SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mulai Desember DP Rumah Makin Ringan

  • Reporter:
  • Senin, 23 September 2019 | 16:21
  • Dibaca : 87 kali
Mulai Desember DP Rumah Makin Ringan
ilustrasi

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melonggarkan aturan loan to value (LTV) bagi uang muka (down payment/DP) kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor. Kebijakan yang akan berlaku pada 2 Desember 2019 itu diharapkan dapat mendorong daya beli masyarakat.

Pelonggaran uang muka kredit berlaku untuk pembiayaan properti menjadi hanya 5% dari sebelumnya 10–20%. Besaran DP tersebut berlaku untuk tipe rumah 21/70. Adapun untuk kredit kendaraan bermotor, LTV yang baru ditetapkan menjadi 5–10%, dari sebelumnya 20–30%. Persentase LTV tersebut berbeda-beda. Kendaraan berwawasan lingkungan bisa mendapatkan fasilitas uang muka kredit hanya 5%.

Bank Indonesia (BI) menetapkan, pelonggaran aturan pembiayaan LTV kredit properti sebesar 5% tersebut berlaku untuk pembelian rumah kedua dan seterusnya dengan tipe 21/70. Sebelumnya, uang muka untuk tipe tersebut mencapai 10–20%.

“Relaksasi ini untuk menggairahkan bisnis properti dan penyaluran kredit. Ini akan diterapkan pada Desember 2019. Nanti DP rumah boleh hanya 15% dari harga jual rumah, karena kita sudah melonggarkan pembiayaan kredit pembiayaan menjadi 5%,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta kemarin.

Dalam aturan baru tersebut, BI juga menetapkan, untuk pembelian kedua rumah di atas tipe 70 maka DP-nya menjadi berkisar 10–25%, dari sebelumnya 15–30%. Kemudian untuk pembelian rumah ketiga dan seterusnya pada tipe 21-70, DP yang dikenakan menjadi 25%, dari sebelumnya 30%. Sedangkan untuk pembelian ketiga seterusnya rumah di atas tipe 70, DP-nya menjadi berkisar 30–35%, dari sebelumnya 35–40%.

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Juda Agung menambahkan, pertumbuhan sektor properti beberapa tahun terakhir stagnan di level kisaran 3,5%. Oleh karena itu, adanya dorongan kebijakan moneter dan makroprudensial diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan sektor properti. Bersamaan dengan pelonggaran LTV, BI juga mengeluarkan kebijakan moneter dengan memangkas suku bunga acuan sebesar 0,25% menjadi 5,25%.

“Kami berharap, dengan suku bunga rendah, mendorong masyarakat untuk melakukan pengkreditan dan juga mendorong sektor perumahan,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kebijakan penurunan LTV diperlukan untuk mendorong daya beli masyarakat di tengah pelemahan ekonomi secara global.

“Intinya perlu ada kemudahan fasilitas supaya daya beli, kemampuan, affordability naik. Sebenarnya bukan perumahan saja. Kita juga perlu mendorong yang lain, apalagi pertumbuhan sedang lemah,” ujarnya.

Darmin mengatakan relaksasi LTV berisiko kecil terhadap kredit macet. Menurutnya, perbankan akan tetap menyesuaikan rasio LTV dengan profil kredit nasabahnya.

“Bank tentu cek dulu sebelum diberikan. Itu untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam meminjam. Selama prudensialnya masih berjalan, tidak usah terlalu khawatir,” tuturnya.

Di bagian lain, kalangan perbankan menyambut baik aturan terbaru yang dikeluarkan BI terkait pelonggaran LTV. Direktur Consumer Banking Bank BTN Budi Satria berpendapat, kebijakan pelonggaran uang muka kredit akan mempermudah masyarakat dalam mengakses pembiayaan perumahan.

“Kebijakan BI patut diapresiasi karena saat ini pembelian properti agak melandai dan berdampak pada penyaluran KPR khususnya KPR nonsubsidi,” kata Budi.

ahmad romadi/oktiani endarwati/rina anggraeni/anto kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com