SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Momen Tersulit

  • Reporter:
  • Rabu, 1 November 2017 | 16:00
  • Dibaca : 82 kali
Momen Tersulit

LONDON– Kapasitas Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane sedang diuji. Pelatih asal Prancis itu disebut sudah mulai kehilangan sentuhan ajaibnya setelah membawa Los Blancos mendapatkan banyak gelar musim lalu.

Kekalahan 1-2 dari tim promosi Primera Liga Girona di Estadi Municipal de Mon tilivi, Girona, membuat Los Blancos tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen Barcelona. Secara teori, berat Zidane bisa membawa timnya mempertahankan gelar Primera Liga.

Apa yang dialami Zidane mirip seperti Jose Mourinho setelah memenangkan Primera Liga 2011/2012. Pada laga ke-10 Madrid era Mourinho tertinggal delapan poin di Barcelona. Mourinho gagal membawa tim dari situasi sulit sehingga gagal mempertahankan gelar. Inilah tantangan pelatih berusia 45 tersebut.

Bagaimana membawa Madrid keluar dari tekanan. Situasi tak kalah rumit juga menimpa di Madrid pada Liga Champions. Di Grup H, mereka menempati peringkat 2 klasemen sementara di bawah Tottenham Hotspur, setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 di Santiago Bernabeu.

Meski sama-sama memiliki nilai tujuh dan agregat 7-2, Tottenham berhasil mendapat angka di kandang Madrid. Namun, Madrid memiliki kesempatan menggusur The Lilywhites dipuncak klasemen jika bisa meraih kemenangan di Stadion Wembley, dini hari nanti.

Dalam situasi sama-sama sulit, Madrid bisa dikata kan sedikit lebih baik dibandingkan tuan rumah. “Kami tidak suka dengan kekalahan. Hari buruk, tapi kami akan istirahat dan siap untuk pertandingan Rabu (Kamis dini hari),” kata Zidane seusai dikalahkan Girona.

Modal Madrid adalah sejarah positif di tanah Inggris. Dalam lima pertandingan terakhir mereka tak pernah tersentuh kekalahan. Dimulai pada 2010/2011, saat menundukkan Tottenham 1-0 melalui gol Cristiano Ronaldo pada babak per empat final. Selanjutnya dua kali bertandang ke Manchester 2012/13.

Melawan Manchester City Los Blancos bermain imbang 1-1 (16 besar) dan menang 2-1 lewat gol Luka Modric serta Cristiano di Old Trafford saat dijamu Manchester United. Satu tahun kemudian (2014) mereka berhasil mempermalukan Liverpool tiga gol tanpa balas di Stadion Anfield serta kembali bermain imbang 0-0 menghadapi Manchester City pada semi final.

“Kami menganalisis pertandingan melawan Girona. Kami kalah bukan karena sikap, tapi ada sebab lain,” ujar Zidane. Tottenham sendiri berada dalam situasi tak kalah pelik. Dua pertandingan terakhir mereka dipaksa menelan kekalahan.

Mereka menyerah 2-3 melawan West Ham United di ajang Piala Liga dan mengakui keunggulan Manchester United 0-1 saat bertandang ke Old Trafford (Liga Primer). Pelatih Mauricio Pochettino harus bisa membangkitkan spirit pasukannya, termasuk mencari solusi bagaimana bisa menang tanpa kehadiran Harry Kane.

Sejak mengalami cedera melawan Liverpool, Kane sudah absen di dua laga dan Tottenham menelan kekalahan. Top skor Liga Primer tersebut sejauh ini juga belum dipastikan bisa tampil apakah bisa tampil melawan Madrid atau tidak.

“Bersama dokter dan pemain, kami akan mengambil keputusan terbaik untuk semuanya. Ini bukan pertandingan terakhir atau final, di mana Anda akan mengatakan, ’OK, setelah itu liburan’. Kami harus menganalisis dan mengambil keputusan terbaik untuk semua orang,” kata Pochettino terkait kondisi pemain berusia 24 tahun tersebut.

Tanpa Kane, pelatih asal Argentina itu melakukan dua formasi berbeda. Melawan West Ham, Pochettino menggunakan dua striker, Fernando Llorente dan Son Heung-min dalam formasi 4-4-2.

Tapi melawan Madrid, dia berubah menjadi 3-5-1-1, dengan Son Heung-min sebagai penyerang false nine ditopang Bamidele Ali. “Kami akan menilai dia kemudian kami akan membuat keputusan terbaik, perasaan saya bagus. Masalahnya, ini bukan perasaan saya, tapi Kane,” pungkasnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com