SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Ongkos Kargo Picu Kenaikan Harga Cabai

  • Reporter:
  • Selasa, 11 Juni 2019 | 14:42
  • Dibaca : 167 kali
Ongkos Kargo Picu Kenaikan Harga Cabai
Pegawai Disperindag Kota Batam dan Tim Satgas Pangan menginspeksi harga cabai di Pasar Tos 3000 Jodoh, kemarin. /dicky sigit rakasiwi

BATU AMPAR – Tim Satgas Pangan Polda Kepri menyidak Pasar Tos 3000 Jodoh untuk inspeksi harga cabai dan bahan pokok. Harga cabai yang meroket sampai Rp150.000 per kilogram pascalebaran dipicu ongkos kargo pesawat.

Tim Satgas Pangan kemarin siang bersama Disperindag dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam menanyai sejumlah pedagang di Pasar Tos 3000 Jodoh. Tim juga bertemu dengan distributor cabai. Berdasarkan informasi dari distributor, penyebab melambungnya harga cabai disebabkan beberapa faktor seperti transportasi, birokrasi pada saat pendistribusian dan penyusutan cabai.

“Yang menjadi masalah utama dalam pengiriman cabai dari daerah asal ke Kepri khususnya Batam yakni kargo pesawat yang mahal, yaitu berkisar antara Rp22.000 sampai Rp25.000 per kg. Awalnya hanya berkisar antara Rp9.000 sampai Rp13.000 per kg,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepri Kombes Pol Rustam Mansur, Senin (10/6) sore.

Selain itu juga banyak permasalahan lainnya dengan aparat yang berkaitan dengan larangan pembongkaran di Pelabuhan Punggur. Akhirnya dilakukan pembongkaran di kawasan Jembatan 6 yang tentunya membutuhkan jarak tempuh yang lebih jauh.

“Ada juga masalah penyusutan berat cabai yang banyak jika menggunakan kapal laut, sehingga menambah biaya tambahan,” ujarnya.

Meski begitu, untuk stok cabai diklaim distribusi berjalan lancar dan pasokan aman dengan kisaran harga dari disitributor yakni cabai merah Rp50.000 untuk cabai dari Yogyakarta, cabai rawit Rp50.000 untuk cabai Mataram, cabai setan Rp60.000 dan cabai hijau Rp38.000 per kg.

“Atas Sidak di Pasar Tos 3000 diketahui harga cabai di pasar tersebut yakni cabai hijau Rp38.000 hingga Rp42.000, cabai rawit Rp55.000 hingga Rp60.000, cabai setan Rp60.000 hingga Rp 70.000 dan cabai merah Rp55.000 hingga Rp60.000 per kg,” paparnya.

Dalam sidak ini juga diketahui harga cabai melambung pada beberapa hari belakangan yaitu pada H+2 Lebaran yakni di angka Rp80.000 sampai Rp120.000, pada H+1 Lebaran Rp80.000 sampai Rp140.000, pada H-1 Lebaran Rp100.000 sampai Rp140.000, pada H-2 Lebaran Rp 100.000 sampai Rp140.000 per kg.

“Beberapa hal yang menyebabkan kenaikan ini yakni stok cabai tidak ada atau menipis, bertepatan dengan libur Nasional yakni Lebaran, tidak ada transportasi dan yang pasti meningkatnya kebutuhan,” ujarnya.

Meski begitu, menurutnya harga cabai untuk saat ini sudah turun yakni berkisar antara Rp55.000 sampai Rp60.000 per kg. Sementara untuk kebutuhan bahan pangan pokok lainnya masih terpantau dalam keadaan stabil dan normal.

“Berdasarkan pemantauan langsung yakni sidak terhadap harga kebutuhan barang pokok pasca Idul Fitri di wilayah Kepri khususnya Batam masih dalam keadaan stabil dan stok masih tersedian dan aman,” ujarnya.

Menurutnya, harga cabai saat ini sudah mengalami penurunan karena dipengaruhi beberapa hal seperti kebutuhan masyarakat sudah mulai normal, barang atau stok tersedia dan harga di daerah asal juga sudah turun. “Akan tetapi masalah transportasi masih menjadi masalah utama yakni kaitannya dengan pengiriman barang menggunakan kargo pesawat,” tutupnya.

Berdasarkan pantauan KORAN SINDO BATAM, Satgas Pangan berkeliling di pasar tos 3000 untuk menanyakan harga-harga cabai. Salah seorang pedagang cabai Jorgit Saragih mengatakan, jelang Lebaran terjadi kenaikan cukup tinggi namun sekarang sudah kembali normal dengan harga Rp60ribu per kilonya.

“Jelang lebaran itu harga yang kami jual untuk cabe merah Rp120 ribu perkilonya, sesudah lebaran turun menjadi Rp80 ribu. Sekarang sudah berangsur normal,” katanya. Adapun sejumlah penjaga pasar menyebut sejumlah pedagang sempat menjual cabai seharga Rp150.000 per kilogram setelah Lebaran.

Sementara harga cabai di sejumlah pasar yang ada di Batu Aji, masih terbilang tinggi hingga Senin (5/6). Seperti di Pasar Fanindo Tanjung Uncang, Batu Aji, harga cabai masih Rp98.000 per kilogram. “Masih mahal, tapi memang enggak semahal kemarin-kemarin. Kemarin sekilo itu seratus ribuh lebih sekarang sudah mendingan,” ujar Utim saat ditemui di kiosnya.

Sidak Belum Efektif

Sementara itu, pedagang sayur di Pasar Bengkong Harapan menilai langkah sidak belum efektif menurunkan harga cabai. Terlebih, distributor cabai sudah mematok harga tinggi sebelum dilepas ke pedagang. “Kalau Pemko Batam sidak ke pasar tidak ada gunanya, karena tidak akan mempengaruhi harga pasar juga. Harusnya turunkan harga kargo pesawat,” ungkap Ridho, pedagang di Pasar Bengkong.

Menurut dia, harga cabai yang dilepas distributor untuk cabai merah mencapai Rp72 ribu per kilogram sehingga pedagang rugi jika menjual dengan harga di bawah harga nota.

Sementara itu, salah satu distributor cabai, Jery, mengungkapkan kenaikan harga cabai dipicu naiknya harga kargo pesawat pada awal 2019. “Harga kargo naik, dan para petani ditekan untuk menurunkan harga. Jadi petani tak mau menanam cabai, sehingga harga meroket naik,” kata Jery, kemarin.

Dia merinci, pengiriman cabai dari Pulau Jawa biasanya sebanyak 20 sampai 30 ton, dan pengiriman dilakukan melalui transportasi udara atau pesawat. “Dari 30 ton cabe yang dikirim itu kami mengunakan 8 pesawat,” ujarnya.

Jery menuturkan, jika harga kargo pesawat naik kembali, pengusaha cabai akan setop pengiriman cabai. Pasalnya, mahalnya ongkos pengiriman menjadi salah satu faktor melonjaknya harga cabai. “Petani cabai sudah ditekan pengusaha sekarang, bisa jadi petani juga berhenti menanam cabai. Itu juga yang kami takutkan,” ungkap Jery. agung dedi lazuardi/dicky sigit rakasiwi/romi kurniawan/cr1

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com