SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mengejar Singapura di Sektor Pelabuhan

Mengejar Singapura di Sektor Pelabuhan
Ilustrasi Foto Teguh Prihatna.

Kejar 4 Juta TEUs, Pembangunan Batuampar Dilelang September

Asa untuk membangun pelabuhan Batuampar sebagai pelabuhan ekpsor-impor berstandar internasional hidup lagi. Badan Pengusahaan Batam akan segera memperluas pelabuhan tersebut, meski sudah terlanjur jauh tertinggal dibandingkan Singapura yang disandari kapal-kapal besar dunia.

=====
Enam pekerja berhelm kuning cekatan menarik kontainer dari tongkang yang bersandar di pelabuhan, Minggu (9/7) siang. Suara crane bising memekikkan telinga. Para pekerja tampak konsentrasi mengatur crane yang akan digunakan untuk mengangangkat satu persatu kontainer dari tongkang ke trailer. Terik matahari tak menghalangi mereka.

Suasana pelabuhan Batuampar tak ramai. Hanya bongkar muat yang dilakukan enam pekerja itu, satu-satunya aktivitas di sana, kemarin. Meski ada sekitar tujuh tongkang yang bersandar, beberapa di antaranya sudah tidak ada lagi muatan. Hanya satu kapal bermuatan pipa-pipa besar yang belum dibongkar muatannya. Selebihnya, cuma kapal dan tongkang tanpa isi.

Sepinya aktivitas pelabuhan Batuampar di hari libur kemarin, menggambarkan kegelisahan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Hatanto Reksodipoetro. Ia mengatakan, tidak ada pilihan lain selain mengembangkan Pelabuhan Batuampar untuk menarik investor ke Batam. Saat ini, kondisi pelabuhan masih jauh dari harapan dan tidak akan bisa bisa bersaing dengan Singapura. Kapasitas yang hanya bisa menampung 350 ribu TEUs membuat biaya peti kemas yang masuk atau keluar Batam menjadi mahal.

“Mahalnya biaya ini menjadi persolan sendiri bagi pengusaha, banyak keluhan yang juga disampaikan kepada kami,” katanya.

Saat ini, BP Batam tengah menyusun konsep kerja sama dengan investor asing untuk mengelola pelabuhan. Ia menyebut, investor dari Jepang, Korea, Taiwan, dan beberapa negara lain berminat mengelola Pelabuhan Batuampar. Hatanto menargetkan, investor yang mengelola nanti bisa meningkatkan kapasitas dari 350 ribu TEUs per tahun menjadi 3-4 juta twenty-foot equivalent units (TEUs) per tahun.

Selengkapnya baca  KORAN SINDO BATAM

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com