SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Merontokkan Keagungan Piala Dunia

  • Reporter:
  • Senin, 21 Mei 2018 | 15:47
  • Dibaca : 110 kali
Merontokkan Keagungan Piala Dunia

PRANCIS – Mantan Presiden UEFA Michel Platini sedang menebar angin untuk merontokkan keagungan Piala Dunia.

Mantan pemain tim nasional Prancis itu mengaku bahwa hampir setiap tuan rumah Piala Dunia pasti mengambil keuntungan. Seandainya yang bicara bukan Platini mungkin masih bisa diperdebatkan. Namun, ini adalah Platini yang pernah menjadi bagian dari timnas Prancis dan panitia pelaksana lokal Piala Dunia di Prancis, maka pernyataannya tentu tidak bisa diabaikan.

Menurut dia, banyak tuan rumah melakukan kecurangan. Bisa jadwal, undian, lokasi pertandingan, dan masih banyak lagi, termasuk saat Les Bleus menjadi juara Piala Dunia 1998. “Kami tidak menghabiskan enam tahun mempersiapkan Piala Dunia tanpa melakukan íkecuranganí sedikit pun.

Memangnya kalian pikir tuan rumah yang lain tidak melakukannya?” kata Platini kepada France Bleu Sport, dikutip Guardian . Salah satunya adalah skenario untuk tidak mempertemukan Prancis dan Brasil pada babak awal. Harapannya, kedua tim akan bertemu di babak final. Alas an nya, Prancis dan Brasil pada final merupakan keinginan semua orang.

Menurut Platini, tidak sulit untuk membuat skenario tersebut. Tinggal menempatkan mereka terpisah yang tak memung kinkan bertemu pada awal. “Misalnya. Jika Prancis berada di Grup A (misalnya) dan Brasil di Grup L (contohnya) atau di F sehingga jika mereka berdua menjadi juara grup, tak akan bertemu. Itu saja itu sederhana,” papar Platini.

Terkait pengaturan Piala Dunia sebenarnya bukan isu baru. Beberapa waktu lalu muncul kabar tentang pengaturan Piala Dunia 2002. Korea Selatan dan Jepang menjadi tuan rumahnya. Kabarnya pada setiap pertandingan Korea Selatan diduga telah terjadi pengaturan skor. Aktor yang diduga terlibat adalah Mantan wakil presiden FIFA Jack Warner.

Dia menjadi tersangka utama karena telah menginstruksikan wasit asal Me sir Gamal Al Ghandour yang memimpin pertandingan Korea Selatan melawan Spanyol. Gamal menganulir dua gol Spanyol. Pada pertandingan tersebut Korea Selatan berhasil menyingkirkan Spanyol dalam drama adu penalti dengan skor 5-3 pada babak 8 besar.

Warner juga diduga meminta wasit Bryon Moreno untuk memenangkan Korea Selatan saat menghadapi Italia. Ketika itu Moreno memberi kartu merah Francesco Totti yang membuat Italia kalah 1-2 pada babak 16 besar. Ahn Jung Hwan saat merayakan gol yang dicetaknya ke gawang timnas Italia pada Piala Dunia 2002.

Warner juga mengatur laga Korea Selatan menghadapi Portugal dengan meminta wasit Angel Sanchez memberikan kartu merah pada dua pemain Portugal, yakni Beto dan Joao Pinto dan membuat Korea Selatan menang 1-0. Korea Selatan kemudian melangkah hingga babak semifinal.

Sayangnya, mereka gagal ke partai final setelah kalah 0-1 dari Jerman pada babak semifinal. Di Jerman, Franz Beckenbauer yang menjadi pelaksana tuan rumah Piala Dunia harus mendapat sanksi dari FIFA. Penyebabnya, Beckenbauer dinyatakan terlibat dalam skandal korupsi ketika memimpin panitia di Jerman menggelar Piala Dunia 2006 di negara mereka.

Saat Piala Dunia 1978 ka – rena Argentina selalu bermain pada malam hari agar bisa mengetahui situasi mereka di klasemen grup. Piala Eropa juga tak kering isu. Misalnya saat Inggris dianggap diuntungkan karena selalu bermain di Sta dion Wembley pada Piala Eropa 1996, yang membuat mereka mampu menghemat tenaga.

ma’ruf

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com