SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Meretas Jalan Menuju Parlemen

  • Reporter:
  • Senin, 25 Maret 2019 | 08:05
  • Dibaca : 143 kali
Meretas Jalan Menuju Parlemen

BATAM – Ribuan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di penjuru Kepri berlaga dalam Pemilu 2019. Wajah mereka menghiasi jalan-jalan, tatap muka, sampai aktif di media sosial supaya diingat pemilih. Berkompetisi memperebutkan total 240 kursi parlemen daerah.

Persis 2.887 calon legislatif DPRD di Kepri akan dipilih menjadi wakil rakyat dalam surat suara Pemilu serentak pada 17 April. Mereka diusung 20 partai politik peserta Pemilu 2019 dan tersebar di 26 daerah pemilihan untuk DPRD enam kabupaten/kota serta 7 dapil untuk DPRD Kepri.

Ditambah 57 calon anggota DPR RI di Dapil Kepri. 19 orang di antaranya beralamat di Batam, 11 orang di Tanjungpinang, enam di Karimun dua orang di Bintan dan satu orang di Lingga. Selebihnya berdomisili di luar Kepri antara lain DKI Jakarta dan Banten. Kemudian jumlah calon anggota DPD RI di Dapil Kepri sebanyak 12 orang. Tiga di antaranya lolos dalam Pileg 2014 yakni Haripinto Tanuwidjaja, Ria Saptarika dan Hardi Selamat Hood.

Dalam banyak rupa kampanye, mereka hadir di dapil masing-masing mulai dari spanduk, baliho, stiker, kartu nama, mobil, acara-acara sampai muncul di timeline facebook, feed Instagram dan sebagian di timeline Twitter. Mereka menulis janji, program, visi-misi, aktivitas dengan masyarakat sampai slogan agar dipilih. Persiapan mereka panjang, sejak kampanye resmi diperbolehkan pada 23 September 2018 atau sekitar enam bulan sampai tiga hari sebelum 17 April.

Caleg Partai Golkar Hendra Asman misalnyamenggunakan media sosial (medsos) sebagai strategi utama untuk menjual visi dan misi serta menyakinkan warga agar memilihnya saat pemilu 17 April mendatang.

Menurut dia, seluruh warga Kota Batam sudah memiliki medsos seperti Facebook, Instagram, Whatsapp dan lainnya. Ia juga kerap turun menyapa masyarakat untuk mengetahui secara lansung persoalan yang dialami masyarakat serta menindaklanjuti dengan meneruskan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Strategi masih sama seperti tahun 2014 lalu. Saya langsung menawarkan diri kepada masyarakat, jika ada problem bisa langsung menghubungi saya. Saya sendiri yang mengelola akun medsos,” ujarnya.

Ia mengaku mendapatkan respons yang positif dari masyarakat setiap kali berdiskusi melalui medsos. Dalam sehari, ia menerima sekitar 10 sampai 20 masukan atau pengaduan dari masyarakat. Pria yang berumur 34 tahun ini menilai, ada kerinduan dari masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik lagi seperti, kebutuhan sembako murah, pendidikan yang baik, keterbukaan informasi publik dan pelayanan kesehatan serta perubahan yang lainnya.

Oleh karena itu, Hendra kembali mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD Kota Batam pada 17 April mendatang dari daerah pemilihan (Dapil) 1 yaitu Kecamatan Lubukbaja dan Batam Kota. Hampir satu periode menjadi wakil rakyat di komisi II yang membidangi ekonomi dan keuangan, alumni SMA Yos Sudarso Batam ini ingin kembali mengabdi untuk rakyat. Bagi Hendra, masih banyak persoalan masyarakat yang harus diperjuangkan dan diwujudkan. “Maka saya memohon doa dan dukungan dari semua pihak,” katanya.

