SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Momen Wujudkan Kedamaian

  • Reporter:
  • Kamis, 17 Mei 2018 | 12:04
  • Dibaca : 66 kali
Momen Wujudkan Kedamaian
Warga berburu takjil di Pasar Ramadan Tanjunguma. Foto Teguh Prihatna.

JAKARTA – Bulan Ramadan menjadi momentum bagi seluruh umat muslim untuk mewujudkan kedamaian di tengah peristiwa teror bom yang terjadi di beberapa daerah. Selama bulan suci yang penuh keberkahan, ampunan, dan rahmat ini, umat diwajibkan berpuasa untuk membentuk pribadi bertakwa.

Ajaran Islam identik dengan kerahmatan, kasih sayang, dan kedamaian. Oleh karena itu, jika ada muslim yang sikap dan perilakunya bertentangan dengan ajaran utama itu maka ada dua kemungkinan. Pertama, mungkin pelaku tersebut kurang memahami ajaran agama Islam secara utuh. Kedua, seorang muslim perilakunya bisa bertentangan dengan ajaran Islam karena memiliki kepentingan lain di luar kepentingan agama.

Untuk mengembalikan Islam pada ajaran yang substantif itu, umat Islam perlu berintrospeksi diri. “Selain itu, juga harus berusaha mengarah kepada tujuan dan ajaran agama tersebut. Momen puasa Ramadan sangat tepat untuk melakukan muhasabah itu,” kata Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Abdul A’la kemarin.

Menurut A’la, upaya mewujudkan kedamaian perlu diserukan secara lantang oleh beberapa organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Selain itu, masyarakat perlu difasilitasi untuk melakukan muhasabah tersebut.

Menurut dia, meski ada beberapa ormas keagamaan yang berdiri di Indonesia, umat Islam di Tanah Air perlu membiasakan diri berkomunikasi, bersilaturahmi, dan mengembangkan budaya tolong-menolong dengan siapa pun. Tujuannya adalah dengan mengedepankan sikap hormat-menghormati. “Sebab inilah yang dilakukan Rasulullah semasa hidup beliau,” katanya.

A’la berharap seluruh umat Islam pada bulan puasa ini mengedepankan kepentingan bersama dengan tujuan untuk kemaslahatan bersama. Dampaknya pun untuk lestarinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kukuhnya kesatuan bangsa sebagai modal untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan. “Saya optimistis bisa,” tekannya.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Muhibbin mengatakan, Ramadan bisa menjadi momen untuk mewujudkan kedamaian umat muslim di tengah teror bom yang menimpa Surabaya dan Sidoarjo, dan kemarin terjadi lagi di Riau. Ramadan sangat dihormati sebagai bulan yang penuh rahmat dan ampunan Allah SWT.

Berbeda dengan teroris yang tidak kenal kebajikan yang justru dalam suasana ibadah mereka memanfaatkannya untuk melakukan aksi. “Sebagai umat beriman, kita harus menghargai bulan suci ini dengan selalu berbuat baik. Jika semuanya waspada, insya Allah kita akan menemukan kedamaian dan kenyamanan di bulan ini,” katanya

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com