SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Nyeri Pinggang, Gejala Batu Ginjal?

  • Reporter:
  • Selasa, 20 Februari 2018 | 16:21
  • Dibaca : 330 kali
Nyeri Pinggang, Gejala Batu Ginjal?

KERAP merasakan nyeri pinggang disertai urine yang keruh dan berwarna kemerahan? Hati-hati , bisa jadi Anda terkena batu ginjal yang membutuhkan penanganan segera.

Jika didefinisikan, nyeri pinggang adalah sensasi tidak nyaman atau rasa sakit pada tubuh di daerah bawah iga terakhir sampai atas tulang panggul, mulai belakang sampai depan. Nyeri yang dirasakan terletak di bagian kiri pinggang. Ada beberapa gejala penyerta nyeri pinggang, di antaranya demam, mual, muntah, urine merah, urine keruh, nyeri berkemih, gangguan berkemih (buang air kecil lama/sulit/tersendat), lemas, dan adanya penurunan berat badan. Namun, sepanjang pengalaman dr Hery, tidak sedikit pasiennya yang terkena batu ginjal tanpa disertai gejala.

“Kadang batu ginjal tanpa gejala sakit pinggang. Kalau batu sudah turun, ureter baru terasa sakit sekali. Kalau batu masih di ginjal, kondisi yang dirasakan seperti hanya pegal-pegal,” katanya. Dia melanjutkan, dia pernah menemukan pasien yang tidak merasakan gejala nyeri pinggang sama sekali. Pasien tersebut tidak menyadari sinyal sakit yang dikirim tubuh. Ini berbahaya karena batu membesar dan semakin menghalangi saluran kemih. Nyeri pinggang sebagai pertanda batu ginjal atau saluran kemih karena batu di ginjal/saluran kemih adalah penyebab paling sering nyeri pinggang. Kondisi/penyakit yang sangat umum dengan prevalensi 20% artinya penyakit ini menyerang 2 dari 10 orang di negara tropis/berkembang. “Umumnya penyakit ini terjadi pada usia produktif, yaitu 20-60 tahun, dan bisa terjadi pada pria maupun wanita. Tapi memang lebih sering pada pria,” kata dr Hery dalam diskusi yang diadakan RS Pondok Indah belum lama ini.

Namun untuk diketahui, tidak semua nyeri pinggang merupakan tanda batu ginjal. Nyeri pinggang pada batu ginjal umumnya bertahan lama dan terusmenerus serta tidak hilang meski sudah mengubah posisi. “Nyerinya menetap, walau sudah tiduran atau duduk,” imbuh dr Hery. Kalau benar ini yang Anda rasakan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk dipastikan apakah betul terkena batu ginjal. Umumnya penyebab batu ginjal ialah kurang asupan cairan, tinggal dan bekerja di daerah panas, asupan kalsium berlebihan, kurang gerak, riwayat batu ginjal di keluarga, asam urat tinggi, dan makan obat-obatan maag berlebih.

Sementara penyebab nyeri pinggang pada batu ginjal/batu saluran kemih yaitu penyumbatan aliran urine oleh batu sehingga terjadi pembengkakan dan tegangan pada ginjal. Bila tidak segera diatasi, akan terjadi kerusakan ginjal permanen. Menurut dr Hery, masyarakat di daerah Timur rentan terkena batu ginjal. Hal ini berhubungan dengan kondisi geologis daerah Timur yang kaya akan kapur sehingga air yang dikonsumsi pun mengandung kapur. Anak-anak juga bisa terserang batu ginjal karena aktivitas mereka keseharian yang tidak dibarengi kebiasaan minum yang cukup. Kelompok dewasa muda juga rentan terkena. Usia produktif 20-40 tahun paling sering menderita batu ginjal. Pada kesempatan itu, dr Hery mematahkan anggapan menahan kencing bisa mengakibatkan batu ginjal. “Bukan batu ginjal, tapi infeksi saluran kemih (ISK),” katanya.

Menunda keinginan buang air kecil akan membuat kuman lebih mudah masuk ke saluran kemih lewat uretra. Kuman masuk melalui saluran uretra, lalu menuju saluran kemih sehingga memperbanyak diri dalam kandung kemih. Kuman yang tertinggal di saluran kemih inilah yang memicu infeksi. Dikutip Clevelandclinic.org , batu ginjal merupakan penyakit yang amat umum terjadi. “Kebanyakan pasien mengunjungi dokter umum sebelum akhirnya dirujuk ke spesialis urologi,” kata Juan Valle MD, spesialis urologi dari Cleveland Clinic.

Jika pasien hanya punya satu batu (tergantung ukurannya), biasanya dokter akan menganjurkan untuk memperbaiki pola makan dan memperbanyak asupan cairan. Namun, lebih dari 40%-50% pasien akan kambuh kembali. Mereka dengan kondisi tersebut sangat disarankan menemui spesialis urologi untuk tindakan lebih lanjut.

Sri noviarni

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com