SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mesin PLN Rusak, Tambelan Gelap Terancam Gulita saat Lebaran

  • Reporter:
  • Selasa, 20 Juni 2017 | 13:00
  • Dibaca : 190 kali
Mesin PLN Rusak, Tambelan Gelap Terancam Gulita saat Lebaran
ilustrasi

TAMBELAN – Masyarakat Tambelan terancam merayakan Idul Fitri dalam suasana gelap gulita. Pasalnya, salah satu mesin pembangkit atau genset milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Tambelan rusak. Bahkan, PLN telah melakukan pemadaman bergilir sejak Sabtu (17/6) lalu.

Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Tambelan (KKT) Tanjungpinang Robi Patria mengatakan, jika PT PLN Tanjungpinang tidak segera mengirimkan teknisi untuk memperbaiki mesin genset yang rusak, maka dipastikan warga Tambelan lebaran gelap gulita. Karena listrik saat ini hidupnya bergiliran.

Menurut dia, PLN maupun pemerintah sepertinya tidak serius memperhatikan listrik di kecamatan terjauh di Kabupaten Bintan tersebut, yang berjarak 250 mil laut. Sehingga sampai sekarang listrik di Tambelan selalu bermasalah. Padahal bukan hidup 24 jam, tapi cuma 12 jam dalam sehari. Itupun masih mati bergiliran.

“Kasihan warga yang beribadah selama ramadan harus bergelapan. Mereka yang berjualan kue untuk lebaran juga harus menunggu giliran listrik menyala baru bisa memasak kue. Inikan menganggu kenyamanan warga,” ujar Robi, Senin (19/6).

Hal senada diungkapkan Saut, salah seorang warga Tambelan. Dia meminta PLN Tambelan profesional dalam melayani pelanggan. Dengan memastikan listrik hidup 12 jam per hari tanpa pemadaman bergilir.

Menurut dia, PLN cabang Tanjungpinang sempat memperbaiki kerusakan teknis pada mesin pembangkit listrik di PLN Tambelan, bulan lalu. Namun, kata dia, mesin tersebut kembali rusak, Sabtu kemarin.

“PLN juga tidak disiplin ketika menyalakan listrik, yang seharusnya menyala pukul 17:00 kadang lewat sampai 10 menit,” katanya.

Saut mengatakan, masyarakat sudah cukup sabar dengan kondisi listrik di Tambelan, khawatirnya jika kesabaran tersebut habis.

“Kondisi listrik di Tambelan ini tak ada perubahan sama sekali, dari era orde lama hingga kini. Pelayanan listrik hanya 12 jam dari Senin-Sabtu, sementara Minggu yang dulunya menyala 24 jam, sekarang hanya 12 jam,” terangnya.

Sementara, Humas PT PLN Cabang Tanjungpinang Arif Rahman mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan satu orang teknisi untuk segera memperbaiki kerusakan.

“Hari ini (kemarin) berangkat, naik kapal subsidi dari Pemkab Bintan melalui Tanjungpinang,” kata Arif.

Ia berharap, pemadaman bergilir tidak berlanjut karena mesin akan segera beroperasi normal. “Kami targetkan Kamis (22/6) sudah menyala normal kembali. Bahkan kalau bisa Rabu (21/6) sudah pulih,” ujarnya.

Warga diimbau tidak perlu khawatir. Pihaknya optimis, teknisi yang dikirim mampu mengatasi kerusakan mesin.

“Teknisi yang kami kirim sudah teruji, tangguh, sangat senior, insyaallah mampu mengatasi,” ungkapnya.

Atas nama PLN, pihaknya meminta maaf kepada warga atas pelayanan yang tidak menyenangkan. Dia juga mengaku tidak mengetahui kerusakan mesin gensetnya pada bagian mana, sehingga dilakukan pemadaman bergilir.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com