SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Menikmati Secangkir Kopi di de’Cangkir Café & Resto

  • Reporter:
  • Jumat, 17 Maret 2017 | 09:14
  • Dibaca : 498 kali
Menikmati Secangkir Kopi di de’Cangkir Café & Resto

De’Cangkir Café & Resto menawarkan tempat yang tak biasa untuk bersantai sambil minum kopi. Gaya kekinian masyarakat urban bercampur dengan suasana pedesaan yang menarik.

Kafe dengan gaya saung modern ini berada di Kompleks Niaga Batam Blok A, Batam Centre. Di depannya dihias dengan atap ilalang layaknya sebuah saung. Tidak ada pintu utama. Semua ruangan terbuka lebar. Hembusan angin dari luar cukup mendinginkan ruangan.

Sebuah dipan bambu besar dan memanjang disekat menjadi tiga bagian. Dipan diletakkan di salah satu sisi ruangan. Masing-masing bagian diberi meja dan dialasi karpet agar pengunjung dapat duduk lesehan dengan nyaman. “Ada lesehan biar pengunjung nyaman,”kata Tiar, Chef de’Cangkir Café & Resto, Kamis (16/3).

Selain dipan bambu, ada kursi dan meja model biasa terbuat dari kayu palet. Bentuknya kotak simpel namun cukup nyaman untuk diduduki. Itu karena dudukan kursi dilapisi busa empuk yang dibungkus kain batik. Tiar ingin nuansa Indonesia di kafenya tetap terasa meski mengusung gaya modern.

Kafe yang menempati tiga unit ruko dua lantai ini cukup sejuk. Ruangan yang terbuka lebar membuat kafe ini tidak sumpek. Meja kayu palet digunakan sebagai tempat untuk meletakkan suguhan lezat dari chef kafe.

Tepat di bawah tangga terdapat tulisan de’ Cangkir Cafe & Resto putih. Sofa panel terbungkus kulit jingga kecokelatan diletakkan di bawahnya. Ada bantal-bantal kecil warna-warni dibungkus sarung unik bergambar blog, youtube, facebook, dan lain-lain. “Bantal ini biasanya dijadikan alat bantu untuk foto, karena lebih berwarna,” kata Tiar dengan logat Sunda yang kental.

Seperti kafe lainnya, kafe ini buka setiap hari pukul 10 pagi hingga 10 malam. Khusus di akhir pekan, kafe buka hingga pukul 11 malam dan menyediakan fasilitas nonton bareng (nobar). “Kapasitasnya bisa mencapai 60 orang. Di lantai atas bisa mencapai 100 orang. Ada nonton bareng untuk weekend. Ada juga fasilitas free WiFi,” kata Tiar.

Nama de’Cangkir. Kata Tiar, diambil dari kata cangkir, sebuah gelas atau mangkuk kecil dari tembikar yang biasa dipakai untuk minum kopi atau teh. “Kalau minum kopi identik dengan cangkir. Makanya dikasih nama de’Cangkir,” kata Tiar.

Dari Roti Bakar hingga Steak
Menu-menu di de’ Cangkir Café & Resto disesuaikan dengan namanya. De’Cangkir memberikan pilihan kopi dari Bandung. Untuk kudapan malam sebagai teman minum kopi, tersedia roti bakar dengan selai stroberi. “Terbuat dari buah stroberi yang dijadikan selai. Masih terdapat potongan stroberi di roti,” ujar Tiar, Chef de’ Cangkir Café & Resto.

Menu istimewanya adalah steak. Dagingnya diimpor dari New Zeland. Berbagai pilihan steak yang ditawarkan seperti tenderloin steak NZ, sirloin steak NZ, tenderloin steak (lokal), dan sirloin steak (lokal).

“Daging New Zealand dan daging lokal berbeda. Baik tekstur maupun warna. Daging New Zealand, salah potong bisa alot. Daging lokal itu sudah ada jalurnya saat dipotong. Memasaknya juga lebih lama daging New Zealand,” kata Tiar.

Bumbu dan bahan didatangkan langsung dari Bandung. Ini agar citarasa makanan tidak berubah meski di Batam. Saus steak yang bisa dipilih adalah saos barbeque, mushroom, atau black pepper.

Ada juga menu zupa-zupa chicken, chicken cordon bleu, fish N chips, spaghetti carbonara, dan spaghetti bolognise. Menu Indonesia yang tersedia seperti iga bakar, buntut bakar, dan hakau. “Hakau adalah makanan seperti siomay, berbentuk seperti kue pastel isinya seafood,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com