SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mayat Mr X Warga Batuaji

  • Reporter:
  • Senin, 11 Maret 2019 | 16:14
  • Dibaca : 291 kali
Mayat Mr X Warga Batuaji
Petugas Satreskrim Polresta Barelang menggelar olah TKP penemuan mayat pria di hutan di pinggir Jalan Sudirman, tepatnya di depan Perumahan Tiban Permai, Sekupang, Rabu (27/2) lalu. f romi kurniawan

BATAM KOTA – Jajaran Satreskrim Polresta Barelang akhirnya mengungkap identitas mayat Mr X dalam hutan di pinggir Jalan Sudirman, tepatnya di depan Perumahan Tiban Permai, Sekupang, Rabu (27/2) lalu. Pria yang tewas dengan kondisi tangan terikat tersebut berinisial RFH (43) dan merupakan warga Batuaji.

Terungkapnya inisial mayat yang diduga kuat korban pembunuhan ini berawal dari informasi masyarakat dari call center Satreskrim Polresta Barelang, karena ada pihak keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, kasus penemuan mayat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. “Kami baru dapat informasi dari masyarakat, nanti kami akan konfirmasi lagi jika sudah pasti,” ujarnya, Minggu (10/3).

Ia menjelaskan, informasi masyarakat sangat dibutuhkan pihak kepolisian dalam mengungkap kasus, baik itu pembunuhan maupun tindak kriminalitas lainnya. “Dalam waktu dekat, kami pasti akan mengungkap kasus ini,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Sesosok mayat pria tanpa busana ditemukan membusuk dalam hutan di pinggir Jalan Sudirman, tepatnya di depan Perumahan Tiban Permai, Sekupang, Rabu (27/2) sekira pukul 16.00. Mayat ditemukan dalam posisi terlentang dengan tangan terikat tali.

Mayat pria tanpa identitas ditemukan oleh pekerja pengali kabel di sekitar tempat kejadian saat hendak buang air kecil. Tanpa sengaja ketiga pekerja tersebut melihat ada sesosok mayat tanpa busana. Melihat mayat yang sudah mengeluarkan bau tak sedap, pekerja itu melaporkan temuan ke Polsek Sekupang.

Kabid Dokkes Polda Kepri Kombes Pol Djarot Wibowo mengatakan, berdasarkan hasil autopsi Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri di Nongsa menyebutkan ada beberapa luka yang diakibatkan oleh benturan benda tumpul di tubuh korban.

Pukulan benda tumpul bertubi-tubi menjadi penyebab kematian korban. “Penyebabnya ada kekerasan tumpul yang mengakibatkan patah tulang tengkorak pada sisi kiri ukurannya panjang 9 cm dan lebar 2 cm dengan bentuk patahan tidak teratur dan tajam,” ujarnya, Kamis (28/2) lalu.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com