SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Minim Tenaga Kerja, Puskesmas di Batam Juga Belum Terakreditasi

  • Reporter:
  • Jumat, 31 Maret 2017 | 13:13
  • Dibaca : 342 kali
Minim Tenaga Kerja, Puskesmas di Batam Juga Belum Terakreditasi
ilustrasi

SEKUPANG – Pemko Batam berusaha mengakreditasi seluruh puskesmas di Batam. Dari 17 puskesmas yang ada, tak satupun terakreditasi. Padahal hal ini sangat penting, karena tujuannya lebih kepada peningkatan mutu pelayanan, berorientasi pada aspek keamanan pasien, efektivitas tindakan, kesesuaian dengan kebutuhan pasien, serta efisiensi biaya.

Selain itu, tenaga kerja di puskesmas juga minim. Sementara terkait sumber daya manusia (SDM) merupakan sebagai salah satu syarat menuju akreditasi. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkses) Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, guna mendapatkan akreditasi puskesmas harus memenuhi standar operasional mulai dari segi kesiapan tenaga kerja hingga pelayanan publik yang maksimal. “17 Puskesmas masih kekurangan tenaga kerja atau tidak lengkap sesuai standar,” ujarnya di Sekupang, Kamis (30/3).

Dari hasil pantauan di beberapa puskesmas yang ada, masih banyak kekurangan yang ditemukan. Dia mencontohkan, seperti kurangnya beberapa tenaga medis seperti dokter umum, petugas analisa medis, tenaga perekam medis, sopir Ambulan dan petugas kebersihan. “Padahal tenaga-tenaga itu masih dibutuhkan di 17 puskesmas tersebut,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya sudah mengajukan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk diadakan. Karena rekrutmen tenaga kerja tidak lagi di dinas melainkan di BKD.
“Nanti kami terima lamaran sebanyak mungkin lalu diserahkan ke BKD,” katanya.

Didi menambahkan, petugas yang paling dibutuhkan adalah sopir ambulan. Karena, saat ini hanya ada satu sopir ambulan setiap Puskesmas. Idealnya satu puskesmas itu memiliki tiga hingga empat sopir, sehingga pelayanan 24 jam bisa dirasakan masyarakat. “Begitu juga petugas kebersihan, sebab masih ada petugas medis yang membersihkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menargetkan puskesmas yang beroperasi saat ini memiliki layanan rawat inap guna memberikan pelayanan kesehatan maksimal kepada masyarakat. “Kami ingin seluruh puskesmas memiliki rawat inap. Baik itu 17 puskesmas yang sudah ada dan dua puskesmas baru,” ujarnya, belum lama ini.

Dia meminta Kepala Dinkes untuk menginventarisir kebutuhan yang perlu dilengkapi agar semua Puskesmas memiliki layanan rawat inap, termasuk kebutuhan pegawai baru.

Puskesmas rawat inap dibutuhkan untuk mengurangi beban RSUD Embung Fatimah, juga mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat ke tiap puskesmas yang ada pada seluruh kecamatan. Selain menargetkan Puskesmas dengan layanan rawat inap, Wali Kota juga berkeinginan RSUD Embung Fatimah bertaraf internasional.
“Karena ini Batam, tarafnya harus internasional, bukan nasional lagi,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com