SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

OPD Diminta Segera Susun RUP

  • Reporter:
  • Rabu, 9 Januari 2019 | 14:43
  • Dibaca : 53 kali
OPD Diminta Segera Susun RUP
Jalan di kawasan Nagoya yang semakin lebar, Selasa (8/1). Pemko Batam akan kembali melanjutkan proyek pelebaran jalan di tahun 2019 ini. f teguh prihatna

BATAM KOTA – Pemko Batam mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera menyusun Rencana Umum Pengadaan (RUP) di awal tahun. Rencana kegiatan dan anggaran pengadaan barang dan jasa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tersebut sudah harus selesai pada 25 Januari mendatang.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya perbaikan yang dilakukan oleh Pemko Batam dalam penggunaan APBD. Terlebih lagi evaluasi yang dilakukan oleh tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Batam saat ini masih berada pada grade dua dalam pengadaan barang dan jasa.

“Jadi, tadi kami minta seluruh OPD di lingkungan Pemko Batam harus segera mempersiapkan RUP. Sehingga akhir Januari sudah selesai dan harus sudah masuk ULP (unit layanan pengadaan),” ujarnya, Selasa (8/1).

Dengan demikian proses tender atau lelang setiap proyek yang akan dijalankan tahun 2019 bisa segera dilakukan, sehingga bulan September atau November nanti sudah bisa tergambar dalam memproyeksi kekuatan APBD. Itu sebabnya semakin cepat proyek dijalankan, maka akan semakin mudah dalam penyusunan APBD tahun selanjutnya.

Amsakar menjelaskan, percepatan pembangunan sangat bergantung pada percepatan RUP yang dibuat OPD. Pelaksana pengadaan barang dan jasa harus diawali dengan menggunakan paket-paket pengadaan dalam aplikasi yang telah disediakan. Jika RUP belum diumumkan, maka paket tersebut tidak bisa dilelang, karena setiap tender membutuhkan kode RUP.

“Karena itu, tadi semua OPD dikumpulkan agar segera mempersipkan RUP supaya proyek-proyek bisa segera jalan,” katanya,

Sebagaimana diketahui Pemko Batam masih akan melanjutkan pembangunan infrastruktur pada 2019, berdasarkan hasil musyawarah perencanaan pembangunan. Tahun ini lebih fokus pada pembangunan jalan untuk Batam bagian timur, dan diharapkan selesai pada tahun ini juga.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam Yumasnur mengatakan, adapun titik jalan yang akan ditingkatkan infrastrukturnya itu, yakni dari Simpang Kepri Mall ke Simpang Panbil Mall. Lajur di ruas jalan itu akan ditambah dua atau tiga lajur, dari dua lajur menjadi empat atau lima lajur.

“Untuk 2019, infrastruktur jalan masih mendominasi,” Yumasnur beberapa waktu lalu.

Selain itu juga ada ruas jalan dari Simpang Tiban Princess ke Tiban Indah, kemudian ke bagian dalam, juga akan ditingkatkan infrastruktur jalannya. DBMSDA juga akan melanjutkan proyek pekerjaan infrastruktur jalan, yang sudah dimulai tahun ini. Seperti pekerjaan jalan dari Simpang Kuda Seipanas ke Simpang Bengkong Seken, sepanjang 2,7 km.

Dari semula satu jalur dengan dua lajur, rencananya akan ditambah menjadi dua jalur, masing-masingnya memiliki dua atau tiga lajur. Kemudian dari Simpang Kabil ke Masjid Agung sejauh 3,6 km. Dari dua jalur dengan dua lajur masing-masingnya, akan ditambah menjadi lima lajur. Namun secara bertahap. Selanjutnya, dari Simpang Apartemen Harmoni ke Irinco, ke Simpang Polsek Lubukbaja sejauh 1,4 km. Dari dua jalur masing-masing dua lajur akan ditambah lajurnya.

“Dari Simpang Apartemen ke Irinco tak bisa kita tambah lajurnya. Tapi dari Simpang Polsek Lubukbaja sampai Irinco, masing-masing akan dibuat tiga lajur,” ujarnya.

Kemudian dari Simpang Baloi Center ke Polsek Lubukbaja, 1,5 km. Dari dua jalur masing-masing dua lajur, akan dibuat dua jalur masing-masing tiga lajur. Begitu juga dari Simpang Baloi Center ke Kampung Nelayan, 600 meter. Dari dua jalur masing-masing dua lajur, akan dibuat menjadi tiga lajur. Rata-rata peningkatan jalan ini juga disertai dengan pembangunan pedestrian.

Selain dari APBD juga ada yang dibantu Pemprov Kepri, dan akan dilanjutkan tahun depan pekerjaannya. “Seperti dari Simpang Frengki ke BNI, ini dari provinsi atas usulan Pak Wali. Dari BNI ke underpass, dari Simpang Seiharapan ke Simpang Tobing juga akan disambung lagi tahun depan,” katanya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com