SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Nomor Teregistrasi Marak Dijual

  • Reporter:
  • Rabu, 3 Juli 2019 | 13:46
  • Dibaca : 180 kali
Nomor Teregistrasi Marak Dijual
Ilustrasi. /DOK KORAN SINDO BATAM

LUBUKBAJA – Nomor kartu perdana Telkomsel yang siap pakai (sudah teregistrasi) marak dijual di outlet-outlet. Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 23 tahun 2005 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, nomor perdana seharusnya belum teregistrasi ketika dijual. Apabila sudah teregistrasi, berarti ada penyalahgunaan nomor induk kependudukan (NIK).

Penelusuran di lapangan, penjualan nomor perdana siap pakai tidak hanya di Batam namun hampir semua wilayah di Kepri. Seperti di Tanjungpinang, Bintan, dan Karimun. Ade, salah penjual perdana di kawasan Tiban Centre mengatakan, kartu seluler itu sudah didaftarkan oleh sales atau penjual yang mendistribusikan sampai ke outlet.

“Kami hanya menjual Bang. Kalau yang registrasi saya tidak tahu karena sales kasih ke kami nomor perdana yang tinggal pakai,” ujarnya kepada KORAN SINDO BATAM, beberapa waktu lalu.

KORAN SINDO BATAM kemudian membeli kartu perdana dengan nomor 0822 7802**** seharga Rp35 ribu. Kartu itu berisi paket data 6GB. Ketika kartu dimasukkan ke ponsel, ternyata memang tidak perlu registrasi ulang. Agar bisa digunakan untuk menelepon, nomor tersebut cukup diisi dengan pulsa telepon saja.

Kemudian di outlet seputaran Pasar Barek Motor, Kijang, Bintan Timur juga ditemukan kartu perdana dengan kuota 10GB yang siap pakai. Kartu dengan nomor 08238423**** yang sudah teregistrasi tersebut dijual dengan harga Rp40 ribu.

Salah satu outlet di kawasan Jalan RH Fisabilillah juga menawarkan perdana siap pakai. Kartu berisi kuota 6GB dengan nomor 08238445**** ditawarkan Rp28 ribu.

“Kartu ini siap pakai Bang, gak perlu registrasi,” kata pemilik outlet tanpa mau menyebutkan namanya.

Hal serupa juga ditemui di daerah Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun. Outlet di kawasan tersebut menjual perdana siap pakai dengan nomor 08227914**** berkapasitas 6,5 GB seharga Rp55 ribu. “Kartu perdana yang siap pakai hanya nomor dari operator Telkomsel, kalau operator yang lain harus registrasi baru bisa digunakan,” kata penjual yang menolak namanya ditulis.

Agus Pramono selaku Branch Manager Kepri Telkomsel Region Sumbagsel membantah adanya penjualan kartu perdana Telkomsel yang sudah teregistrasi. Pihaknya telah mengimbau dealer dan para sales untuk mentaati aturan Kominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) terkait penjualan kartu perdana. Dirinya juga rutin terjun ke lapangan untuk memantau penjualan di outlet-outlet di Kepri, khususnya di Kota Batam.

“Sejauh ini kami belum menemukan dan laporan adanya penjualan nomor kartu perdana yang sudah teregistrasi. Saya pastikan itu tidak ada,” kata Agus saat dihubungi via telepon, kemarin.

Namun demikian, pihaknya akan kembali mengecek outlet-outlet berdasarkan temuan KORAN SINDO BATAM. “Kami akan cek outlet penjual perdana siap pakai dan telusuri siapa yang meregistrasi kartu-kartu perdana tersebut,” katanya. ahmad nuzur

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com