SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mubalig Diharapkan Menjadi Penyejuk di Tengah Masyarakat

  • Reporter:
  • Minggu, 12 Mei 2019 | 21:20
  • Dibaca : 158 kali
Mubalig Diharapkan Menjadi Penyejuk di Tengah Masyarakat

LUBUK BAJA – Setelah menjalani bimbingan dan pembinaan oleh Kementrian Agama Kota Batam, sebanyak 522 mubalig yang akan mengisi ceramah selama bulan Ramadan secara resmi dilepas oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Sabtu (4/5) malam di Hotel Nagoya Plaza.

Setelah pelepasan tersebut, Kepala Kementrian Agama Kota Batam Zulkarnain Umar meminta kepada seluruh mubalig, agar menaati aturan jadwal yang telah diatur oleh Persatuan Mubaligh Batam (PMB) yang sudah disepakati bersama.

“Sesuai kesepakatan bersama, mubalig wajib hadir sesuai jadwal kecuali sakit dan berada di luar kota, itupun harus disertai bukti,” katanya saat sambutan.

Zulkarnain kembali menjelaskan, kegiatan menyebar mubalig untuk mengisi ceramah selama Ramadan merupakan agenda tahunan, untuk itu dia mengingatkan sebgai mubalig agar selalu ingat tanggung jawab yang telah diamanahkan.

“Ikutilah jadwal yang telah ditentukan oleh PMB Kecamatan,” tegasnya.

Selain itu, dia juga mengajak para mubalig untuk menciptakan susanan yang sejuk dan nyaman selama Ramadan, agar suasana Ramadan semakin kental terasa.

“Biar nanti yang datang ke Batam, betul-betul merasakan suasan Ramadan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Zukarnain mengingatkan kepada seluruh mubalig,bahwa amanah yang diberikan cukup berat, selain sebagai tugas mulia, mubalig juga sebagai penerus tugas rosul dan para anbiya,untuk itu tetaplah tawadhu dan selalu menjaga lisan di tengah masyarakat.

“Dengan hadirnya mubalig di tengah-tengah masyarakat, ibaratnya bagaikan setetes air yang jatuh di tengah di Padang Sahara, jadi kehadirannya sebagai penyejuk, karena lisan kita didengar dan perbuatan kita ditiru,itulah yang menjadi panutan masyarakat,” ujarnya

Zulkarnain juga meminta,agar seluruh masjid kembali mengatur jadwal kultum selain tarawih,karen menurut dia di bulan Ramadan ini penuh dengan keistimewaan,dia berharap para mubalig bisa mengisi kajian diwaktu-waktu lain agar masyarakat selalu mendapatkan penyegaran agama.

“Ya kalau bisa waktu zuhur juga diisi, saya yakin diwaktu-waktu tersebut masyarakat ramai di masjid,” ucapnya.

Sementara itu Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, pembangunan Kota Batam sendiri tak lepas dari peran alim ulama serta para mubalig, dengan ilmu yang diturunkan kepada masyarakat hingga kini Batam masih bisa terselamatkan dari pengaruh-pengaruh negatif. “Terus-terang kami berutang budi pada seluruh alim ulama yang ada di Kota Batam,” Ujarnya.

Rudi juga mengatakan, pada 2020 mendatang pemerintah akan menambah insentif para mubalig yang bertugas mulai dari januari-Maret 2019, saat ini para mubalig menerima insentif dari pemerintah sebesar Rp400 ribu selama Ramadan.

“Insya Allah tahun depan akan kami tambah menjadi Rp500, kemudian nanti ada bantuan tambahan dari Pemprov,” tutupnya. agung dedi lazuardi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com