SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Musim Kemarau, Sumur di Karimun Mengering

  • Reporter:
  • Selasa, 5 Maret 2019 | 13:39
  • Dibaca : 151 kali
Musim Kemarau, Sumur di Karimun Mengering
ilustrasi

KARIMUN – Intensitas hujan yang cukup rendah, mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Karimun kesulitan dalam mendapatkan air. Sumur- sumur di rumah warga saat ini mulai mengering dan mereka terpaksa membeli air dari tangki keliling untuk mencukupi kebutuhan sehari- hari.

Seorang warga Kecamatan Tebing Sumartini mengaku, sejak pertengahan Februari mereka terpaksa membeli air untuk kebutuhan sehari hari. Hal tersebut dikarenakan sumur miliknya sudah mulai mengering, sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari- hari.

“Sudah mulai mengering, dan kami harus membeli air di tangki keliling. Ini sudah terjadi sejak pertengah bulan Februari lalu,” kata Tini, Senin (4/3).

Ia mengatakan, selain air sumur, keluarganya tidak memiliki sumber air lainnya untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan air. Sedangkan air pasokan dari PDAM milik Pemerintah menurutnya belum sampai ketempat tinggalnya di Kelurahan Teluk Uma.

“Kami mau memasok air dari mana, ya salah satu jalan dengan membeli. Satu drum itu, sekarang sudah mencapai Rp50 ribu,” katanya.

Hal serupa disampaikan warga Kelurahan Pamak Kecamatan Tebing Mardiana. Ia mengatakan sumur di rumah miliknya juga mengalami kekeringan dan harus membeli air untuk kebutuhan sehari- hari.

“Kami beli sampai dua drum untuk satu keluarga per harinya. Air sumur memang ada, tetapi tidak dapat mencukupi kebutuhan, paling hanya untuk mandi,” katanya.

Rendahnya intensitas hujan di Kabupaten Karimun yang menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah dibenarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kabupaten Karimun. Menurut pantauan BMKG, sepanjang Febuari dan Maret 2019 intensitas hujan cenderung rendah.

“Berdasarkan data normal Stasiun Meteorologi Raja Haji Abdullah Karimun, pada bulan Febuari dan Maret intensitas hujan cenderung rendah hingga sedang. Memang lebih sedikit dibandingan bulan- bulan lainnya,” kata Kepala BMKG Karimun Raden Eko melalui Staf Sirly Munir, Senin (4/3).

Menurutnya, untuk Kabupaten Karimun sebenarnya tidak ada pembagian musim hujan dan kemarau, karena di setiap bulannya ada hari di mana terjadi hujan. Ricky Robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com