SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

OJK Kepri Sosialisasi Laku Pandai dan Agen Pegadaian

  • Reporter:
  • Jumat, 15 Maret 2019 | 14:11
  • Dibaca : 81 kali
OJK Kepri Sosialisasi Laku Pandai dan Agen Pegadaian
Kepala OJK Kepri menetapkan agen laku pandai dan agen gadai kepada unit pengelola bank sampah di Batam secara simbolis. F asrul rahmawati

BATAM KOTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri bekerja sama dengan Bank Nasional Indonesia (BNI), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam dan Pegadaian menggelar sosialisasi layanan keuangan agen laku pandai dan agen pegadaian di Hotel Harmoni One, Batam Centre, Kamis (14/3) .

Layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif atau disingkat laku pandai memudahkan nasabah dalam melakukan aktivitas keuangan. Nasabah cukup datang ke agen laku pandai, toko kelontong, koperasi atau kantor pos yang sudah bekerja sama dengan bank untuk melakukan aktivitas keuangan, seperti menabung.

Sosialisasi kali ini menyasar para pengelola dan nasabah bank sampah di Batam yang mayoritas dari kalangan ibu-ibu. Kepala OJK Kepri Iwan M Ridwan mengatakan, bank sampah memiliki kaitan dengan OJK. Sebab bank sampah menjadi satu titik pertemuan masyarakat dengan perbankan.

“Bank sampah ini dikorelasikan ke bank yang sudah kerja sama atau ke Pegadaian. Sehingga fungsi bank sampah lebih kaya,” kata Iwan.

Iwan menyebut laku pandai ini merupakan produk yang mudah dijangkau masyarakat. Kepri dengan daerah kepulauannya membuat layanan perbankan bisa dinikmati masyarakat yang ada di pelosok. Selain itu bagi masyarakat yang menjadi agen juga mendapat keuntungan berupa fee.

“Kami mendorong semua bank untuk produk laku pandai ini. Saat ini hampir bank milik BUMN sudah punya produk tersebut dengan nama yang berbeda-beda,” ujarnya.

Iwan mengatakan agen laku pandai hanya boleh diterbitkan oleh bank. Oleh karena itu Pegadaian yang bukan perbankan memiliki agen gadai. Fungsinya hampir sama, masyarakat yang ingin menggadaikan sesuatu tak perlu ke kantor Pegadaian, tapi cukup ke agen gadai.

Asisten III Pemko Batam Zarefriadi mengatakan laku pandai dan agen gadai merupakan dukungan kepada pemerintah dalam mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

“Laku pandai ini bisa jadi peluang, syarat untuk jadi agen kan sederhana,” kata dia.

Terkait bank sampah, Zaref mengatakan kehadiran bank sampah perlu direspons dan diambil manfaatnya. Sejauh ini sampah menjadi permasalahan panjang.

“Dulu tahun 80 an dibuatkan pembuatan kompos di SMAN 1 Batam untuk mengantisipasi sampah organik, tapi sekarang malah bergeser, sampah nonorganik yang jadi primadona,” tuturnya.

Berdasarkan data yang ada, Zaref mengatakan dalam sebulan di Batam terdapay 9,4 ton sampah kertas, 6,37 ton sampah plastik, 2,4 ton sampah alumunium, dan 12,4 ton sampah kardus. Jika ditotalkan sekitar 31 ton sampah yang dihasilkan masyarakat Batam per bulan.

“Kebijakan pemerintah untuk zero waste ini perlu dukungan, oleh karena bank sampah ini perlu didorong dan dikembangkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penetapan secara simbolis kepada agen laku pandai dan agen gadai kepada unit pengelola bank sampah di Batam. asrul rahmawati

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com