SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mesin Southwest Meledak, Satu Penumpang Tewas

  • Reporter:
  • Jumat, 20 April 2018 | 14:51
  • Dibaca : 148 kali
Mesin Southwest Meledak, Satu Penumpang Tewas

PHILADELPHIA –Tragedi penerbangan nyaris menimpa pesawat maskapai Southwest Airlines di Amerika Serikat (AS). Mesin pesawat berpenumpang 149 orang itu meledak saat terbang di udara.

Beruntung, walaupun hanya de ngan satu mesin, kerusakan di sayap, dan jendela berlubang, sang pilot berhasil men darat kan pesawat secara mulus di Philadelphia. Namun satu penumpang menjadi korban dalam insi den tersebut. Jennifer Rior dan, ibu dua anak dan wakil pre si den bank Wells Fargo di Albu quergue, New Mexico, terluka parah setelah hampir tersedot keluar akibat jendela pesawat pecah. Dia meninggal saat men dapatkan perawatan di rumah sakit. Tujuh penumpang lainnya juga mengalami luka-luka. Selain mengakibatkan turbu lensi hebat akibat turunnya tekanan udara di kabin, ru saknya satu mesin pesawat juga mengakibatkan pesawat me nu – kik tajam.

Menurut situs pe lacak penerbangan Flight radar – 24, pesawat menurun dari 31.684 kaki menuju 10.000 kaki dalam 5 menit. CEO Southwest Gary Kelly menyebut ke celakaan tersebut merupakan kali pertama sejak maskapai itu 51 tahun beroperasi. Hingga kemarin Badan Kese lamatan Transportasi Na sional Amerika Serikat (NTSB) belum memastikan penyebab rusaknya mesin pesawat. Du gaan awal, mesin mengalami kele lahan logam atau metal fatigue. Mereka menegaskan akan menyelidiki secara serius peristiwa yang tidak biasa ini. Namun sebelumnya, pada 2017, Badan Penerbangan Fe deral (FAA) per nah menge luar kan per ingat an adanya ke ru sakan me sin Southwest pada Agustus 2016.

Peristiwa ini terjadi sekitar 20 menit setelah pesawat Boeing 737-700 lepas landas dari Bandara La Guardia di New York pada pukul 10.27 pagi menuju Dallas, Texas. Selain mem bawa 143 penumpang, dalam pesawat juga terdapat 5 awak kabin dengan pilot Tam mie Jo Shults, seorang mantan penerbang F-18 SuperHornet milik Angkatan Laut AS. Berdasar keterangan saksi mata, insiden dimulai dengan meledaknya mesin pesawat di sisi kiri dan kemudian ada ba – gian pesawat terlempar menghan tam satu kaca jendela hingga pecah. Kondisi ini me nye bab – kan tekanan di dalam kabin menu run.

Jennifer Riordan yang ber ada pada posisi ter dekat dengan jendela yang ber lubang pun tersedot keluar. Dia ber ha – sil ditarik kembali oleh pe num – pang lain yang me nolong. “Pertama terdengar suara ledakan dan alat oksigen keluar. Sekitar 10 detik kemudian, mesin pesawat menghantam kaca jendela dan seorang penum – pang tersedot keluar. Saya melihat penumpang di samping kor ban yang tersedot berusaha sekuat tenaga memeganginya (Riordan),” ujar Marty Mar tinez, salah satu penumpang. Aksi penyelamatan Riordan mengakibatkan pria yang berada di sampingnya juga ber darah pada kedua tangannya. Beberapa penumpang lain ber usaha menempatkan pakaian dan jaket untuk menutupi jendela yang berlubang.

Ketika aksi penyelamatan itu berlangsung. Hampir semua orang di dalam pesawat seperti gila karena berteriak dan mengalami ketakutan yang luar biasa. “Tapi pria yang belum di – ketahui identitasnya yang menye lamatkan Riordan tetap tenang. Pria itu berusaha men – jaga se te lah Riordan bisa diselamatkan. Banyak darah di mana-mana,” ujar Martinez kepada CBS News. Martinez juga meng ungkap kan, ketika pesawat semakin menukik turun, dia lang – sung mengaktifkan internet un tuk berkomunikasi dengan dunia luar. Dia menceritakan bahwa dirinya menghirup udara berbau asap dari luar yang ma suk ke dalam pesawat. “Ketika terjadi ledakan, ada pengumuman dari pilot. Tapi kami tidak mende ngar nya,” kata Amy Serafini, pe numpang pe sawat, kepada CNN.

Penumpang lain Timothy Bournam yang posisi duduknya dekat jenderal mengaku men – de ngar ledakan keras secara tiba-tiba. Pendeta dari New York merasa pesawat langsung turun hingga 100 kaki. Dia juga merasa pilot mengalami kesulitan mengendalikan pesawat. Dia langsung berpikir tentang kondisi terburuk. “Saya sejujurnya berpikir kita semua akan jatuh,” sebutnya. Adapun penumpang nahas, Riordan, sebenarnya sedang dalam perjalanan pulang sete lah menghadiri pertemuan bis nis di New York. Dia juga sempat menulis status di Twitter pada Senin (16/4) dengan latar hotel tempatnya menginap di Midtown Manhattan.

