SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Operasi Simpatik Tahun 2019, Satlantas Incar Pelanggar Lalu Lintas

  • Reporter:
  • Jumat, 26 April 2019 | 14:16
  • Dibaca : 320 kali
Operasi Simpatik Tahun 2019, Satlantas Incar Pelanggar Lalu Lintas
ilustrasi.

NONGSA – Jajaran Polda Kepri akan menggelar Operasi Simpatik 2019 selama dua pekan. Operasi ini akan digelar mulai 29 April hingga 12 Mei mendatang.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan, Polda Kepri dan jajaran dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat berlalu lintas, akan melaksanakan Operasi Simpatik 2019 selama 14 hari.

“Yang menjadi prioritas sasaran operasi yang berpotensi sebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas,” ujarnya di Mapolda Kepri, Kamis (25/4).

Adapun yang menjadi target antara lain pengendara di bawah umur, pengendara melawan arus, pengendara motor berboncengan lebih dari satu, pengendara dan penumpang sepeda motor tidak gunakan helm SNI, pengendara kendaraan bermotor mabuk karena penyalahgunaan narkoba/miras.

“Juga bagi yang berkendara sambil menggunakan handphone, melebihi batas kecepatan yang ditentukan, kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi kaca spion, knalpot dan TNKB non standar serta kendaraan bermotor bak terbuka untuk angkut orang,” ujarnya.

Polda Kepri dan jajaran juga meminta seluruh pengendara bermotor untuk dapat menyayangi diri sendiri dan keluarga, sehingga tidak menjadi korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

“Sehingga dapat terwujud keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang kita inginkan bersama,” kata Erlangga.

Seperti diketahui, angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Batam tergolong tinggi. Data Satlantas Polresta Barelang Januari-Oktober 2018 lalu tercatat 428 kasus dengan 73 korban meninggal dunia. Artinya, rata-rata dalam satu bulan sebanyak tujuh orang tewas di jalan raya.

Selain korban meninggal dunia, tercatat 86 orang mengalami luka berat dan 618 orang luka ringan. Jika ditotal, ada sebanyak 777 korban. Sedangkan kerugian material mencapai Rp1,2 miliar. Disiplin berkendara yang rendah jadi pemicu terjadi kecalakaan lalu lintas.

Jumlah kecelakaan pada Januari berjumlah 40 kasus, Februari 45 kasus, Maret 39 kasus, April 42 kasus, Mei 48 kasus, Juni 46 kasus, Juli 44 kasus, Agustus 43 kasus, September 45 kasus, dan pada Oktober 36 kasus kecelakaan. Dalam sebulan bila dirata-rata terjadi 42 kasus laka lantas.

Kecelakaan tahun 2018 lalu didominasi kendaraan roda dua. Kecelakaan disebabkan sepeda motor 70 persen, mobil 15 persen, truk 10 persen, dan bus 5 persen. dicky sigit rakasiwi/romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com