SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Operasi Antik Seligi 2019, Ungkap 50 Kasus, Amankan 80 Tersangka

  • Reporter:
  • Kamis, 12 September 2019 | 13:57
  • Dibaca : 76 kali
Operasi Antik Seligi 2019, Ungkap 50 Kasus, Amankan 80 Tersangka
Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah menunjukkan barang bukti narkotika saat ekspos hasil Operasi Antik Seligi 2019 di Mapolda Kepri, Rabu (11/9).

NONGSA – Jajaran Polda Kepri mengungkap 50 kasus dan mengamankan 80 orang tersangka dalam Operasi Antik Seligi 2019. Dari 50 kasus yang diungkap, sebanyak delapan kasus ditangani Polda Kepri, 15 kasus oleh Polresta Barelang, enam kasus oleh Polresta Tanjungpinang, tujuh kasus oleh Polresta karimun, tiga kasus oleh Polresta Bintan, tiga kasus dari Polresta Lingga, satu kasus dari Polresta Natuna, dan lima kasus dari Polresta Anambas.

“Barang bukti yang diamankan yaitu, 233,81 gram ganja kering, 70 batang bibit pohon ganja, 71,45 bibit biji ganja, 151.080.76 gram sabu, 889 butir ekstasi dan 0,93 gram serbuk ekstasi,” kata Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga saat ekspos hasil Operasi Antik Seligi 2019 di Mapolda Kepri, Rabu (11/9).

Ia menjelaskan, dari 80 tersangka yang diamankan, terdiri dari 79 laki-laki dan 1 orang perempuan. Jumlah ini naik sebanyak 37 orang atau sebanyak 86,05 persen dibandingkan tahun 2017. Sementara pada tahun 2018 lalu Polri tak menggelar Operasi Antik.

Yan menambahkan, total angka kejahatan tahun ini naik 66,67 persen dibandingkan tahun Operasi Antik Seligi 2017. Di mana dari kegiatan yang dilakukan sejak tanggal 21 Agustus hingga 9 September, jajaran Polda Kepri berhasil mengungkap tindak pidana narkotika sebanyak 50 kasus.

“Dibandingkan tahun 2017, hanya sebanyak 30 kasus dan tahun ini mengalami kenaikan sebanyak 20 kasus untuk tahun 2019,” ujarnya.

Dibandingkan jumlah barang bukti tahun 2017, Polda Kepri dan jajaran berhasil mengamankan ganja sebanyak 5048,38 gram, 1020,76 gram sabu, 42.430 butir ekstasi, 179,79 gram serbuk ekstasi, 4,92 gram heroin dan 480 drum plastik yang setiap drum berisikan 25 kilogram obat-obatan berbahay berbagai merek.

“Hal ini menandakan bahwa wilayah Kepri tetap menjadi primadona, bagi para pelaku pelaku kejahatan narkoba,” ujarnya.

Mantan Kapolrestabes Surabaya ini meminta kepada unit atau satuan narkoba supaya lebih kuat lagi untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini. Di mana unit ataupun satuan narkoba untuk bekerja keras, dan bekerja sama dengan stakeholder dan elemen-elemen masyarakat lainnya untuk bersama-sama berupaya untuk melakukan tindakan-tindakan nyata agar tidak lagi dijadikan sebagai jalur masuk atau pintu masuk barang-barang haram ini.

“Masyarakat diharapkan bisa jadi mata telinga Polisi dalam pemberantasan narkoba,” tutupnya.

Sementara itu, para tersangka yang ditangkap ini mengaku menyesal melakukan tindakan mengedarkan narkoba. Para tersangka mengaku malu dan berjanji tidak akan mengulangi hal serupa apabila diberikan kesempatan kedua, seperti yang dikatakan tersangka Suryanto.

“Saya menyesal dengan perbuatan seperti ini, kalau diberi kesempatan lagi janji tidak akan mengulangi lagi dan saya minta maaf,” ujarnya. dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com