SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Museum Timah Singkep Resmi Dibuka

  • Reporter:
  • Jumat, 24 Mei 2019 | 11:12
  • Dibaca : 131 kali
Museum Timah Singkep Resmi Dibuka
Asisten II Pemkab Lingga Yusrizal di dampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lingga M Ishak menerima album foto keberadaan jaman timah dahulu dari masyarakat, kemarin. f jamariken tambunan

LINGGA – Bupati Lingga Alias Wello (Awe) melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Yusrizal membuka secara resmi Museum Timah Singkep di jalan Pagoda Dabo Singkep, kemarin. Bangunan yang semulanya merupakan tempat untuk berjual pakaian, kemudian sempat dialih fungsikan menjadi bangunan pendukung untuk Pagoda yang dibangun pada tahun 1980, sementara digunakan sebagai Museum Timah.

Hadir pada acara peresmian tersebut Kapolres Lingga, Kajari, Danlanal dan FKPD lainnya. Juga tampak hadir anggota DPRD Kabupaten Lingga, para Kepala OPD, Camat, serta para undangan dan eks karyawan Timah UPTS Dabo. Ide pendirian Museum Timah itu tercetus dari Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga M Ishak pada tahun 2017 lalu dan menyampaikan kepada Bupati Lingga dan merespons positif ide tersebut, mengingat sumbangsih dan kontribusi timah terhadap kemajuan Singkep di masa lalu. Selain pembangunan Museum timah, Bupati Lingga juga mengharapkan pembangunan monumen timah dan Singkep Businnes Centre (SBC) yang mana peletakan batu pertamanya sudah dilaksanakan oleh Jenderal Purnawirawan TNI Moeldoko pada 21 November 2018 lalu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lingga menyampaikan terima kasih atas dukungan Bupati Lingga demi terwujudnya Museum Timah Singkep ini. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada Kasatpol PP yang menyatakan kesiapannya memberikan dukungan pengawalan terhadap museum tersebut. Selain itu, ia pun menyampaikan terima kasih kepada Lurah Sungai Lumpur, yang telah bersedia meminjamkan stafnya sebagai petugas di museum tersebut. “Saat ini sudah ada sekitar 600 koleksi yang berasal dari sumbangan masyarakat dan eks karyawan timah, insya Allah ke depan kita yakini, koleksi dan bangunan museum akan lebih representatif,” katanya.

Pendirian museum ini, selain dimaksudkan untuk mengenang sejarah kejayaan masa lalu, juga bisa dimanfaatkan untuk tujuan ilmu pengetahuan, kebudayaan, teknologi dan pariwisata. Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten II Pemkab Lingga yang mewakili Bupati Lingga saat menyampaikan sambutannya. “Pentingnya keberadaan museum ini tercantum pada PP 66 tahun 2015, hal ini dibuktikan dengan keberadaan Museum Linggam Cahaya di Daik Lingga yang selalu dikunjungi oleh para pelajar, ahli sejarah dan juga para peneliti,” jelasnya.

Menurut dia, keberadaan Museum Timah mampu karena tingginya animo masyarakat yang ikut mendukung dengan cara menghibahkan benda-benda peninggalan pada masa pertambangan timah masih aktif. Ia menambahkan bahwa keberadaan museum ini juga sekaligus merupakan hasil kerja nyata dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga yang memanfaatkan kearifan lokal guna mewujudkan visi pemerintah Kabupaten Lingga dan Lingga terbilang.

Ia berharap agar keberadaan museum ini mampu mendatangkan manfaat dan bisa digunakan untuk pembelajaran serta pengenalan sejarah oleh masyarakat, serta mampu memotivasi masyarakat yang memiliki barang-barang peninggalan masa kejayaan timah di Dabo Singkep untuk meramaikan koleksi museum ini ke depannya. Kemudian setelah pembukaan tirai papan nama oleh Asiten 2 Kabupaten Lingga, dilanjutkan dengan pengguntingan pita untuk Museum Timah oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lingga Ibu Hj. Heryulita yang berkesempatan hadir pada acara itu.

jamariken tambunan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com