SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Menata Infrastruktur, Menggerakkan Ekonomi Warga sekaligus Memajukan Pariwisata

  • Reporter:
  • Sabtu, 1 Desember 2018 | 15:34
  • Dibaca : 2438 kali
Menata Infrastruktur, Menggerakkan Ekonomi Warga sekaligus Memajukan Pariwisata
(atas) Suasana Jalan Raja Haji Fisabilillah, Batamcentre sebelum dan sesudah dilebarkan oleh Pemko Batam. (bawah) Jalan Sriwijaya, Pelita. /DOK SINDO BATAM

Pembangunan infrastruktur jalan yang digalakkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam sejak tiga tahun terakhir, berbuah manis. Lebarnya ruas jalan membuat akses warga kian lancar dan roda perekonomian juga terus berputar. Dampak lainnya, wajah kota makin mempesona sehingga jadi magnet baru bagi pertumbuhan pariwisata.

FADHIL, Batam

Tin.. Tiiiiiiiiiiiiiinnn… Bunyi klakson dari sejumlah mobil yang terjebak macet di Jalan Sriwijaya, Pelita, membuat suasana riuh. Saling sahut, berharap mobil yang ada di hadapan mereka lekas bergerak. Di lokasi ini, mobil terjebak macet jadi hal biasa. Terlebih, saat jam sibuk terutama pada sore hari, waktu ketika banyak orang pulang kerja.

Jika sudah terjebak macet, beberapa pengendara ada yang nekat keluar dari barisan agar terlepas dari antrean panjang, mencoba peruntungan dengan menyalip dari sisi kiri jalan. Namun, Kadang upaya itu justru menambah kemacetan lebih parah. Pasalnya, di kiri jalan juga banyak kios pedagang kecil berjualan. Belum lagi, pengunjungnya yang memarkirkan kendaraan di bibir jalan.

Lengkap sudah kesemrawutan lalu lintas di jalan yang menghubungkan Batamcentre menuju wilayah Nagoya tersebut. Kondisi itu, tak lain karena akses jalan padat kendaraan itu hanya terdapat dua jalur, dan masing-masingnya hanya ada satu lajur, sehingga sangat sempit.

Namun tenang. Suasana macet dan lalu lintas semrawut itu terjadi bertahun-tahun lalu, sebelum Pemerintah Kota (Pemko) Batam melebarkan jalan tersebut. Sekarang, jalan ini sudah dibagi dua jalur dengan masing-masing jalur terdapat tiga lajur. Jangankan macet, saat jam sibuk sekalipun, kendaraan tetap bisa melaju.

“Alhamdulillah, sekarang kita mengantar tamu juga tidak susah lagi,” kata Agus Zainuddin, sopir Taksi Bluebird, Senin (26/11/2018).

Ia menceritakan, saat Jalan Sriwijaya tersebut masih sering mengalami macet, ia harus mencari jalan alternatif ketika mengantar tamu dari arah Batamcentre menuju Nagoya, Lubukbaja.

“Harus memutar, karena dulu biasanya macet itu kalau enggak pagi, ya sore, saat jam-jam sibuk,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kondisi jalan yang lebar dan dihiasi sejumlah ornamen seperti seni mural, pohon-pohon untuk penghijauan, pedestrian dan juga lampu-lampu hias di beberapa ruas jalan yang sudah dilebarkan membuat dirinya percaya diri untuk bercerita tentang keindahan Batam kepada tamu yang ia bawa.

“Sering dapat penumpang dari luar (wisatawan mancanegara/wisman), kalau dulu mau mengobrol tentang Batam kan malu, masih semrawut. Tapi sekarang, kita malah bangga,” tuturnya.

Selain itu, dengan tidak adanya macet, ia mengaku bahan bakar kendaraannya juga lebih hemat karena selama perjalanan lancar. “Itu juga ada pengaruhnya. Kalau macet tapi pas bawa penumpang ya lumayan, tapi kalau enggak kan rugi kita,” kenangnya.

Tak hanya Jalan Sriwijaya yang sudah dilebarkan, sejumlah jalan lain seperi Jalan Raja Haji Fisabilillah Batamcentre, Jalan Pembangunan Nagoya, Jalan Raja Ali Haji Jodoh, Jalan Kompleks Bumi Indah Nagoya, Jalan Teuku Umar Nagoya dan sejumlah jalan lainnya juga ditata serupa.

Pelebaran jalan ini tidak hanya menambah keindahan Kota Batam dan mengurai kemacetan saja, namun juga ada dampak ekonomi yang dirasakan warga di sekitar kawasan jalan yang dilebarkan. Seperti, pengakuan warga yang tinggal di sekitar kawasan Kelurahan Lubukbaja Kota.

“Dulu jalan ini satu arah, sekarang jadi dua arah, sejak itu dagangan saya sedikit banyak mulai ramai,” kata Siti Khadijah, pemilik warung nasi di salah satu ruko di Jalan Teuku Umar.

