SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

OJK Awasi Tiga Investasi Bodong di Kepri

  • Reporter:
  • Rabu, 31 Mei 2017 | 14:38
  • Dibaca : 547 kali
OJK Awasi Tiga Investasi Bodong di Kepri

BATAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan tiga perusahaan investasi bodong di Kepri. Saat ini ketiga perusahaan yang diduga melakukan praktik penipuan kepada masyarakat tersebut sedang dalam pengawasan OJK dan Polda Kepri.

Kepala Departemen Sektor Jasa Keuangan, A Kamil Razak membeberkan, ketiga perusahaan yang diduga melakukan inventasi bodong itu adalah UN Swissindo, Assetamazon, dan PT Sentra Artha. Bahkan satu di antaranya sudah masuk penyelidikan kepolisian.

“Kami terus mengimbau kepada masyakat untuk selalu waspada. Jangan mudah percaya dengan orang yang menawarkan investasi,” katanya saat sosialisasi di Harmoni One Hotel, Selasa (30/5).

Menurut Kamil, OJK saat ini sudah membentuk satgas yang bekerja sama dengan kepolisian di seluruh Indonesia. Melalui pembentukan satgas ini diharapkan dapat mencegah para pelaku penipuan lewat modus investasi bodong.

“Di Kepri memang belum separah daerah lain, tapi ada satu yang saat ini sudah ditangani Polresta Barelang, yaitu UN Swissindo,” ungkapnya.

Kamil menjelaskan, OJK akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih cerdas memilih investasi. Sehingga masyakat tidak mudah tergoda dengan tawaran-tawaran investasi yang tidak masuk akal atau menjerumuskan.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera lapor kepada pihak berwajib jika menemukan hal-hal yang mencurigakan,” katanya.

Direktur Dirkrimsus Polda Kepri, Kombes Budi Suryanto membenarkan adanya kasus investasi ilegal di Kepri yang tengah dalam proses penyelidikan. Ia berharap berkas-berkas yang didapat akurat dan jika ada perbuatan melawan hukum, polisi bisa bertindak.

“Jika ada tindak pidana penipuan, perbankan, perdagangan atau pasar modal dan sebagainya, akan kami tindaklanjuti. Kami mencari informasi,” katanya.

Mengenai UN Swissindo, jelas Budi, awalnya kasusnya ditangani Polsek Batuaji. Namun kini sudah ditangan Polresta dan sampai sekarang belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Kalau itu murni laporan masyarakat. Polresta akan meminta keterangan ahli terkait tindakan pidana yang terjadi,” pungkasnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com