SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mudahkan Konsumen Miliki Properti

Mudahkan Konsumen Miliki Properti
Musda REI Batam. Foto Teguh Prihatna.

:: Akhyar Arfan Pimpin REI Batam

BATAM – Real Estate Indonesia (REI) Expo Batam 2017 di Mega Mall Batam Centre resmi dibuka Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata tadi malam. Pameran ini memberikan kemudahan kepada konsumen untuk memiliki properti.

Selain diikuti belasan pengembang ternama, pengunjung juga akan mendapatkan banyak diskon dan kemudahan lainnya. Beragam pilihan ditawarkan para pengembang, seperti Agung Podomoro Land, Puri Khayangan, Barcelona Residence, Oxley, Citra Land, Cipta Group, dan pengembang lainnya. Selain itu juga ada empat industri pendukung seperti Telkom, Tunas Interior, Mowlex, dan Mortar Utama.

“Saya yakin masyarakat bisa merasakan manfaat kegiatan ini. Sesuai tagline kami, kami memberikan properti yang terbaik, yang berkualaitas,” kata Soelaeman pada pembukaan REI Expo Batam 2017, Rabu (5/4) malam.

Soelaeman mengapresiasi penyelenggaraan pameran properti ini. Ia berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan lebih sering untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat memiliki properti. “Saya harap kegiatan ini bisa diselenggarakan lebih dari dua kali dalam setahun. Kami akan selalu berikan yang terbaik,” katanya.

Ketua DPP REI Batam, Achyar Arfan mengatakan, selain menawarkan kemudahan, masyarakat juga berkesempatan mendapatkan keuntungan selama pameran. Sebab sejumlah pengembang memberikan promo, potongan harga, dan pengurusan yang lebih cepat bagi konsumen yang ingin membeli properti.

“Banyak penawaran menarik selama REI Expo,” katanya.

Perwakilan Bank BTN Cabang Batam, Andi Darmawan mendukung penuh kegiatan ini untuk memudahkan masyarakat memiliki rumah sendiri. “Kami sebagai Bank KPR perumahan akan berusaha memberikan yang terbaik. Ke depan, Bank BTN dan BNI yang mendukung REI EXPO akan berusaha menjadi kebanggan masyarakat,” tuturnya.

Fokus Selesaikan Persoalan Lahan
Akhyar Arfan terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam dalam Musyawarah Daerah VI di Hotel Harris, Batam Centre, Rabu (5/4). Akhyar berjanji akan fokus memperjuangkan persoalan lahan dan pengurusan Izin Peralihan Hak (IPH) yang sampai saat ini tak kunjung selesai.

Musda REI Batam kemarin dipadukan dengan seminar dan REI Expo 2017. Seminar bertema Batam di Tengah Deregulasi Perizinan dan Peningkatan Pelayanan Publik itu dihadiri Ketua DPP REI Soelaeman Soemawinata, Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Hatanto Reksodipoetro, dan pejabat lainnya.

Mantan Ketua DPD REI Khusus Batam Djaja Roeslim mengatakan, tema tersebut diambil untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan industri properti di Batam. Pihaknya mendukung penuh segala kebijakan Pemko dan BP Batam, selama regulasi yang dikeluarkan tidak bertentangan dengan kepentingan industri properti.

“Di saat industri shipyard (galangan kapal) sedang lesu, begitu juga dengan sektor lain, industri properti bisa menjadi andalan untuk menumbuhkan kembali perekonomian Batam,” ujarnya.

Djaja menjelaskan, saat ini DPD REI Khusus Batam memiliki 158 anggota dan 78 anggota di antaranya masih aktif. Sebagai mitra pemerintah daerah, REI Batam memerlukan solusi terkait minimnya ketersediaan lahan untuk pengembangan bisnis properti di Batam.

“Dari 50 lahan yang diberikan kepada kami, hanya dua lahan saja yang betul-betul diberikan. Sisanya harus melalui pihak ketiga,” jelasnya.

Ketua DPP REI, Soelaeman Soemawinata mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang sedang lesu juga berimbas kepada industri properti. Pengembang butuh kepastian dari pemerintah dan tidak ada perbedaan antara swasta dan negeri dalam bisnis properti.

“Kami sangat mendukung program pemerintah, di antaranya pemukiman bagi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah). Batam dapat sekitar 2.500 rumah,” katanya.

Sementara itu, Akhyar Arfan mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk memimpin DPD REI Khusus Batam selama tiga tahun ke depan. Ia berjanji akan fokus menyelesaikan persoalan yang belum diselesaikan, seperti permasalahan lahan dan pengurusan Izin Peralihan Hak (IPH).

“Kami sudah ketemu dengan Pak Hatanto dan Imam Bachroni (Direktur Lahan BP Batam). Tinggal teknis saja. Pak Hatanto kan sudah setahun dan sudah paham apa yang menjadi persoalan utama,” katanya.

Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro menyambut baik harapan yang disampaikan Djaja. Menurutnya, industri properti memiliki dampak multiplier yang sangat tinggi, terutama bagi pertumbuhan ekonomi.

“Batam akan tetap menjadi daerah industri dan harus sudah mengarah ke depan. Apabila kita tidak melakukan itu, tentunya kita akan tertinggal dengan negara-negara tetangga yang sudah semakin maju dan berkembang. Ini harus dipikirkan bersama-sama dengan matang, apakah Batam akan tetap menjadi daerah industri atau tidak,” katanya.

Terkait kendala keterbatasan lahan, Hatanto mengimbau kepada pengembang properti untuk dapat melakukan pembangunan perumahan yang tidak membutuhkan lahan banyak dan terjangkau oleh daya beli masyarakat.

“Kami hanya ingin menegakkan aturan main dan yang kami lakukan saat ini merupakan apa yang sudah seharusnya kita lakukan dari dulu. Hanya saja, hal tersebut tidak terlaksana dengan baik,” jelasnya.

muhammad arief/iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com