Berbagai persoalan yang sampai saat ini dirasakan kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah adalah ekonomi. Harga-harga sembako yang kian mahal, lapangan pekerjaan yang kian sulit serta pemerataan pendidikan dan infrastruktur serta kesehatan yang belum merata. Masyarakat, kata dia, sangat membutuhkan sembako murah. Hal ini dibuktikan dengan selalu ramainya penjualan sembako murah yang dilakukan pemerintah daerah kepada masyarakat menengah ke bawah di seluruh kecamatan di Kota Batam.

Menurut dia, Batam butuh kerja nyata dari pemerintah agar masyarakat setiap hari dapat menikmati sembako murah tanpa harus berjubel. “Kerja nyata yang ditawarkan saya adalah mendorong pemerintah daerah untuk bekerjasama dengan menggandeng Bulog menyiapkan sembako murah. Bulog kemudian dapat bekerjasama para pelaku usaha di pasar-pasar modern maupun tradisional dalam hal pemasaran sehingga sembako yang dibeli masyarakat masih harga terjangkau,” jelas alumni S1 dan S2 UIB ini.

Untuk dapat menjangkau sembako mirah ini, lanjutnya, masyarakat juga butuh pekerjaan. Khusus bagi kalangan pekerja dari masyarakat menengah, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan kompetitif.

Lapangan kerja di Kota Batam sebagai daerah industri dan pariwisata butuh tenaga kerja terampil (skill) dan ini dapat terwujud jika pemerintah dapat bermitra dengan pelaku usaha terutama perusahaan-perusahaan besar, baik industri elektronik, perkapalan hingga pariwisata dalam bentuk pelatihan atau pendidikan skill dan lainnya.

“Pelatihan ini berguna untuk mengedukasi masyarakat akan kompetensi yang dibutuhkan agar mereka bisa mengisi formasi pekerjaan yang tersedia agar mereka memiliki sertifikasi dan kompetensi,” katanya.

Selanjutnya, Hendra juga akan mendorong pemerintah daerah untuk mewujudkan kepastian hukum kepada pelaku usaha dan juga masyarakat Batam. Kepastian hukum ini bisa berupa kemudahan berinvestasi, perizinan, pemberian fasilitas fiskal dan lainnya.

Menurut dia, oke kepastian hukum akan menjadikan Kota Batam sebagai destinasi investasi favorit di masa depan karena letak geografisnya yang startegis serta adanya kekhususan daerah ini.

“Kami juga akan membuat peraturan daerah terkait IMB (izin mendirikan bangunan). Berapa lama sih waktu yang dibutuhkan. Memang sudah ada OSS (one single submission), tapi tidak terlalu rinci tahapannya,” katanya.

Selain itu di era digitalisasi ini, ia juga ingin mendorong pemerintah daerah untuk membuat regulasi nyata terhadap bisnis e-commerce atau perdagangan elektronik di era digital yang kian berkembang di Tanah Air, bahkan dunia.

Menurut dia, sebagai daerah fasilitas dengan FTZ, bisnis e-commerce menjadi potensi ekonomi yang luar biasa karena dapat dilakukan di manapun dan kapanpun. Payung hukum dalam bisnis ini sangat penting untuk memberikan perlindungan serta kepastian hukum kepada konsumen.

“Semuanya ini akan saya perjuangkan di DPRD Kota Batam nanti sebagai bentuk tanggung jawab moral saya kepada masyarakat Batam yang kembali mempercayakan dan memilih saya pada pemilu 17 April mendatang,” katanya.

Selain Hendra Asman yang memang sudah lolos terpilih dalam Pileg 2014, sejumlah calon anggota DPRD Kota Batam menyatakan sudah siap untuk mengikuti pertarungan pemilu legislatif April mendatang. Banyak kegiatan sudah dilakukan untuk bisa menarik perhatian masyarakat. Tak sedikit program-program yang dijanjikan kepada msyarakat jika terpilih menjadi anggota wakil rakyat tersebut. Mulai dari kesejahteran, kesehatan, pendidikan dan program lainnya.

