SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Menaruh Asa di Pundak Legislator Baru

  • Reporter:
  • Kamis, 29 Agustus 2019 | 15:19
  • Dibaca : 108 kali
Menaruh Asa di Pundak Legislator Baru
Kantor DPRD Kota Batam F DOK SINDO BATAM

BATAM – Anggota DPRD Batam dan Karimun hasil Pemilu 2019 dilantik Kamis (29/8). Banyak harapan ditaruh di pundah legislator baru yang didominasi wajah-wajah baru itu.

50 anggota dewan itu akan dilantik hari ini di Gedung DPRD Batam, Batam Centre. Mereka sejak pelantikan sudah menerima fasilitas negara salah satunya pin emas 23 karat seberat 10 gram.

Dari total 50 anggota dewan, sebanyak 26 di antaranya adalah wajah baru di parlemen. Selebihnya wajah lama atau sebanyak 24 orang.
Wakil perempuan di DPRD Batam tetap saja sebanyak empat kursi. Tiga wajah baru dan satu wajah lama. Siti Nurlailah yang diusung Partai Keadilan Sejahtera terpilih lagi. Sedang wajah baru yakni Asnawati Atiq (Nasdem), Rubina Situmorang (Hanura) dan Nina Mellanie (Golkar). Tiga nama dari dapil yang sama yakni Asnawati, Rubina dan Siti. Mereka terpilih lewat dapil Batam 2 Bengkong-Batuampar. Nina Melannie dari dapil Batam 6 Sekupang-Belakangpadang.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam Rafky Rasyid menyatakan kalangan pengusaha mempunyai asa kepada anggota DPRD Batam yang baru lebih memahami dunia bisnis, investasi dan segala macam persoalannya. Apindo berharap pula anggota DPRD yang baru dapat menjadi agen memasarkan Batam kepada investor luar negeri maupun dalam negeri.

Terlebih tantangan Batam terbilang berat karena sedang dihadapkan perlambatan ekonomi yang terjadi beberapa tahun belakangan. Kondisi itu diikuti tutupnya dua perusahaan besar yang menyebabkan terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Anggota DPRD yang baru kami harapkan mampu mencari akar masalahnya dan memberikan solusi pemecahannya,” tutur Rafky yang juga menyampaikan selamat kepada anggota DPRD yang dilantik, kemarin.

Dia menambahkan anggota DPRD yang baru hendaknya bekerja dengan sepenuh hati melayani masyarakat Batam. Legislator diharapkan juga mampu menghasilkan perda yang berkualias yang dapat mendorong perekonomian dan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik. “Jika di periode yang lalu masih sering kita dengar anggota DPRD yang bolos ketika sidang, maka mudah-mudahan anggota yang baru ini tidak ada lagi yang begitu,” ujar dia.

Didominasi wajah baru memunculkan asa kinerja parlemen menjadi lebih baik tapi tetap bukan jaminan. Pengamat Politik Bismar Arianto mengatakan, kehadiran 26 anggota DPRD Batam yang baru tidak menjamin kinerja legislatif lebih baik. Penilaian tersebut karena mekanisme rekrutmen kader partai politik tidak jelas dan tak terukur.

“Kalau jaminan kerja lebih baik lagi tidak juga ya. Karena rekrutmen politik yang dilakukan partai cenderung jika ada pemilu saja, barulah melakukan meminta kadernya atau orang luar untuk calon,” kata Bismar kepada SINDO BATAM, Selasa (27/8).

Partai politik, lanjut Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) itu, tidak menjalani proses kaderisasi yang maksimal. Namun jika hanya menjalani rutinitas seperti biasa, menurutnya, anggota DPRD baru tidak akan mengalami kesulitan.

Ia mengatakan, catatan pentingnya adalah partai politik belum melakukan proses rekrutmen yang baik untuk menempatkan kadernya, baik di legislatif maupun eksekutif. “Karena tidak baiknya itu, sedikit banyaknya akan mempengaruhi kinerja ketika mereka sudah menerima jabatan,” katanya.

Biasanya, kata Bismar, anggota DPRD akan mendapatkan pembekalan terkait pengenalan tugas, fungsi dan pokok wakil rakyat dalam mengemban amanah lima tahun ke depan. “Pembekalan itu paling tidak pengenalan ruang lingkup kerja sebagai anggota DPRD,” katanya.

Bismar menambahkan, kinerja DPRD tidak terlalu sulit karena tidak terlibat langsung dalam hal-hal yang teknis seperti usulan program atau kegiatan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“DPRD hanya membahas saja. Sebagaian besar draf usulan sudah disusun oleh eksekutif. Kecuali berbicara hak inisiatif, DPRD lebih banyak bekerja,” katanya.

Ia berharap, DPRD Kota Batam periode 2019-2024 dapat memperjuangkan kepentingan masyarakat dan mampu melaksanakan tugas dan fungsi dengan baik. Kemudian dapat mengkoreksi kinerja pemerintah daerah. “Dan paling penting adalah gimana mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com