SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Nikmati Wisata Edukasi Bersama Keluarga di Kawasan Agrowisata Marina

  • Reporter:
  • Senin, 11 Februari 2019 | 14:11
  • Dibaca : 140 kali
Nikmati Wisata Edukasi Bersama Keluarga di Kawasan Agrowisata Marina
Ilustrasi

SEKUPANG – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mengembangkan kawasan Agrowisata Marina menjadi salah satu wisata edukasi. Terletak di Tanjungriau, Agrowisata Marina memiliki luas 116 hektare. Di dalamnya terdapat 204 tenant wisata, seperti kebun jambu, kebun belimbing, tambak ikan, penangkaran lebah dan lain sebagainya.

Kasubdit Pemanfaatan Sarana BP Batam Irfan Widyasa mengatakan, pengembangan Agrowisata Marina diharapkan menjadi salah satu destinasi pilihan masyarakat. Tidak hanya sekadar berwisata tapi juga bisa memberikan edukasi kepada anak-anaknya, untuk belajar.

“Kalau masuk di kawasan ini gratis, tapi kalau ingin ke lokasi tenant penyewa ada macam-macam paketnya,” ujarnya, Minggu (10/2).

Untuk mengangkat dan mengenalkan Agrowisata Marina, BP Batam juga menggelar kegiatan event panen padi bersama di lokasi Jambu Madu Batam. Event panen padi bersama yang kali pertama digelar ini sebagai upaya untuk mengenalkan padi yang sehari-hari konsumsi bersama. Kemudian diharapkan dapat menggugah serta menumbuhkan kebanggaan para pertani.

Dalam acara panen padi bersama peserta mengikuti banyak kegiatan di antaranya garden tour tentang pengenalan jambu madu, jeruk gerga, dan belimbing jumbo. Kemudian edukasi ikan di kolam gurame, mujair, dan sepat siam. Kemudian juga berkenalan dengan padi, mulai ditanam, dipanen, sampai dengan jadi nasi yang sehari-hari disantap di rumah.

“Setelah peserta memanen padi, berkeringat, berlumur lumpur, saatnya makan ala petani dengan menu joss. Pengunjung juga dihadiahi suvenir padi sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang,” katanya.

Di tenant kebun jambu sejumlah fasilitas disiapkan, seperti spot dan fotobooth menarik bagi pengunjung. Untuk masuk ke kebun jambu, pengunjung cukup membayar Rp15 ribu per orang untuk dewasa dan Rp10 ribu untuk anak-anak. Tiket masuk ini dapat ditukar minum, seperti jus jambu dan minuman ringan serta kopi.

Di tempat ini juga disediakan delman dan kuda untuk mengelilingi taman jambu. Bagi pengunjung yang ingin naik delman, cukup membayar Rp25 ribu per orang. Sedangkan naik kuda Rp50 ribu per orang. “Pengunjung bisa berkeliling dua kali di kebun jambu naik delman atau naik kuda,” kata salah seorang pegawai kebun jambu.

Sebelumnya, Direktur Pemanfaatan Aset BP Batam, Dendi Gustinandar mengatakan kawasan Agrowisata Marina, awalnya memang untuk pengembangan Kawasan Industri Pertanian Terpadu (KIPTS). Bahkan sudah dibuat masterplan yang disusun oleh BP Batam bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor pada tahun 2004.

“Namun, seiring dengan keterbatasan daya dukung lahan di sana, antara lain unsur haranya kurang dan tanahnya cenderung asam. Kemudian keterbatasan air terutama di musim kemarau, cukup menantang untuk pengembangan pertanian skala besar,” kata Dendi.

Karena itu perlu ditambah kegiatan yang nilai tambahnya lebih tinggi. Sehingga masterplannya disempurnakan menjadi Kawasan Agrowisata pada tahun 2014 bekerja sama dengan Tim dari Universitas Indonesia. Tanpa meningkalkan rencana awal pengembangan kawasan pertanian di lokasi tersebut.

“Jadi, untuk kegiatan pertaniannya tetap dikembangkan, dan selain itu ditambah juga sebagai destinasi wisata,” katanya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com