SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Minimalisir Kelangkaan Elpiji Bersubsidi, Sita Tabung Epiji dari Pengecer

  • Reporter:
  • Senin, 2 Desember 2019 | 11:17
  • Dibaca : 100 kali
Minimalisir Kelangkaan Elpiji Bersubsidi, Sita Tabung Epiji dari Pengecer
Petugas Pertamina dan Disperindag Batam menyita 15 tabung elpiji bersubsidi dari pengecer sepanjang jalan di Simpang Barelang, Jumat (29/11).

SAGULUNG – Pertamina bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam menyita 15 tabung elpiji bersubsidi dari pengecer sepanjang jalan di Simpang Barelang, Jumat (29/11). Langkah tegas dilakukan untuk meminimalisir kelangkaan gas elpiji belakangan ini.

“Tim menemukan 15 tabung yang dijual oleh pengecer dan langsung dilakukan penyitaan,” kata Sales Branch Manager Pertamina Kepri William Handoko, Minggu (1/12).

Ia mengatakan, pendistribusian gas melon tersebut ke masyarakat berakhir di pangkalan dan tidak ada istilah pengecer. Pihaknya mengimbau masyarakat agar membeli gas elpiji tiga kilogram di pangkalan dengan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.000.

“Jika masyarakat mengetahui adanya permainan oleh pangkalan harap segera melaporkannya kepada Pertamina melalu contact center 135. Ketika ada pangkalan yang terbukti melanggar aturan, pasti kami jatuhkan sanksi tegas,” katanya.

Pertamina, katanya, sudah memberikan kuota gas melon sekitar 10 ribuan per hari untuk 490 pangkalan di Sagulung dan Batuaji. Jumlah tersebut tergolong besar dibandingkan daerah yang lainnya. Sedangkan kuota seluruh pangkalan di Kota Batam 36.760 tabung per hari.

“Bahkan kami sudah beri lebih dari jumlah masyarakat di setiap pangkalan. Luar biasa kan. Jadi tidak ada kelangkaan di lapangan,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini sudah terbentuk satuan tugas (Satgas) yang terdiri dari Pertamina, agen dan pangkalan gas tiga kilogram di Sagulung dan Batuaji. Para agen dan pangkalan setiap hari wajib melaporkan stok gas yang masih tersedia untuk memudahkan pengawasan.

“Satgas ini dibentuk 1 November 2019. Laporan dari pangkalan akan menjadi bahan evaluasi untuk memaksimalkan penyaluran,” katanya.

Pertamina juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mampu agar beralih ke bright gas non subsidi. Selain itu, Wiliam juga mengimbau untuk restoran, rumah makan, hotel dan usaha menengah ke atas tidak menggunakan elpiji tiga kilogram. Karena gas melon hanya untuk masyarakat kurang mampu.

“Segera beralihlah. Taubatlah segera. Apalagi kalau sudah pakai mobil yang mewah. Kalau masih gas tiga kilogram, taubatlah segera,” katanya.

Sebelumnya, Polda Kepri turut mengawasi distribusi elpiji 3 kilogram yang langka sebulan terakhir. Kepolisian mendapat laporan berbeda dari agen pangkalan soal pasokan.

“Dari hasil (pengecekan) di lapangan didapati kalau kelangkaan gas melon 3 kilogram bukanlah akibat adanya praktik penimbunan,” ujar Kasubdit IV Ditreskrimsus, Kompol Wiwid.

Menurut Wiwid, kelangkaan gas subsidi itu membuat kepolisian terus mengawasi pasokan hingga mengecek langsung di lapangan. Dari laporan yang diperoleh Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri dari agen pangkalan, hasilnya berbeda dari keterangan Pertamina. Pengakuan para agen kelangkaan gas melon disebabkan adanya pengurangan pasokan dari kuota biasanya.

“Pangkalan bilang biasanya kuota sekali kirim tersebut sekitar 150 tabung, tapi sekarang hanya di kisaran 100 tabung saja,” ungkap Wiwid.

Menurut dia, anggotanya yang mengecek langsung kondisi di kawasan Batuaji. Ia juga berharap masyarakat dapat memberikan informasi, apabila mendengar atau melihat praktik penimbunan gas elpiji 3 kilogram. “Langsung informasikan pada kami,” ujarnya.

Informasi dari masyarakat sangat berguna untuk menindak segala bentu penyelewengan gas yang diperuntukan bagi masyarakat pada kalangan bawah tersebut. “Ada informasi dari masyarakat kami akan turun,” ujarnya.

Pihaknya selalu memonitor keluhan masyarakat melalui berbagai media massa. Bukan hanya keluhan kelangkaan gas saja, pihaknya juga beberapa waktu lalu mengecek kelangkaan solar juga.

“Ada informasi kelangkaan, anggota saya langsung cek ke lapangan untuk mengetahui benar apa tidaknya ada kelangkaan tersebut,” ujarnya.

Wiwid menegaskan, kepolisian akan melakukan tindakan tegas bagi orang-orang yang mencoba menyelewengkan solar maupun gas melon. Karena pihak kepolisian akan selalu memantau dan mengawasi setiap ada kelangkaan gas maupun solar.

“Jangan main-main terkait hal ini, karena ini kepentingan masyarakat banyak terutama masyarakat yang membutuhkan,” katanya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com