SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Nelayan Vietnam Tersangka Pencurian Ikan Kabur

  • Reporter:
  • Kamis, 20 April 2017 | 09:46
  • Dibaca : 479 kali
Nelayan Vietnam Tersangka Pencurian Ikan Kabur
Nelayan asing asal Vietnam ditangkap KP Bisma 8001 di perairan Anambas akhir 2016 lalu. Sebagian dari warga negara asing itu kini kabur dari Anambas, Senin (17/4).

ANAMBAS – Empat tersangka kasus pencurian ikan asal Vietnam yang ditahan di Kantor Satwas DKP Anambas melarikan diri dengan pompong warga Desa Antang, Tarempa Timur, Senin (17/4).

Mereka diduga lari dari tahanan menuju dermaga nelayan di Desa Antang. Tidak ada saksi mata yang menyaksikan tersangka menggunakkan pompong milik warga. Tapi kuat dugaan ketika nelayan melapor kehilangan pompong bersamaan dengan raibnya empat tersangka di hari yang sama.

Kepala Satwas SDKP Anambas Asep Ruhiyat mengaku pihaknya lalai sampai empat tersangka berhasil kabur. Adapun empat tersangka tersebut, yakni Tran Thanh That nakhoda BD 96824 TS, Nguyen Van Phi nakhoda kapal 97909 TS, Le Dinh Chien nakhoda BD 93581 TS, Pham Chi Tam nakhoda BD 93217 TS.

“Kami kekurangan personil untuk menjaga tersangka,” ujar Asep, kemarin.

Menurut Asep, keempat tersangka ditangkap Mabes Polri beberapa waktu lalu. Dua tersangka titipan dari KP Bisma dan dua lain titipan dari KP Antasena.

Dari kronologis yang disusun otoritas, keempat tersangka kabur terungkap setelah Kepala Desa Antang dan seorang nelayan mendatangi kantornya sekira pukul 05:30 WIB, Senin lalu.

Satwas lalu memeriksa jumlah anak buah kapal (ABK) yang diamankan saat mencuri ikan di perairan Anambas dan Natuna. Setelah dikroscek ternyata ada empat nakhoda kapal tidak berada di dalam ruangan. Sementara kapal warga yang dibawa kabur berisi bahan bakar minyak (BBM) berkisar 15 liter.

“Nelayan yang punya pompong baru pulang memancing dan singgah sebentar ke rumah. Ketika ingin menjual ikan ke Tarempa, pompong itu sudah tidak ada lagi,” sebut Asep.

Asep sudah mengerahkan personel yang ada untuk patroli sekaligus koordinasi dengan TNI Angkatan Laut. Pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian agar turut ikut mencari empat tersangka.

“Kami sudah patroli, tetapi sudah tak kelihatan lagi,” ungkap Asep.

Sementara jumlah nelayan warga negara asing yang berada di Satwas SDKP ada 67 orang, 19 di antaranya nakhoda yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus illegal fishing.

Sedangkan ABK kapal tersebut tidak bisa ditahan karena tertangkap di daerah ZEE. Mereka dibiarkan bebas menunggu dipulangkan ke negara asalnya.

Saat ini tinggal 11 orang tersangka, karena empat orang sedang mengikuti persidangan di Natuna.

“Sebenarnya Satwas ini bukan tempat tahanan, hanya penitipan karena mereka ini tidak bisa ditahan sesuai dengan UU yang berlaku,” kilah Asep.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com