“Bisnis yang hebat,” tulisnya pada keterangan foto. Akun Facebook Riordan menunjukkan bahwa dia sudah menikah dan memiliki dua anak. Dia menjadi penumpang pesawat komersial AS pertama yang meninggal sejak 2009. Walaupun dengan kondisi pe sawat seperti itu, pesawat akhir nya bisa mendarat dengan se lamat di bandara inter na sional Philadelphia pada 11.20 siang. Kondisi ini terjadi berkat kemampuan dan ketenangan sang pilot yang terbiasa me ner – bangkan pesawat tempur dengan kecepatan 150 mil per jam. Dalam rekaman percakapan yang dirilis NBC News, sang pilot perempuan Tammie Jo Shults mengatakan, “Kita memiliki be – berapa bagian pesawat yang hilang. Kita butuh mendarat de – ngan pelan.” Ke tika ditanya apa – kah pesawat ter ba kar, dia tidak menjawab.

“Me reka menga takan ada lu bang dan seorang pe – numpang ter se dot keluar pe sa – wat,” kata Shults. Saat berkomunikasi dengan petugas pengatur lalu lintas udara, Shults juga berbicara de – ngan tenang. Dia juga mengungkapkan akan membu tuh – kan ambulans di landasan. Ke – mampuan pilot berusia 56 tahun itu mendaratkan pesawat dengan satu mesin dan kondisi pesawat berlubang kontan menuai pujian. Banyak penumpang pesa – wat yang memuji keberanian Shults dalam mendaratkan pesawat. Mereka juga meng ucap – kan te ri ma kasih atas per juangannya me nyelamatkan banyak pe num pang lain. “Pilot Tammy Jo itu sangat menakjubkan. Dia men daratkan kita di Phila del phia,” kata salah satu penum pang Southwest, Amanda Bour man, yang diunggah di Instagram.

Shults, perempuan asal New Mexico, pernah menjadi instruktur sebelum memilih pensiun dari Angkatan Laut AS pada 1993 dan bergabung dengan Southwest. Dia selalu bermimpi menjadi pilot. Tapi se telah kuliah kedokteran di Kansas, dia men daf tar ke Angkatan Udara AS. Tapi dia tidak diizinkan untuk menerbangkan pesawat. Ke mu dian dia masuk ke Angkatan Laut AS dan ter – nyata diizinkan me ner bangkan pesawat.

Baling-baling Lepas

Ketua NTSB Robert Sum – walt mengungkapkan, pe nyi – dik an sementara menunjukkan satu baling-baling mesin dari total 24 baling-baling pesawat Southwest 1380 hilang akibat ledakan. Beberapa bagian me – sin pesawat jatuh di Bernville, Pennsylvania, sekitar 70 mil dari bandara Philadelphia. Namun apa penyebab ledak – an, NTSB belum bisa me mas ti – kan. Berdasar pemeriksaan awal terhadap mesin pesawat jet yang rusak, indikasi me nun – jukkan adanya metal fatigue atau kelelahan logam. NTSB send iri masih akan melakukan penyidikan yang diperkirakan akan berlangsung selama 12 hingga 15 bulan mendatang. “Ini insiden yang tidak biasa. Kita akan mengambil langkah serius,” kata Sumwalt seperti dilansir Reuters.

“Insiden ini se ha – rus nya tidak terjadi. Kita ingin mencari kenapa hal ini bisa ter – jadi sehingga langkah preventif bisa dilakukan,” tandasnya. Ternyata situasi serupa per – nah terjadi pada pesawat Southwest 3742 yang mesinnya meledak dua tahun lalu. Dalam ke – dua insiden tersebut, bagian de – pan penutup mesin sama-sama meledak. Saat dimintai konfir – masi mengenai kemi rip an kasus Southwest 3472 dan 1380, Sum walt menyatakan masih ter lalu dini untuk me na rik teori paralel di antara kedua insiden.

Untuk diketahui, insiden pesawat Southwest 3472 terjadi pada 27 Agustus 2016. Pe sawat yang tengah terbang dari New Orleans menuju Orlando, Florida, itu juga mengalami le – dakan mesin. Serpihan memicu lubang berukuran 12 x 40 cm di atas sayap pesawat. Pesawat ber hasil mendarat dengan selamat dan tidak ada korban jiwa. Kala itu NTSB menyebut satu bilah baling-baling terlepas kare na metal fatigue. Setelah kejadian itu Oto ri tas Penerbangan Federal AS (FAA) telah menginstruksikan pemerik saan baling-baling me sin jenis CFM56-7B untuk me nge tahui ada tidaknya metal fatigue dengan menggunakan teknik ultrasound. Pihak CFM Inter nasional yang dimintai konfirmasi menyatakan bahwa model mesin mereka memiliki catatan dan keselamatan luar biasa se jak ber operasi pada 1997.

Me sin me re ka telah memperkuat lebih dari 6.700 pesawat di se lu ruh dunia. CFM Internasional meru pakan perusahaan joint venture Ge ne ral Electric dan Safran, per usahaan asal Prancis. Ada pun CEO Southwest Gary Kelly menyatakan Southwest 1380 terakhir diperiksa pada 15 April lalu. Mesin yang digunakan South west 1380 juga telah ber operasi selama 40.000 putaran. Bagi maskapai Southwest Air lines, insiden yang memakan korban jiwa ini merupakan yang pertama bagi maskapainya da lam 51 tahun sejarah berdirinya maskapai ini. Kepala Southwest Airlines Gary Kelly kepada wartawan menuturkan, tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan pada pesawat itu ketika diadakan pemeriksaan rutin pada Minggu(15/4).

Menurut dia, pesawat itu telah mencatat 40.000 kali take- off dan landing sejak dibeli pada 2000. Adapun Boeing menyatakan akan mem berikan bantuan jika di min ta dan atas arahan NTSB. Boeing 737 merupakan pe sawat yang paling laris terjual.

Andika hendra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com