SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Menunggang Badai

  • Reporter:
  • Selasa, 13 Februari 2018 | 16:46
  • Dibaca : 151 kali
Menunggang Badai

LONDON– Dari sisi peringkat, posisi Chelsea tidak bisa dibilang buruk karena mereka masih berada dalam zona aman perebutan tiket Liga Champions musim depan. Chelsea juga masih berada dalam persaingan Piala FA dan berada di 16 besar Liga Champions 2017/2018.

Jika ada yang hilang adalah peluang juara Liga Primer dan tentu saja Piala Liga karena disingkirkan Arsenal pada babak semifinal. Selebihnya, The Bluesmasih memiliki harapan sama seperti tim besar lain, Manchester United (MU), Liverpool, dan Tottenham Hotspur. ”Kami bicara tentang tim yang berada di posisi kelima di liga, yang bersiap menghadapi pertandingan melawan Barcelona. Kami berada pada Piala FA dan kami mencapai semifinal pada Piala Liga,” kata Conte, dikutip ESPN.

Menjadi penghuni Stadion Stamford Bridge tidak cukup dengan harapan. Ambisi Roman Abramovich terlalu besar untuk sekadar diberikan harapan. Taipan asal Rusia itu hanya ingin melihat sesuatu yang nyata, berada pada jalur benar menuju ke arah gelar. Tidak ada istilah pelatih emas buat Abramovich. Jose Mourinho, Filippe Scolari, Andre Villas-Boas, Roberto di Mateo, Carlo Ancelotti, Avram Grant, bahkan Carlo Ancelotti adalah deret pelatih yang bertumbangan karena gagal memenuhi ambisinya. Mourinho, Ancelotti, dan Di Mateo adalah pelatih yang dipecat pada musim kedua setelah mereka memberikan gelar.

Jadi, sebenarnya tidak ada alasan untuk Conte mengeluh pada jurnalis kenapa selalu ditanya tentang masa depannya di Chelsea. Memang, belanja pelatih asal Italia tersebut tidak semewah yang dilakukan MU, Manchester City, Liverpool, bahkan Arsenal. Hanya, percayalah itu tidak akan masuk pertimbangan jika sudah ada keinginan Abramovich memecat pelatih. Pemecatan bisa dilakukan di mana pun, seperti dialami Ancelotti yang dipecat di lorong stadion setelah melawan Everton. Conte mengerti kehilangan dua pertandingan berturutturut, situasinya memang tidak sederhana. Namun, menurut dia, situasinya tidak seburuk yang dibayangkan. ”Sepertinya kami berjuang di zona degradasi. Banyak rumor dan spekulasi,” tandasnya.

Menurut dia, mempertahankan manajer atau pelatih bukan karena apa yang dicapai dalam satu musim, tapi adanya rasa saling percaya yang membuat ada keinginan membangun semuanya bersama. Bukan segalanya diukur dari gelar yang didapatkan karena tidak sesederhana itu. Apalagi di Inggris, semuanya tak mudah. Mantan pelatih Juventus itu menambahkan, gelar juga tak melulu menjadi garansi seorang pelatih dipertahankan. Bisa saja meski memberikan gelar, jika manajemen tidak senang kerja sama bisa berakhir. Namun, pada saat bersamaan jika ada rasa percaya, kerja sama bisa berlangsung terus meski tidak mendapatkan gelar dan berusaha membangun sesuatu yang lebih penting.

Opsi pertama pilih bodoh dan kedua cerdas. ”Ini pendapat saya dan saya menghormati setiap opini. Jika klub memutuskan memecat, itu akan terjadi karena mereka tidak senang dengan pekerjaan saya, tapi tidak tahu kapan,” tandasnya. West Bromwich Albion (WBA) akan menjadi tantangan Conte selanjutnya setelah dipermalukan Bournemouth 0-3 dan dihajar Watford 1-4. Chelsea masih belum bisa menggunakan jasa striker Alvaro Morata, gelandang jangkar Tiemoue Bakayoko, Ross Barkley, dan Andres Cristensen saat menghadapi penghuni dasar klasemen Liga Primer tersebut. Kekhawatiran muncul karena dua pelatih, Villas-Boas dan Di Matteo era kekuasaan Abramovich kariernya terhenti setelah dikalahkan WBA.

Kemungkinan bisa terulang jika Conte kembali gagal menghadirkan kemenangan. Meskipun, informasi menyebutkan jika arsitek berusia 48 tahun itu tetap akan dipercaya membawa Chelsea menunggangi badai sampai akhir musim nanti. Setelah itu kedua pihak akan melakukan pembicaraan penyelesaian kerja sama. Pelatih WBA Alan Pardew juga mencanangkan kemenangan melawan Chelsea untuk menjadi momen kebangkitan.

Kehadiran Daniel Sturidge dari Liverpool diharapkan bisa memberikan efek positif pada tim. Apalagi, Kieran Gibbs, Jonny Evans, dan Grzegorz Krychowiak kabarnya sudah siap ditampilkan. ”Pekan ini menjadi salah momen untuk kembali menghadirkan pikiran positif di dalam tim dan mulai bertarung untuk mendapatkan poin dan akan dimulai di Chelsea,” tandasnya.

Ma’ruf

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com