SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mendikbud Sesalkan UN Tak Jadi Pertimbangan

  • Reporter:
  • Minggu, 21 Januari 2018 | 13:32
  • Dibaca : 355 kali
Mendikbud Sesalkan UN Tak Jadi Pertimbangan
Siswa SMA Negeri 1 Dabo Singkep yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

JAKARTA – Langkah penghapusan hasil Ujian Nasional (UN) sebagai salah satu pertimbangan penerimaan m ahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) disayangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Saa t ini kredibilitas UN cukup ting gi sehingga menjadi cer minan kemampuan akademik calon mahasiswa. “Kami menyesalkan ke pu – tusan tidak diper timbangkan – nya lagi hasil UN dalam seleksi masuk kampus negeri,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebu – dayaan (Mendikbud) Muha djir Effendy di Jakarta, ke marin. Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menjelaskan, tingkat ke ter – percayaan UN saat ini sudah ting gi. Menurutnya peningkatan kredibilitas hasil UN ini di – picu oleh beberapa hal. Per – tama, hasil UN sudah tidak di – jadikan penentu kelulusan.

Hal ini berpengaruh pada tidak ada – nya beban psikologis dari siswa sehingga hasil UN bisa optimal. Selain itu, UN pun se makin kredibel dan trans pa ran berkat pelaksanaan UN ber basis komputer (UNBK) yang sudah dilakukan di ham pir semua sekolah. UNBK yang berbasis semionline ini pun bekerja mengurangi angka ke curangan. “Saya menyayangkan kalau itu (UN) tidak jadi dasar per tim – bangan. Dulu dianggap ti dak likuid. Sekarang tingkat ke – percayaan sudah tinggi ka rena sudah pakai komputer. Ka lau itu tidak bisa dijadikan per – timbangan, ya patut kita se – salkan,” katanya.

Diketahui, mulai tahun ini hasil UN tidak dipakai sebagai pertimbangan masuk di se lek si nasional masuk PTN (SNMPTN). Pada tahun-ta hun sebelumnya, seleksi khu sus prestasi akademik ini akan disandingkan dengan hasil UN yang diberikan Kemendikbud. Guru Besar Sosiologi Ju rus – an Pendidikan Luar Se ko lah Fakultas Ilmu Pendidikan Uni – versitas Negeri Malang ini me – ngatakan, UN akan dilak sa na – kan dengan prinsip trans pa ran dan akuntabel. Men dik bud me – ngatakan, UN penting karena sebagai salah satu cara meng – ukur mutu pendidikan nasional. Meski memang dia akan tetap menghormati otonomi perguruan tinggi dalam menyeleksi calon mahasiswanya.

Sementara itu, Kepala Pu sat Penilaian Pendidikan (Ka – puspendik) Badan Penelitian dan Pengembangan Kemen dik – bud Moch Abduh menga ta kan, sebetulnya antara UN dan se – leksi nasional masuk PTN ada – lah dua hal berbeda ke we – nangannya. UN, katanya, men – jadi kewenangan Kemen dik bud sedangkan SNMPTN/ SBMPTN merupakan ke we – nangan Kemenristekdikti. Abduh menyatakan, meski panitia SNMPTN menyatakan UN tidak menjadi bahan per – timbangan, tapi Kemendikbud akan tetap menyediakan data hasil UN bila dibutuhkan Kemenristekdikti ataupun PTN yang meminta.

Selain itu, Abduh menerangkan, pada UN 2018 ini akan me nye dia kan bentuk soal pilihan ganda dan isian singkat khusus pada soal studi Matematika.

Neneng zubaidah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com