SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Minim Guru, Anambas Tak Bisa Full Day School

  • Reporter:
  • Selasa, 18 September 2018 | 15:11
  • Dibaca : 87 kali
Minim Guru, Anambas Tak Bisa Full Day School
Ilustrasi foto Teguh Prihatna.

ANAMBAS – Murid sekolah dasar dan SMP di Anambas belum menjalani Full Day School atau sekolah lima hari karena kurang guru dan sarana.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Kepulauan Anambas Asiah menyatakan belum bisa menerapkan kebijakan Full Day School sesuai instruksi Kementerian Pendidikan. “Sarana, prasarana dan SDM (tenaga pengajar) belum siap,” ujar dia, kemarin.

Pemkab Anambas sejauh ini menerapkan sistem lama dan libur hari Minggu untuk SD dan SMP. Sementara, kegiatan belajar dalam Full Day School selama delapan jam sehari dari pagi dan pulanv jam 16.00. Murid libur hari Sabtu dan Minggu.

Namun sejauh ini ada beberapa SMA dan SMK di kabupaten paling utara Indonesia itu mulai menerapkan Full Day School meski belum semua. Rata-rata sekolah tersebut berlokasi di Kecamatan Palmatak.

“Kami dapat informasi, SMA dan SMK di Kecamatan Palmatak sudah menerapkan full day school. Tetapi SMA/SMK sudah kewenangan Pemprov Kepri. Kenyataan yang kita lihat, SMA/SMK di kecamatan lain juga belum menerapkan program itu,” katanya.

Asiah beralasan penerapan belajar delapam jam di Anambas masih terkendala sarana dan prasana yang belum memadai. Yang paling utama jumlah guru yang belum mendukung.

Melihat kenyataan itu, Dinas mengaku tidak tahu kapan kebijakan Full Day School bisa diterapkan di Anambas. Asiah menambahkan kini pihaknya lebih fokus meningkatkan kualitas guru lewat program pelatihan. “Tanpa tambahan guru dan peningkatan kualitas, sulit menerapkan (Full Day School) langsung,” ujar dia.jhon munthe

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com