SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Menteri Asman Mundur, PAN Dukung Prabowo-Sandiaga, Tak Ingin Jadi Beban Jokowi

  • Reporter:
  • Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:36
  • Dibaca : 208 kali
Menteri Asman Mundur, PAN Dukung Prabowo-Sandiaga, Tak Ingin Jadi Beban Jokowi
Menteri Asman Abnur saat berkunjung ke Batam beberapa waktu lalu.

JAKARTA – Menteri dari Batam Asman Abnur mengajukan surat pengunduran diri sebagai menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (Menpan-RB) di Kabinet Kerja. Langkah ini diambil sebagai bagian etika politik karena Partai Amanat Nasional (PAN) tempat Asman bernaung mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Pengunduran diri Asman Abnur disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat Menteri Sekretaris Negara Pratikno kemarin pagi. “Tentu saya harus berpikir jangan sampai saya jadi beban pemerintah, beban Pak Presiden. Kalau diperkenankan, saya mohon kalau bisa diizinkan untuk mundur,” kata dia.

Menurut Asman, dalam pertemuan itu, Pratikno mengaku akan menyampaikan terlebih dulu kepada Jokowi terkait keinginannya untuk mundur dari kabinet. Ia belum mengajukan surat pengunduran diri secara resmi. “Baru penyampaian secara lisan saja. Kalau saya diperkenankan. Tidak bagus saya jadi beban,” ucap dia.

Pratikno sendiri kemarin memastikan, Presiden Jokowi akan me-reshuffle Asman Abnur dalam waktu dekat. Namun, dia belum bisa memastikan kapan tepatnya pergantian menteri akan dilakukan dan siapa penggantinya. Dia hanya menyatakan kemungkinan pergantian akan dilaksanakan dalam satu atau dua hari ke depan. “Ya, nanti lihatlah. Kalau yang memastikan itu, hanya Pak Presiden-lah,” ujar Pratikno.

Diizinkan Jokowi
Dalam jumpa pers di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jakarta, tadi malam, Asman mengatakan telah meminta izin langsung kepada Presiden Jokowi untuk mundur dari Kabinet Kerja. Asman menyebut Jokowi telah mengizinkan dirinya yang memilih mundur.

“Jadi beliau prinsipnya sudah menyampaikan persetujuan untuk saya mundur dari Menpan-RB,” kata Asman.

Asman mengaku berbicara langsung dengan Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, sekitar pukul 19.00 WIB. Ia juga sempat menyampaikan beberapa capaian yang telah dilakukannya saat menjabat sebagai Menpan-RB selama dua tahun.

“Alhamdulillah. Beliau sampaikan ke saya, kinerja yang saya persembahkan cukup memberikan agenda positif buat beliau,” katanya.

Asman menyadari posisinya yang juga kader PAN membebani Jokowi. “Saya juga merasa karena PAN tak mendukung Pak Presiden, tentu kehadiran saya di Kabinet Indonesia Kerja ini juga tidak baik secara etika,” tuturnya.

Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengaku Asman Abnur sudah berkomunikasi dengan partai untuk menyampaikan izin pengunduran dirinya dari kabinet. Menurut Asman Abnur, mundur karena tidak mau membebani pemerintah ini karena secara politik PAN itu berbeda pilihan dan tidak lagi mendukung Presiden Jokowi.

Selain itu, Asman ingin hal ini menjadi sebuah pelajaran politik dalam rangka untuk mempertahankan fatsun atau menjaga kesantunan dan etika politik. “Karena kalau ini jadi bagian pembelajaran dalam berdemokrasi dan Pak Asman menyatakan untuk mengundurkan diri sebagai menteri di kabinet pemerintahan Jokowi. Bahasanya Pak Asman mohon izin untuk mengundurkan diri,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR ini menyatakan bahwa PAN merasa tidak ada yang dirugikan jika menteri dari PAN mengundurkan diri, karena ini merupakan pilihan politik dan bukan menjadi beban bagi pemerintah atau bagi PAN karena dalam rangka menjaga etika politik. “Karena itu adalah merupakan proses demokrasi yang harus menjadi pilihan dari masing-masing individu untuk menyatakan mundur,” imbuhnya.

Dia lantas menuturkan, selama ini pemerintah merasa puas dengan kinerja Asman sebagai menpan RB, karena dia telah mendedikasikan dirinya secara total sesuai dengan tugas pokok di kementeriannya. Bahkan, proses peningkatan kinerja di Kemenpan-RB juga terasa dan menjadi bagian yang positif, dan hal ini menambah modal utama bagi peningkatan kinerja pemerintah.

“Hak dan kedaulatan reshuffle kabinet sepenuhnya ada di tangan presiden. Kita akan hormati keputusan yang beliau jalankan terkait kabinet kerja saat ini. Kita juga hormati dan apresiasi sikap ksatria Pak Asman yang menyampaikan pengunduran dirinya kepada Presiden hari ini,” tandasnya

Etika Politik

Politikus PDI Perjuangan Puan Maharani menandaskan, pergantian Asman Abnur dilakukan untuk memperkuat partai politik koalisi pendukung Jokowi pada Pemilu 2019 atau yang disebut Koalisi Indonesia Kerja. Apalagi, lanjut Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut, PAN yang mengusung Asman Abnur memilih tidak lagi mendukung Jokowi pada Pemilu 2019.

