SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Munich Airport Tertarik Kembangkan Hang Nadim

  • Reporter:
  • Rabu, 14 November 2018 | 15:12
  • Dibaca : 162 kali
Munich Airport Tertarik Kembangkan Hang Nadim
Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim, Selasa (13/11). Munich Airport, Jerman tertarik berinvestasi mengembangkan Bandara Hang Nadim. f teguh prihatna

NONGSA – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan penjajakan ke sejumlah negara-negara maju untuk menarik para penamam modal asing (PMA) berinvestasi di Batam. Proyek pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim juga turut ditawarkan untuk menarik minat para investor.

Munich Airport, Jerman menjadi salah satu pihak yang tertarik berinvestasi dalam pengembangan Bandara Hang Nadim. Hal ini didapat dari lawatan rombongan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo dalam kunjungan kerja (kunker) ke Jerman, belum lama ini.

Kasubdit Humas BP Batam Muhammad Taofan mengatakan, saat ini ada beberapa investor yang sudah menyatakan minat untuk ikut serta dalam tender pengembangan Bandara Hang Nadim. Namun sebelum proses tender dimulai, pihaknya masih terus mencari dan melakukan penjajakan ke pada para investor yang sudah memiliki pengalaman dalam pengembangan bandara.

“Kami ingin mencari yang terbaik. Karena itu penjajakan terus dilakukan sebelum proses tender dimulai,” ujarnya, Selasa (13/11).

Terbaru, BP Batam melakukan penjajakan di Jerman dan melakukan kunjungan ke Munich International Airport. Dalam kunjungan itu, pihaknya menyampaikan bahwa Hang Nadim akan dikembangkan menjadi Logistic Aero City. Di mana saat ini akan ditingkatkan kapasitas penumpang pesawat, kargo dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Taofan menjelaskan dari tahun 2012 sampai 2017 jumlah penumpang pesawat melalui Bandara Hang Nadim mengalami peningkatan sekitar 10,7 persen, saat ini diperkirakan mencapai 6,326 juta penumpang. Kemudian untuk kargonya juga meningkat sekitar 6,34 persen sejak tahun 2012. Untuk jumlah pesawat mencapai 45.452. Saat ini di kawasan bandara juga sudah fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) milik Lion.

“Rencana pengembangan Bandara Hang Nadim memang ada perubahan, dari yang awalnya direncanakan convention airport berubah menjadi logistic airport,” katanya.

Pada bulan Februari lalu, BP Batam telah melaksanakan market sounding penyiapan bidding dokumen pada April-November. Kemudian selanjutnya pra kualifikasi akan dilakukan pada Desember 2018-April 2019 dan penunjukan pemenang akan diumumkan pada Juni 2019 dengan skema yang ditawarkan adalah pembiayaan dengan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Menurut dia, pihak manajemen Munich Airport menyambut baik rencana pengembangan Bandara Hang Nadim dan akan segera melakukan penjajakan dan berminat berkontribusi dalam pengembangan Hang Nadim. Bandara Munich saat ini sudah dijadikan centre activity tidak hanya pelayanan bandara tetapi juga pelayanan lainnya yang modern.

“Dalam kunjungan ke Jerman, pak kepala (Lukita Dinarsyah Tuwo) langsung yang memimpin pertemuan itu,” katanya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan BP Batam Yusmar Anggadinata mengatakan, pihaknya terus mendorong pelaku usaha untuk menanamkan modalnya di Batam. Tidak hanya investor asing dengan modal yang besar saja, tapi juga pelaku usaha dalam negeri yang memiliki keinginan untuk berkembang. Sebab, jika Batam terealisasi sebagai pusat logistik tentu juga akan menguntungkan pengusaha di Indonesia.

“Sekarang ini e-commerce berkembang begitu sangat cepat. Ada Bukalapak, Tokopedia, Alibaba dan lainnya. Sehingga kita tangkap peluang ini,” kata Angga.

Angga juga mengatakan terkait dengan pengembangan infrastruktur penunjang industri Batam. Saat ini BP Batam tengah mempersiapkan proses tender pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim yang rencananya akan dimulai Desember mendatang. Tidak hanya terminalnya yang akan ditambah kapasitasnya, namun juga akan membangun kargo di dalam bandara.

Batam, kata dia, dipersiapkan oleh pemerintah untuk meningkatkan pemasukan dan pendapatan serta pertumbuhan ekonomi di Batam dan Provinsi Kepri. Kota perbatasan ini juga dipersiapkan untuk dapat bersaing dengan daerah lainnya di luar Indonesia sehingga kekuatan dipilar-pilar tersebut dapat memberikan kebaikan bagi pertumbuhan ekonomi Batam, Provinsi Kepri dan juga Indonesia.

“Saya mantan direksi Angkasa Pura. Sejauh ini memang belum ada bandara yang difokuskan menjadi pusat logistik, dan Batam sangat layak untuk dijadikan itu. Karena itu tentu kami mengajak pelaku usaha di Bandung ini untuk melihat potensi usaha yang ada di Batam,” katanya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com