SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Optimistis Ekonomi Karimun Stabil

  • Reporter:
  • Senin, 3 Juli 2017 | 08:30
  • Dibaca : 299 kali
Optimistis Ekonomi Karimun Stabil
Suasana kerja di perusahaan galangan kapal PT Saipem dalam menyelesaikan proyek jangkrik, beberapa bulan lalu.dok sindo

KARIMUN – Kondisi ekonomi di Bumi Berasam dinilai tetap baik dan stabil meski ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 12.000 pekerja di PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB).

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Karimun Sabari Basirun mengatakan, roda ekonomi di Karimun tidak sepenuhnya ditopang oleh PT Saipem. Ini terbukti PHK di PT Saipem tidak memberi dampak signifikan.

Dari catatan Kadin Karimun, sumbangsih PT Saipem terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih kecil, yakni hanya 15 persen. Disamping itu, masyarakat dan Pemkab juga sudah mengetahui jauh hari soal pengurangan tenaga kerja ini.

“Di Karimun ada enam perusahaan granit. Semuanya jalan dan stabil. Perusahaan granitlah yang memberikan kontribusi besar terhadap PAD,” ujarnya, Minggu (2/7).

Selain ditopang perusahaan granit, pengurangan pekerja di PT Saipem ini hanya untuk pekerja luar. Sementara pekerja lokal, banyak bertahan meski ada juga yang kena.

“Keliru mengatakan pengurangan pekerja ini berdampak terhadap perekonomian. Kami tidak mau berbicara begitu, karena berdampak terhadap rencana investor yang sudah komitmen mendirikan perusahaannya di Karimun,” ujarnya.

Menurut dia, masyarakat Karimun tengah menanti pengesahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh Pemerintah Pusat. Dengan adanya KEK ini, justru kondisi perekonomian semakin menguat.

“Jangan terlalu berharap dengan PT Saipem, karena perusahaan asal Itali itu lebih banyak menguntungkan orang luar,” ujarnya.

Ia mencontohkan, saat ini sektor properti tengah menggeliat. Ini menunjukkan ekonomi di Karimun masih bagus. Sepanjang jalan di Meral sampai Parit Penut bisa dilihar sudah berderet ruko-ruko. Belum lagi di hampir semua Kecamatan berdiri perumahan-perumahan baru.

Saat ini lanjutnya, perusahan yang di Karimun malah semakin banyak. Bahkan untuk menambahnya, ia mengakui tengah gencar mengajak pengusaha Batam berinvestasi di Karimun.

“Kami tawarkan jika di Batam status dokumen tak jelas dan berbelit-belit perizinannya, maka silakan berinvestasi di Karimun. Kami jamin birokrasi tak seperti itu. Kami punya kepastian hukum, sesuai arahan gubernur dan bupati,” ujarnya.

Namun Sabari menampik keras, upaya menarik investor Batam ke Karimun lantaran kolapsnya PT Saipem. “Tidak seperti itu. Ketika kami ajak tapi mereka tidak mau ya kami tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi yang pasti kami memberikan fasilitas dan kemudahan, bagaimana investasi bisa masuk,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) telah memberhentikan 12.000 pekerja. Sisa 1700 pekerja lagi akan menyelesaikan satu proyek kecil yakni proyek Tanggot yang akan berakhir pada Maret menatang.

Saat ini sisa pekerja Saipem hanya 3700 orang. Rencananya, dari jumlah tersebut nantinya akan dikurangi lagi sebanyak 2000 orang pada Agustus mendatang.

Sedangkan dari 3700 pekerja yang ada saat ini, presentasi pekerja lokal masih dominan. Pekerja asing hanya berkisar sekitar 300 orang. Itu pun hanya untuk tenaga ahli dengan kemampuan tertentu.

Kondisi itu berbeda dari sebelumnya ketika beberapa proyek besar masih dalam proses dan belum finishing, sehingga jumlah tentaga kerja asing (TKA) lebih dari 900 orang.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com