Caleg petahana dari PDIP, Udin P Sihaloho mengatakan program yang sudah dikerjakan selama ini tentu menjadi modal untuk disampaikan kepada masyarakat. Ia mengaku juga sudah turun langsung ke lapangan untuk menyampaikan banyak program-program kepada masyarakat. Tentunya program yang ditawarka adalah untuk kesejahteraan masyarakat lebih baik.

Sistem penghitungan suara dengan menggunkan metode sainte lague menurut dia juga menguntungkan partai-partai besar, salah satunya PDIP. Itu sebabnya pihaknya mengaku optimistis akan kembali dipercaya masyarakat untuk kembali duduk menjadi anggota DPRD Batam. Terlebih lagi menurut dia sudah banyak program pembangunan yang direalisasikan.

“Kalau kami harus tetap optimistis. Karena metode sainte lague memang menguntungkan kita,” kata Udin.

Udin juga menegaskan bahwa kader-kader PDIP di Batam sangat solid untuk sama-sama memenangkan partainya pada pemilu 17 April 2019 mendatang. Tak hanya fokus untuk menang pada kursi legislatif saja, tapi juga pemilihan presiden dan wakil presiden. Memasuki kampanye terbuka ini pihaknya mengaku akan sama-sama turun kelapangan untuk kampanye. “Target kita pada pemilihan DPRD tahun 2019 ini minimal 10 kursi. Kami tetap mengincar kursi ketua DPRD Batam,” jelasnya.

Bersaing dengan Petahana

Tak hanya yang sudah duduk, caleg yang belum pernah menjabat anggota DPRD juga punya strategi. Kamaruddin Muda misalnya, caleg daerah pilihan Bengkong dan Batuampar tersebut mengatakan sudah turun langsung ke lapangan untuk menampung aspirasi masyarakat. Dua program utama pendidikan dan kesehatan dijanjikannya akan menjadi prioritas utamanya jika dipercaya untuk menjadi anggota DPRD Kota Batam periode 2019-2024. Hampir 70 persen daerah pilihannya tersebut sudah didatanginya.

“Masih banyak persoalan yang kami temukan di lapangan, di antaranya itu tadi pendidikan dan kesehatan,” kata Kamaruddin, saat ditemui di posko pemenangannya, Minggu (24/3).

Pendidikan misalnya, setiap tahun masih banyak permasalahan yang dikeluhkan masyarakat. Seperti halnya saat penerimaan peserta didik baru (PPDB), banyak masyarakat yang mengeluh anak-anaknya tidak bisa masuk di sekolah yang dekat rumahnya. Padahal sesuai dengan zonasi seharusnya sekolah-sekolah ini bisa menampung anak-anak yang tinggal di sekitar sekolah tersebut.

Persoalan ini, kata dia, terjadi hampir setiap tahun, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA selalu mengalami persoalan yang sama. Sehingga ia mengaku ini menjadi prioritas utamanya yang akan diperjuangkan jika nantinya duduk di kursi DPRD Kota Batam. Terutama di Bengkong dan Batuampar, pihaknya akan memperjuangkan agar masalah-masalah ini tidak terus terjadi.

“Kenapa saya fokus kesana? Karena setiap tahun masalahnya selalu sama. Anak-anak yang ingin sekolah di dekat rumahnya harus kita fasilitasi. Dan ini menjadi salah satu tugas DPRD sebagai lembaga pengawasan dan kontrol,” katanya.

Begitu juga dengan kesehatan, banyak keluhan dari masyarakat. Terutama bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang masih banyak keluhan karena belum mendapatkan pelayanan dengan baik. Pihaknya ingin masyarakat baik itu peserta BPJS Kesehatan ataupun umum harus sama-sama dilayani dengan baik. Karena menurut dia sering kali rumah sakit yang memandang sebelah mata peserta BPJS Kesehatan. “Ke depan hal ini tidk boleh terjadi, karena meskipun peserta BPJS Kesehatan masyarakat membayar iuran setiap bulan. Tidak boleh dibedakan,” tegasnya.

