SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Menembak, Belajar Menguasai Diri

  • Reporter:
  • Kamis, 30 Maret 2017 | 09:33
  • Dibaca : 1183 kali
Menembak, Belajar Menguasai Diri
Okky Rafrialdi.. Foto Agung Dedi Lazuardi.

Bagi kebanyakan orang, menembak bisa jadi hobi yang keren. Tapi bagi Okky Rafrialdi tak sekadar itu. Menembak mengajarkan banyak hal. Termasuk kemampuan menguasai diri.

Menekuni hobi yang menyerempet bahaya dan punya banyak aturan adalah kepuasan tersendiri bagi Okky. Kegemarannya menembak dimulai dari airsoft gun. Dikenalkan pertama kali oleh kakak sulungnya. “Kebetulan dia punya hobi airsoft gun waktu itu,” kata pria 26 tahun kelahiran Batam ini di rumahnya di Baloi Center, Selasa (28/3).

Okky yang saat itu menggeluti banyak aktivitas tertarik dengan koleksi airsoft gun milik abangnya. Dari sana ia mulai serius mempelajari cara menggunakannya. Aktivitas menembak dengan airsoft gun awalnya hanya iseng untuk mengisi waktu. Lama-lama jadi kegiatan rutin dan berbuah prestasi.

Belasan piala ia boyong dari berbagai lomba. Ia kerap berada di posisi tiga besar. Tak hanya di tingkat lokal Batam, Okky pernah menjuarai tingkat provinsi dan nasional. “Dari airsoft gun lama-lama bergeser ke senapan angin. Sekarang malah lebih sering sibuk sama senjata api,” ungkapnya.

Meski sama-sama menembak, namun perbedaan ketiga alat itu amat kentara. Airsoft gun, misalnya, hanya replika senjata. Bentuknya mirip sekali dengan senjata asli tapi menggunakan peluru plastik. Senapan angin, bentuknya juga mirip senjata api tapi mengunakan peluru angin (gas). Sedangkan senjata api benar-benar menggunakan peluru asli.

“Meski tak berbahaya, airsoft gun penggunaannya seperti senjata api juga. Hanya untuk olahraga, tak boleh untuk ketahanan diri atau disimpan di rumah,” ungkapnya.

Bungsu dari empat bersaudara itu mengatakan, olahraga menembak untuk melatih kedisiplinan. Setiap yang belajar menembak dan masuk dalam klub akan dilatih untuk menyimpan, merawat, hingga menggunakan senjata. Meski airsoft gun hanya mainan tapi mesti diperlakukan seperti senjata asli.

Untuk bisa menguasai teknik menembak yang baik, Okky tak mengalami kesulitan. Kuncinya adalah kebiasaan. Menembak juga erat kaitannya dengan mengatur emosi, kesabaran, dan fokus. Okky menyarankan, orang yang ingin menekuni olahraga menembak dan tertarik dengan senjata api, sebaiknya memulai latihan dengan airsoft gun. “Bagusnya belajar dari dasar dulu, jangan langsung pakai senjata yang berbahaya,” ujar alumnus Fakultas Hukum UIB ini.

Jadwal latihan rutin yang dikuti Okky biasanya di akhir pekan. Lomba-lomba yang diikutinya biasanya juga digelar di akhir pekan. Dengan begitu, hobinya tak mengganggu pekerjaannya di salah satu bank di Batam. “Lomba terakhir yang saya ikuti kejuaraan menembak Batam Shooter, 11-12 Maret lalu. Alhamdulillah saya juara 1 cabang target air pistol 10 meter dengan satu tangan,” katanya bangga.

Begitu sukanya pada olahraga menembak, Okky dan abangnya memiliki enam unit airsoft gun. Sayangnya kini ada aturan larangan menyimpan senjata replika di rumah. Senjata replika itu harus diletakkan di Polresta Barelang atau di klub. “Kalau senapan angin boleh disimpan di rumah. Saya punya dua” katanya.

Tak sembarang orang bisa memiliki senjata api. Perlu syarat lebih spesifik seperti harus ikut tes untuk ujian sertifikasi. Setelah itu baru boleh memiliki senjata api dan membeli peluru. Hingga saat ini Okky mengaku belum memiliki senjata api. Jika ingin berlatih, biasanya ia pakai milik klub. “Lagipula harganya mahal sekali,” katanya.

Dibanding airsoft gun dan senapan angin, senjata api harganya lebih mahal. Harga satu unit airsoft gun berkisar Rp2 juta hingga belasan juta rupiah. Senapan angin tak jauh beda (senapan angin milik Okky berharga Rp22 juta). Sedangkan senjata api mulai Rp60 juta hingga ratusan juta rupiah.

Gabung ke Klub Batam Shooter
Bagi penyuka olahraga menembak amat perlu bergabung dalam sebuah klub. Sebab di klub akan diajarkan teknik dasar menembak. Okky Rafrialdi sendiri bergabung dengan klub Batam Shooter sejak mulai mengenal airsoft gun.

Klub menembak di bawah naungan Perbakin Kepri ini sekretariatnya di kawasan Harbour Bay, Jodoh, Batam. Setiap Sabtu dan Minggu, klub ini rutin menggelar latihan di lapangan menembak Polresta Barelang. Tak hanya sebagai atlet, Okky juga pengurus klub di Batam Shooter. “Di Batam Shooter saya wakil ketua. Di Perbakin saya wakil ketua divisi tembak reaksi,” katanya.

Batam Shooter disebutnya sebagai wadah bagi orang yang ingin mengenal olahraga menembak. Pendaftaran dibuka setiap saat dengan persyaratan KTP, SKCK, dan surat keterangan sehat dari dokter. Bila belum cukup umur alias belum punya KTP harus membawa surat keterangan izin dari orang tua.

“Di Batam Shooter anggota harus mengenal dulu airsoft gun. Nggak boleh langsung pakai senjata api, karena itu riskan,” ujar lelaki yang juga pelatih di Batam Shooter.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com