SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

NasDem Andalkan Kader Internal

  • Reporter:
  • Kamis, 26 September 2019 | 11:12
  • Dibaca : 79 kali
NasDem Andalkan Kader Internal
Ilustrasi. DOK SINDO BATAM

BATAM – Partai NasDem mengandalkan kader internal sebagai calon wali kota Batam, bupati Lingga dan gubernur Kepri. Proses penjaringan hanya untuk kalangan NasDem sendiri.

NasDem dipastikan tidak membuka penjaringan untuk bakal calon kepala daerah Kepri, Kota Batam dan. Kabupaten Lingga. Partai yang didirikan Surya Paloh ini akan mengusung kader terbaiknya dalam pemilu tahun depan.

Ketua DPD NasDem Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, telah menerima petunjuk operasional terkait penjaringan dari DPP NasDem. Dalam aturan tersebut disebutkan tidak membuka penjaringan untuk eksternal partai di pilkada Kepri, Batam dan Lingga.

“Tidak dibuka untuk umum karena dianggap kader-kadernya cukup tersedia untuk itu. Tapi yang kabupaten kota selain yang saya sebutkan, itu nanti akan dibuka pendaftaran,” katanya.

Terkait teknis penjaringan, katanya, akan disampaikan dalam rapat kerja wilayah (Rakerwil) dan rapat koordinasi di tingkat DPD se Provinsi Kepri. Hasil Rakerwil itu nantinya akan disampaikan dalam rapat kerja nasional (Rakernas) mendatang.

Amsakar juga mengatakan, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan partai lainnya. Karena NasDem harus berkoalisi untuk mengusung pasangan yang akan dipilih dalam pemilu nanti.

“Kami welcome tak ada masalah. Di berbagai kesempatan kita diskusi, tapi kami memang akan memulai itu dari Rakorwil yang akan dilakukan minggu depan ini. Tunggu ajatanggal itu. Nanti Sekwil (NasDem) Pak Rudi akan memaparkan hasil Rakorwil,” katanya.

Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai NasDem, Willy Aditya menyatakan NasDem punya 22 wilayah kursi kosong (tak bisa mengusung) dan 25 wilayah kota dan kabupaten bisa mengusung sendiri dari 270 pilkada pada 2020, sisanya yang lain hanya bisa memberikan dukungan.

Willy mengatakan, pada Pilkada 2020 NasDem tidak meminta mahar politik pada setiap bakal calon, hal itu sudah dilakukan sejak pilkada-pilkada sebelumnya.

“Pilkada 2015, 2017 dan 2018 itu NasDem relatif menjadi pemenang di pilkada tersebut karena satu hal yang kami usung, yaitu politik tanpa mahar. Ini tetap menjadi branding dan platform perjuangan Partai NasDem untuk di Pilkada 2020,” ujarnya di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, awal pekan ini.

Willy menyadari pada tiga kontestasi pemilihan kepala daerah sebelumnya, NasDem selalu meraih peningkatan kursi karena prinsip NasDem yang mengusung diri sebagai partai tanpa mahar. “Ini tetap menjadi kekuatan NasDem, menjadi platform NasDem 2020,” jelas Willy.

Ia mengaku, pihaknya juga menggandeng delapan lembaga survei dalam menyeleksi calon kepala daerah. Nantinya lembaga survei akan memberikan rekomendasi kepada NasDem terkait kandidat yang akan dipilih.

Di samping itu, Willy juga menyampaikan pihaknya menutup 20 daerah untuk pendaftaran lantaran NasDem sudah punya pilihan untuk mengisi kursi di 20 daerah itu. “Ada sekitar 20-an lebih yang kami tidak membuka pendaftaran karena di sana ada ketua NasDem, ada petahana NasDem yang berprestasi di 2019. Jadi sebagai bentuk apresiasi, sebagai bentuk penghormatan, NasDem tidak membuka rekrutmen di daerah tersebut. Contohnya Gorontalo, Lampung di Pesisir Barat, dan Batam,” tutur Willy.

Di tempat yang sama, Ketua DPP Partai NasDem, Martin Manurung mengharapkan agar kader-kader potensial bisa mempersiapkan diri untuk memenangkan pertarungan di Pilkada 2020.

“Kita bisa berkoalisi dengan partai mana saja. Namun, untuk tetap mendukung pemerintahan Pak Jokowi bersama Pak Ma’ruf Amin agar agenda-agenda nasional bisa berjalan dengan baik dan sukses di provinsi maupun di kabupaten/kota,” ujarnya. iwan sahputra/sindonews

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com