Kamaruddin mengaku optimistis bisa menjadi salah satu calon yang terpilih untuk duduk di kursi DPRD Kota Batam. Meskipun diakuinya persaingan di dapilnya tersebut cukup ketat, tidak hanya bersaing dengan rekan-rekannya satu partainya di Hanura saja. Tapi juga bersaing dengan caleg dari partai-partai lainnya. Ditambah lagi para petahana yang kembali mencalonkan diri.

Bersaing dengan petahana diakuinya cukup berat, karena para petahana sudah pasti akan menyampakan kinerjanya selama ini. Namun kendati demikian pihaknya mengaku tetap percaya diri. Kekalahannya di pemilu legislatif tahun 2014 lalu dinilai akan menjadi modal untuk bahan evaluasi pada pemilu tahun ini.

“Saya akui memang berat, selain harus berhadapan dengan petanaha kursi dapil Bengkong dan Batuampar ini berkurang dari 9 menjadi 8 kursi karena ada penambahan dapil. Tapi saya optimistis akan menang,” katanya.

Kemudian dari partai diakuinya juga sudah siap. Seluruh kader Partai Hanura Kota Batam sudah sepakat bahwa bersama-sama harus memperjuangkan partai untuk menang dan minimal masuk tiga besar di Batam. Target kursi sendiri menurut dia minimal setiap dapil ada wakil yang terpilih dari dari caleg Hanura. “Kalau target minimal kami bisa meraih kursi pimpinan. Walau berat kami yakin Partai Hanura bisa menang,” katanya.

Sementara Kurniawan Sasmita Khudri, caleg PDI-Perjuangan dapil Batamkota-Lubukbaja, harus membagi waktu antara pekerjaan sebagai pengusaha dan tatap muka dengan pemilih. Selama masa kampanye Pemilu 2019, pria yang berprofesi sebagai pengusaha konstruksi ini membagi waktunya lebih banyak bagi masyarakat. Dia mengusung kampanye kemajuan pendidikan, perbaikan nasib guru dan menjawab berbagai persoalan publik.

Setiap kesempatan tatap muka, calon anggota DPRD Kota Batam itu menerangkan dengan taktis visi, misi dan apa yang akan dia perjuangkan jika duduk sebagai wakil rakyat. Hasilnya, Kurniawan menerima keluh-kesah para guru terutama honorer, orang tua dan sekolah yang aspirasinya bermacam-macam tapi seputar kondisi pendidikan.

Pria lulusan Pria lulusan keuangan dari Iowa State University Amerika Serikat ini ingin menjadi suara yang menyambung harapan para guru dengan langkah yang penuh perubahan.

Berkampanye dari pintu ke pintu, komunitas ke komunitas, ia berjanji mengawal kepentingan guru, memajukan dunia pendidikan dan menyiapkan program pembangunan Sumber Daya Manusia. Visinya juga membesarkan dan memberdayakan masjid, tak cuma sebagai tempat ibadah, tapi juga pemberdayaan ekonomi kerakyatan. “Untuk membuat perubahan, demi kemajuan masa depan generasi muda Batam dan nasib guru yang lebih baik,” ujar dia.

Dari Pintu ke Pintu

Dalam menghadapi masa kampanye terbuka ini para calon legislatif (Caleg) mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk mengaet minat pemilih. Beragam cara dilakukan para caleg mulai dari kampanye dari pintu ke pintu (door to door) atau kampanye terbuka untuk menyampaikan visi-misinya kepada masyarakat.

Ketua DPD Partai Perindo Tanjungpinang Salim yang sekaligus maju sebagai caleg di daerah pilih (dapil) 1 Tanjungpinang Barat-Kota nomor urut 1 mengaku dalam pelaksanaan kampanye terbuka ini akan mengikuti sesuai jadwal. Kemudian, akan mengikuti arahan partai dari pusat. “Kita sih ngikut sesuai jadwal saja,” ujar Salim saat ditemui di Lapangan Pamedan, Tanjungpinang, Minggu (24/3).

