbatas. Namun demikian, stabilitas tersebut mengindikasikan ada harapan untuk menjadi lebih baik. “Konsumen properti, terutama dari kalangan investor, masih dalam posisi wait and see.

Mereka menunggu situasi politik dan kondisi ekonomi makro. Masyarakat lebih memilih untuk menabung ketimbang investasi. Sedangkan permintaan hunian saat ini lebih banyak berasal dari hunian sedang, ukuran luas 22 hingga 70 meter persegi.

Permintaan ini lebih banyak dari kalangan pembeli yang memang benarbenar sedang membutuhkan rumah untuk ditinggali,” ujarnya. Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan bahwa dinamika pasar properti nasional berdasarkan data Rumah.com Property Index menunjukkan optimisme yang tinggi.

Index saat ini bahkan menjadi yang tertinggi selama dua tahun terakhir. “Properti adalah salah satu instrumen investasi dengan risiko rendah dan keuntungan yang menjanjikan, khususnya di Indonesia,” ujar Marine. Data Rumah.com Property Index ini diklaim memiliki akurasi data yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia.

Karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Secara kuartalan, index harga properti naik 2,6% pada kuartal pertama (Q1) 2018 dibanding Q4 2017. Sementara itu, secara tahunan, index harga properti naik 4,5% pada Q1 2018 dibanding Q1 2017.

Prediksi bonus demografi, menggelembungnya penduduk usia produktif, yakni 15-64 tahun hingga tahun 2030 nanti bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam pasar properti. “ Usia target pasar properti berada di dalam rentang usia produktif ini,” kata Marine.

rendra hanggara

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com