“Kalau melihat secara etika, apa pun, PAN sudah menyatakan mendukung capres dan cawapres berbeda dengan yang ada di pemerintahan hingga 2019. Kalau melihat seperti itu, memang sangat dimungkinkan (pencopotan Asman) untuk memperkukuh dan memperkuat koalisi yang terbentuk sekarang, ya mengundurkan diri saja,” ujar Puan di Istana Negara kemarin.

Ketika dikonfirmasi apakah pencopotan Asman Abnur sebagai akibat dorongan dari koalisi partai politik pendukung Jokowi di Pemilu 2019, Puan mengaku tidak mengetahuinya. Ia juga menyatakan tidak terlibat di dalam perbincangan di antara ketua-ketua umum partai politik mengenai nasib yang bersangkutan. Puan juga menegaskan tidak mengetahui ada usulan.

“Saya enggak dengar soal itu. Saya belum dengar sama sekali. Tapi itu kan hak prerogatifnya Pak Presiden. Jadi, ya tunggu saja keputusannya Bapak Presiden seperti apa,” ujar Puan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP Arsul Sani mengatakan, reshuffle kabinet memang menjadi hak presiden, tapi dalam tradisi politik di Indonesia harus diteguhkan bahwa jika ada partai yang menyatakan berada di luar pemerintah maka sepatutnya menteri dari partai tersebut juga mengundurkan diri, jangan menunggu diganti.

Alasan bahwa partai tersebut telah mewakafkan kadernya kepada pemerintah tidak relevan meskipun sistem pemerintahan di Indonesia bukan parlementer. “Sebagai konsekuensi atas tidak bersama lagi partainya itu ada di mana-mana dan itu menurut saya juga harus ditradisikan di Indonesia ini,” kata Arsul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Arsul meyakini bahwa pergantian menteri ini tidak akan mengganggu kinerja kementerian yang bersangkutan, apalagi pemerintahan secara keseluruhan karena menteri sebagai peletak kebijakan dan tidak melakukan kerja teknis. Sementara itu, kerja teknis dilakukan oleh pejabat eselon I di kementerian tersebut. Kalaupun ada gangguan, itu sangat minim sekali.
“Masalahnya kan selama ini kan ada kesan bahwa kemudian ada reshuffle ada yang dimundurkan, itu tidak begitu kelihatan bahwa peran atau yang digantikan pada yang menggantikan ya,” jelasnya.
Seperti halnya Puan, Arsul membantah Asman Abnur mundur karena tekanan parpol pendukung Jokowi. Dia juga menegaskan bahwa parpol dalam koalisi pemerintah tidak pernah menyodorkan kadernya untuk dijadikan menteri. Dia menegaskan pihaknya memberikan kewenangan sepenuhnya kepada Presiden untuk mencari penggantinya.

“Itu kita serahkan pada Presiden, karena kalau kita selalu buat definisi yang jelas seolah-olah kalau dari yang politisi itu nggak profesional. Kalau profesional, itu seolah-olah nggak ada sikap politik, yang nggak gitu juga lah. Itu banyak juga orang profesional yang berada di parpol,” ujar dia.

Kader Terbaik PAN

Sementara Ketua DPD PAN Kota Batam Safari Ramadhan mendukung penuh keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur untuk mundur dari kabinet.

“Apa pun keputusan yang diambil Pak Asman itulah yang terbaik. Kami sebagai kader PAN sangat bangga dengan beliau,” kata Safari di DPRD Batam, Selasa (14/8).

Langkah Asman tersebut karena Partai Amanat Nasional (PAN) mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Namun mantan Wakil Wali Kota Batam ini belum mengajukan surat pengunduran diri secara resmi.

Menurut dia, Asman merupakan kader terbaik yang dimiliki partai berlambang matahari tersebut. Seluruh kader di Kepri selalu menjadikannya sebagai tauladan dan guru untuk belajar politik dan lainnya. “Kinerja beliau sangat bagus,” ujarnya.

Seperti diketahui, Asman Abnur akan fokus menghadapi pemilu legislatif 2019, setelah mengundurkan diri dari kabinet kerja. Asman sudah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Partai Amanat Nasional.

Asman maju lewat daerah pemilihan Kepulauan Riau. Dapil itu adalah dapil yang sama saat Asman maju sebagai caleg dan berhasil lolos ke Senayan pada Pemilu 2004, 2009 dan 2014. Nama Asman didaftarkan sebagai caleg oleh PAN ke Komisi Pemilihan Umum sejak 17 Juli lalu.

Presiden Jokowi sebenarnya hanya meminta para menterinya yang menjadi caleg untuk cuti. Namun, belakangan Asman memutuskan akan mundur dari kabinet karena sikap PAN yang mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

kiswondari/iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com