SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Muda Memikat Dunia

  • Reporter:
  • Selasa, 3 April 2018 | 15:52
  • Dibaca : 306 kali
Muda Memikat Dunia

Dikenal sebagai Pangeran Hussein, putra mahkota Yordania ini tak hanya sukses memikat para wanita yang menjadi pengikutnya di Instagram, juga dipuji oleh Sekretaris Jenderal PBB tahun 2007-2016 Ban Ki-moon sebagai pemimpin pada abad ke-21.

Pangeran Hussein adalah putra tertua Raja Abdullah II dan Ratu Rania. Usianya masih sangat muda, yaitu 23 tahun, tapi sang Pangeran sudah pandai mengambil hati banyak orang dari berbagai kalangan. Kepopulerannya di kalangan rakyat biasa mulai terlihat sejak Pangeran Hussein kerap mem-posting foto-foto pribadinya di akun Instagram -nya, @alhusseinjo . Adapun yang paling membuat heboh saat itu adalah fotonya yang sedang mengendarai motor besar di jalanan, dekat dengan area gurun.

Mengenakan kaus hitam dan celana jins serta kacamata hitam, Pangeran Hussein terlihat sangat menawan dan gagah, hingga membuat para wanita histeris. Fotonya yang lain, semisal saat mengenakan seragam militer, juga mengundang komentar pujian dari para pengikutnya yang kini mencapai 1,3 juta di Instagram. Rajinnya Pangeran berbagi foto kegiatannya di media sosial membuat banyak orang penasaran untuk terus memantau kehidupannya. Baik itu kehidupannya sebagai pewaris kerajaan maupun sebagai lelaki muda yang masih lajang. Namun, Pangeran Hussein bukan sekadar wajah tampan belaka. Dalam kehidupan nyata, dia adalah tentara berpangkat letnan dua di angkatan bersenjata Yordania.

Dia lulus dari Royal Military Academy Sandhurst di Inggris pada tahun lalu. Sebelumnya, Pangeran Hussein menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Kingís Academy, di Madaba-Manja, Yordania pada 2012. Dia meraih gelar sarjana jurusan Sejarah Internasional di Georgetown University di Washington DC, Amerika Serikat pada 2016. Hal yang paling menakjubkan pada April 2015, yaitu saat usianya masih 21 tahun, Pangeran Hussein memimpin debat terbuka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) tentang peran pemuda dalam melawan ekstremisme dan mempromosikan perdamaian. Sejarah pun mencatatnya sebagai orang termuda yang pernah memimpin rapat di DK PBB. Atas pidatonya itu, Sekretaris Jenderal PBB kala itu, yaitu Ban Ki-moon langsung memujinya.

“Usianya masih 21 tahun, tapi dia sudah menunjukkan kualitas sebagai pemimpin pada abad ke-21,” ujar Ki-moon, dikutip dari Daily Mail . Meski masih sangat muda, Pangeran Hussein memang sudah mewakili negara dan ayahnya untuk tampil di panggung dunia. Dia sering menghadiri fungsi negara dan militer dengan ayahnya serta mengambil minat aktif dalam kesejahteraan rakyat Yordania. Acara resmi pertamanya adalah Hari Angkatan Bersenjata pada 2010 ketika dia mewakili ayahnya. Dia juga pernah menjabat sebagai Regent beberapa kali ketika ayahnya berada di luar negeri. Sejak ditahbiskan sebagai Putra Mahkota oleh Keputusan Kerajaan pada 2 Juli 2009 lalu, Pangeran Hussein memang memiliki sejumlah kewajiban yang harus dilakukannya.

Dia menemani sang ayah, Raja Abdullah II, dalam kunjungannya di seluruh kerajaan untuk memastikan kesejahteraan warga. Lalu juga ikut di beberapa misi resmi dan militer, termasuk fungsi lainnya di dalam dan luar negeri. Tahun lalu Hussein menyampaikan pidato berapi-api tentang isu-isu yang dihadapi oleh orang-orang muda di Timur Tengah (Timteng). Dia berbicara di sesi pembukaan Forum Ekonomi Dunia di Timteng dan Afrika Utara, yang diadakan di resor Laut Mati Shuneh selama akhir pekan. Dalam pidatonya, dia menyoroti penderitaan kaum muda Arab, yakni tentang perubahan konstan yang telah menjadi “status quo”.

“Seperti orang muda di mana-mana, pemuda Timur Tengah hidup di lautan perubahan yang luas, dicirikan oleh dua arus yang berlawanan. Di satu sisi adalah gelombang berbahaya, memikat pemuda kita menuju realitas yang gelap–yang membuat kita semakin tenggelam dalam kekerasan, intoleransi, dan regresi, melalui kekuatan korosif dari ideologi ekstremis. Yang lain, membawa kita ke tempat yang lebih cerah, yakni moderasi melihat identitas muslim dan Arab kita berdamai dengan modernitas dan kemajuan, sebuah kenyataan yang membuat kita dapat menjadi kontributor yang produktif dan positif bagi dunia di sekitar kita,” sebutnya, dikutip Emirates Woman .

Dia menegaskan, pemuda Arab memiliki hak seutuhnya untuk hidup mereka sendiri. “Apa yang pemuda Arab inginkan adalah apa yang diinginkan pemuda di manamana; kesempatan yang adil, kesempatan untuk didengar, dan kesempatan untuk membuat perbedaan,” tegasnya.

Susi susanti

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com