SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Modus Berikan Pelajaran Hipnoterapi, Oknum Guru Cabuli Enam Siswa

  • Reporter:
  • Jumat, 6 September 2019 | 12:14
  • Dibaca : 227 kali
Modus Berikan Pelajaran Hipnoterapi, Oknum Guru Cabuli Enam Siswa
ilustrasi

BATAMKOTA – Su, oknum guru di SD Shabilla, Perumahan Villa Pesona Asri, Batam Centre dilaporkan ke polisi karena kasus pelecehan seksual dan pencabulan. Modus memberikan pelajaran hipnoterapi, enam siswi menjadi korban pencabulan.

Peristiwa bejat yang dilakukan oleh oknum guru ini terungkap setelah salah seorang korban melaporkan kasus yang dialami kepada orang tua. Mendapat informasi prilaku tak senonoh yang dialami anaknya, orang tua lalu melaporkan kepada kepala sekolah. Dari hanya satu laporan, masuk laporan berikutnya dan didapati ada enam siswi yang menjadi korban.

Pantauan KORAN SINDO BATAM di lapangan, kedatangan para orang tua disambut Kepala Sekolah, Abu Suja Muzaki dan Komisioner KPPAD Kepri Erry Syahrial. Para orang tua melaporkan peristiwa yang dialami anaknya dan meminta sekolah bersikap tegas kepada pelaku pelecehan.

Abu mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari orang tua terkait pelecehan yang dilakukan oknum guru bernama Suharyono kepada beberapa siswa.

“Sudah kita terima laporannya dan yang bersangkutan sudah kami berhentikan dari sekolah ini,” katanya.

Berdasarkan laporan orang tua, katanya, pelaku memberikan pelajaran hipnoterapi kepada korban. Pelaku menutup mata korban dan melakukan pelecehan dengan meremas payudara dan menggesekkan kelamin korban.

“Kemudian kami memanggil guru tersebut dan melakukan konfirmasi. Dan kami tidak bisa menerima penjelasan apapun karena memang melanggar kode etik dan kami berhentikan dengan tidak hormat,” katanya.

Ia juga mengaku kaget atas perilaku oknum guru tersebut. Sehari-hari, katanya, oknum guru yang biasa disapa Mulyadi ini adalah guru yang berprestasi, sopan dan ramah kepada siswa dan guru yang lainnya.

“Pelaku sudah empat tahun mengajar dan sudah memiliki istri serta tinggal di mes yayasan. Kami juga menghubungi KPPAD dan kepolisian untuk melakukan pendampingan,” katanya.

Ketua KPPAD Kepri Erry Syahrial meminta kepolisian untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut dan bersedia mengawal kasus tersebut hingga selesai.

KPPAD, sambungnya, sudah mendengar keterangan dari korban dan orang tuanya. Pihaknya tidak memberikan toleransi kepada oknum-oknum yang melakukan pencabulan dan pelecehan.

“Seharusnya guru menjadi pelindung. Ini justru yang melakukan pencabulan. Kami juga meminta sekolah swasta agar selektif lagi dalam menyeleksi guru,” katanya.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan polisi (LP) terkait kasus pelecehan seksual dan pencabulan terhadap siswi SD swasta di kawasan Batam Centre.

“LP-nya sudah ada. Ini kami langsung bergerak cepat menindaklanjuti kasusnya,” kata Andri. iwan sahputra/dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com