Jalan itu dulunya hanya bisa dilalui oleh pengendara dari arah Kantor Telkom menuju pertigaan Jalan Raden Patah. Namun kini, pengendara dari arah Jalan Raden Patah bisa melewati Jalan Teuku Umar jika ingin menuju ke Kawasan Nagoya melalui jalur itu. “Memang sekarang lebih ramai, padahal dulu sepi. Sekarang juga sudah banyak ruko-ruko yang mulai buka usaha di sekitar sini,” ujarnya.

Ia mengaku, upaya Pemko Batam melebarkan jalan khususnya Jalan Teuku Umar, banyak dampak positif yang dirasakan warga. Ia berharap, ke depan, pembangunan terus dilakukan demi kemajuan kota ini.

“Ya, sejak Pak Rudi (Wali Kota Batam Muhammad Rudi) melebarkan jalan itu, sekarang ekonomi juga lumayan. Semoga seterusnya begini ya,” harap wanita paruh baya itu.

Hidupkan Pariwisata

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengungkapkan, upayanya membangun infrastruktur di Batam punya banyak tujuan. Selain untuk menghidupkan ekonomi warga dan mengurai kemacetan, pembangunan infrastruktur juga penting bagi dunia pariwisata.

“Infrastruktur ini penunjang, dengan jalan yang tidak macet, wisman suka dan Batam juga makin cantik,” kata Rudi.

Dalam tiga tahun terakhir, Pemko Batam memang terus melakukan pembangunan infrastruktur seperti jalan beserta fasilitas pendukungnya. Selain itu, kawasan bisnis dan perdagangan seperti di Kompleks Bumi Indah Nagoya juga ikut ditata.

Tak lupa, destinasi wisata untuk menarik kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara juga jadi perhatian pemerintah kota. Pasalnya, dengan makin banyaknya wisatawan yang datang dan mengeluarkan uangnya di Batam, hal itu diyakini mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam, sekaligus diharapkan bisa menarik kunjungan wisata.

“Semua kami benahi. Tapi yang paling menonjol dilihat oleh masyarakat adalah pembangunan jalan ini,” ujar Wali Kota.

Saat ini, kata dia, Pemko Batam juga sedang membangun Pulau Putri untuk dijadikan salah satu destinasi wisata baru yang lebih atraktif. Pihaknya juga mendukung jika pihak swasta ingin membangun destinasi wisata baru sehingga makin banyak pilihan yang bisa ditawarkan untuk wisatawan.

Rudi berharap, kunjungan wisatawan terus meningkat setiap harinya dan akan berdampak signifikan terhadap ekonomi di Batam. Mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi dan lainnya.

“Kalau mereka datang, uang akan berputar dan akan berdampak juga kepada ekonomi masyarakat Batam,” kata Rudi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata menambahkan, pembangunan jalan merupakan daya dukung untuk perkembangan dunia pariwisata.

“Tentunya ini menambah keindahan Kota Batam,” kata Ardi.

Pembangunan infrastruktur oleh Pemko Batam, sambungnya, tentu tidak hanya jalan saja. Sejumlah taman dan fasilitas lain seperti pedestrian, menambah area penghijauan, juga terus dilalukan.

Bahkan, Pemko Batam juga tengah membangun Masjid Agung II Batam di Batuaji, yang digadang sebagai masjid terbesar se-Sumatera. Nantinya, masjid ini juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti pusat kajian keislaman, menara pandang setinggi 99 meter, dan masih banyak lainnya.

Semua ini, kata Ardi, sangat dibutuhkan untuk menunjang dunia pariwisata Batam, yang menjadi penyumbang wisman tertinggi ketiga se-Indonesia setelah Bali dan Jakarta ini.

Pembangunan yang sedang dilakukan Pemko Batam saat ini, menurut dia, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisman. Jalan-jalan yang lebar dan pemandangan yang indah disambut positif wisman yang datang ke Batam.

Merujuk data dari Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Kepri, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh cukup tinggi sepanjang 2018 ditopang oleh aktivitas kepariwisataan di Kepri. Peningkatan pariwisata terkonfirmasi dari indikator tingkat kunjungan wisman periode Januari sampai dengan September 2018 yang tumbuh signifikan sebesar 27,33 persen (yoy) dengan jumlah kunjungan wisman sebanyak 1,89 juta orang. Untuk periode yang sama tahun lalu, kunjungan wisman tumbuh sebesar 4,81 persen (yoy) dengan jumlah kunjungan wisman sebanyak 1,48 juta orang.

Sedangkan rata-rata tingkat penghunian kamar (TPK) selama Januari -September 2018 tercatat sebesar 51,81 persen, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu sebesar 51,14 persen.

Karena itu, Ardi mengaku sangat optimistis target 1,8 juta wisman tahun ini akan tercapai.

“Dengan upaya ini, semakin membuat Batam menarik di mata wisman. Bahkan dari tahun ke tahun, jumlah kunjungan wisman terus naik,” kata dia.***

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com