Salim menyampaikan, visi misi yang ditawarkan kepada masyarakat ada tiga, yakni meningkatkan usaha menengah dan kecil (UKM) masyarakat, menyediakan bazar murah dan meningkatkan minat baca masyarakat. Visi misi disampaikan dengan cara door to door atau sosialisasi berkelompok di tengah masyarakat. “Apa yang kita sampaikan ini prinsipnya untuk mensejahterakan masyakarat,” ujarnya.

Dia mebuturkan, sebelum turun ke lapangan caleg-caleg Partai Perindo sudah dibekali ketika terjun ke masyarakat. Program itu ditawarkan ke masyarakat saat mengambil aspirasi masyarakat. Salim menilai, sejauh ini Partai Perindo sangat diterima masyarakat, artinya animo masyarakat cukup tinggi kepada Partai Perindo.

“Adapun segmen sasaran Perindo adalah masyarakat golongan menengah ke bawah. Kita datangi dan minta aspirasi dari masyarakat,” kata dia.

Berbeda dengan Reni caleg Partai Hanura nomor urut dua dapil Tanjungpinang Barat-Kota. Reni mengaku saat terjun ke masyarakat tidak menawarkan janji-janji karena takut tidak dapat menepatinya. Dia lebih suka memperjuangkan apa yang dibutuhkan atau permintaan masyarakat.

“Saya pribadi tidak menawarkan apa-apa karena sudah dua periode di DPRD Tanjungpinang. Jadi, saya bekerja sesuai apa permintaan masyarakat, memenuhi itu, tidak ada janji-janji,” kata dia.

Saat ini, kata Reni, ingin fokus kepada persoalan infrastruktur, misalnya jalan, drainase, lampu penerangan jalan sesuai permintaan masyarakat. Menurut dia, di dapilhya saat ini yang dilihatnya persoalan Kota Lama terkait infrastruktur banyak belum memadai, tekait jalan dan lampu penerangan jalan. Begitu juga di pelantar-plantar yang masih kekurangan lampu jalan. Untuk itu, Reni berupaya bagaimana memfokuskan pembangunan Kota Lama agar perekomiannya semakin membaik.

“Itu yang saya perjuangkan, tidak mau muluk-muluk, saya tidak mau meninggalkan janji, saya hanya bekerja sesuai permintaan masyarakat, berusaha semaksimal mungkin memperjuangkannt.

Sementara itu, Ade Angga Ketua Golka Tanjungpinang menyampaikan seluruh caleh Golkar yang maju sudah bergerak di masing-masing dapilnya. Ade menyampaikan Partai Golkar menargetkan sebanyak lima sampai enam kursi dengan komposisi Tanjungpinang Barat-Kota 2 kursi, Bukit Bestari 1 kursi dan Tanjungpinang Timur 2 kursi.

“Seluruh caleg golkar dipatau di masing-masing dapil sudah bergerak, kita terus memberikan semangat, dekati masyarakat, paparkan program,” ujar Ade.

Dia menyampaikan, adapun pendekatan-pendekatan yang dilaksanakan ke masyarakat melalui beberapa segmentasi, misalnya dengan emak-emak (ibu-ibu) lebih suka dialogis atau duduk bersama, dengan anak muda lebih kepada sesuatu yang modern, digitalisasi, pekerjaan dan fokus masa depan, bapak-bapak lain lagi dan pemuda beda lagi. Mengandalkan ketokohan para celeg tersebut.

“Yang jelas dalam Pileg ini kita mengandalkan figur caleg itu sendiri dengan pendekatan sesuai segementasi pemilih,” tutup Ade. ahmad romadi/iwan sahputra/m bunga ashab/chandra gunawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com