SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Misi Penakluk Eropa

  • Reporter:
  • Rabu, 14 Februari 2018 | 17:17
  • Dibaca : 58 kali
Misi Penakluk Eropa

MADRID– Paris Saint-Germain (PSG) tak pernah menjadi lawan mudah untuk Real Madrid, bahkan saat mereka belum memiliki Neymar Junior dan Kylian Mbappe. Hal ini jika mengacu pada data head to head versi UEFA dalam enam pertemuan terakhir.

Statistik yang merujuk pada pertemuan resmi di ajang Liga Champions tersebut memperlihatkan dalam enam per temu – an kedua tim membagi rata ke menang – an 2-2-2. Bedanya, PSG lebih unggul produktivitas, 6-7. Sekarang, ketika PSG memiliki Neymar, Mbappe, dan Edinson Cavani, tak berlebihan jika Los Blancos ekstrawaspada. Ketiga pemain yang sering diasing – kan dengan MCN (Mbappe, Cavani, Neymar) itu menjadi mesin pembunuh mematikan di Eropa dan kompetisi domestik. Di Liga Champions, PSG menjadi tim tersubur dengan 25 gol, yang berhasil dicetak sepanjang penyisihan grup.

Sementara di Ligue 1, PSG berhasil menciptakan 76 gol. Jumlah tersebut menempatkan PSG di posisi runner-up tim paling produktif dibandingkan klub lain di lima kompetisi Eropa. Pasukan Uni Emery hanya kalah dari pemuncak klasemen Liga Primer, Manchester City (79). Hebatnya, produktivitas PSG itu tidak bertumpu kepada satu pemain, tapi tiga sekaligus, yakni Neymar, Cavani, dan Mbappe. Cavani sebagai vocal point di lini depan dan menjadi top skor Ligue 1 serta runner-up di Liga Champ ions karena hanya kalah dari Cristiano Ronaldo.

Neymar dan Mbappe sebagai pengawal dengan gol assist yang memanjakan striker asal Uruguay tersebut. Sekarang bandingkan dengan Madrid. Okelah, produktivitas mereka tidak buruk karena masih berada di posisi tiga besar tim paling produktif di Liga Champions. Madrid, meski tersengal-sengal di peringkat 4 Primera Liga, masih menjadi tim tersubur kedua di bawah Barcelona. Masalahnya, mereka memiliki ke tergantungan besar kepada seorang Ronaldo. Lihat saja, dari 17 gol yang dicetak Madrid sepanjang penyisihan grup Liga Champions, sembilan di antaranya berasal dari Ronaldo.

Sementara dari 50 gol di Primera Liga, 11 di antaranya menjadi milik pemain yang biasa disapa CR7 tersebut. Belum lagi melihat kiprah mereka di penyisihan grup. Madrid mengakhiri penyisihan Grup H di bawah Tottenham Hotspur, sedangkan PSG finis di atas Bayern Muenchen (Grup B). Jadi? “PSG semakin baik dari tahun ke tahun. Mereka berubah. Mereka mengalami tahun luar biasa. Tapi, itu tidak mengejutkan saya. Mbappe adalah pemain luar biasa,” kata Pelatih Madrid Zinedine Zidane, dikutip Marca. Namun, Santiago Bernabeu yang akan menjadi panggung pertemuan kedua tim sangat angker sepanjang pergelaran Liga Champions.

Total, dari 19 pertandingan terakhir, Los Blancos belum tersentuh kekalahan. Mereka mengantongi 16 kali menang dan hanya tiga imbang. Tim terakhir yang menga – lah kan Madrid di kandang adalah Schalke 04 pada 2015. Madrid juga penakluk Eropa. Tidak ada tim yang memiliki gelar Liga Champ – ions sebanyak koleksinya. Tak ada tim yang bisa melakukan back to back gelar Liga Champions kecuali Madrid. Gelandang jangkar Madrid Toni Kroos ingat betul bagaimana musim lalu mereka berhasil melewati fase sulit dan lawan sulit. Kroos juga sangat ingat saat Madrid menyingkirkan Bayern Muenchen, Atletico Madrid, dan Juventus di final.

“Saya sangat menantikan pertandingan nanti. Tentu akan sulit karena PSG tim hebat, begitu juga kami,” ungkapnya. Faktor mental dan pengalaman di Liga Champions itulah yang membuat Emery tak mau terlena dengan kondisi Madrid. Mereka ingat bagaimana saat disingkirkan Barcelona meski sudah unggul di leg pertama. “Tim ini lebih siap musim ini daripada tahun lalu,” ujar Emery, di Camp des Loges yang bersalju.

Emery mengatakan, Neymar mendapatkan istirahat cukup dan siap bermain melawan Madrid. “Neymar telah berlatih dengan baik. Semuanya baik-baik saja. Kami telah mengatur waktu bermainnya dengan hati-hati,” tandasnya.

Ma’ruf

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com