SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Natuna Butuh Manajemen Kepelabuhanan

  • Reporter:
  • Selasa, 18 April 2017 | 09:23
  • Dibaca : 585 kali
Natuna Butuh Manajemen Kepelabuhanan
ilustrasi

NATUNA – Pelabuhan di Natuna mulai kerepotan menangani bongkar muat yang makin sibuk sehingga membutuhkan sistem manajemen pelabuhan.

Kepala Dinas Perhubungan Natuna, Iskandar Dj menyebutkan salah satu sistem bongkar muat dan labuh kapal yang belum tertata terlihat di Pelabuhan Penagi. “Masih semrawut, antrean panjang kapal sering terjadi. Ini bukti daerah ini makin ramai,” ujar Iskandar di Ranai, kemarin.

Menurutnya, aktivitas di pelabuhan terutama pelabuhan Penagi memerlukan aturan yang baik sehingga ada dasar bagi petugas dan otoritas di pelabuhan,

Selama ini, kegiatan di Penagi berlangsung tanpa aturan yang jelas sehingga kegiatan kepelabuhanan masih belum terjadwal

Imbasnya, kelancaran arus pergerakan barang menjadi terganggu. Salah satu persoalannya yakni pemilik barang masih sesuka hati saja menurunkan barangnya dari kapal sehingga kapal yang belakangan sandar perlu waktu lama menunggu antrian.

“Makanya sering terjadi kelangkaan barang karena telat turun dari kapal,” terangnnya.

Dinas segera bertemu dengan pengusaha dan Syahbandar Natuna guna membahas sistem bongkar muat barang dan labuh kapal kargo. Iskandar menyatakan persoalan di pelabuhan harus segera diatasi secepatnya.

Menurut dia, Dishub sudah lama menyarankan pengusaha menyimpang barang di gudang selepas barang turun dari kapal agar proses bongkar muat lancar. Tapi opsi tersebut belum bisa diterima pedagang.

“Tempatkan dulu barang di gudang begitu kapalnya sandar, baru dilangsir. Pengusaha tidak terima usulan itu. Tapi apapun ceritanya, sekarang kegiatan pelabuhan harus ditata ulang,” ujar dia.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com