SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pabrik Rokok Investasi Rp200 M, Tahap Awal Serap 300 Pekerja

  • Reporter:
  • Jumat, 10 Agustus 2018 | 09:03
  • Dibaca : 174 kali
Pabrik Rokok Investasi Rp200 M, Tahap Awal Serap 300 Pekerja

PINANG – PT Megatama Batu Karang Indonesia membangun pabrik rokok di kawasan free trade zone (FTZ) Dompak, Bukit Bestari, Tanjungpinang. Pabrik rokok tersebut menggelontorkan Rp200 miliar untuk investasi. Pabrik itu akan membuka lapangan kerja bagi ribuan warga lokal.

Direktur PT Megatama Batu Karang Indonesia Sunadi mengatakan, pembangunan pabrik tersebut dilakukan bertahap. Pihaknya akan menggelontorkan Rp50 miliar ditahap pertama untuk pembangunan pabrik rokok kretek. Pabrik itu dibangun di lahan seluas 16 hekter.

“Nantinya akan dilengkapi gedung produksi, gudang dan sarana prasarana lainnya,” kata Sunadi usai peletakan batu pertama pembangunan pabrik di Dompak, Kamis (9/8).

Dia mengatakan, pada tahap pertama, pabrik akan menyerap 250-300 pekerja. Jumlah itu akan bertambah jika pembangunan semua tahap selesai. Sebab, perusahaannya akan bekerja sama dengan perusahaan Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) untuk memproduksi rokok di Tanjungpinang.

“Nanti, kalau semua tahapan berjalan baik, maka ribuan orang sudah jelas bekerja di sini, bisa di atas 5000 orang,” ujar dia.

Hasil produksi rokok tersebut rencananya akan dieskpor ke Malaysia dan Singapura. Perusahaan tersebut telah mendapat izin ekspor ke Malaysia karena pihaknya menilai pasar paling menjanjikan ada di Malaysia.

“Orientasi kita kan untuk ekspor. Produk yang beredar di lokal hanya 10-15 persen saja,” kata Sunadi.

Untuk menyukseskan proses pembangunan pabrik, Sunadi berharap dukungan pemerintah, berupa ketersediaan infrastruktur, listrik dan air bersih. Dukungan itu dibutuhkan karena lokasi tersebut merupakan lahan terbuka.

“Kita menaruh harapan kepada pemerintah daerah dan pusat untuk kelancaran investasi baik dari perizinan, retrebusi, pajak dan lainnya,” ujar dia.

Ketua FTZ Tanjungpinang Den Yealta mengatakan, pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk mengembangkan investasi di Kepri, khususnya Tanjungpinang.

“Terlaksananya pembangunan ini bukti komitmen antara pengusaha dengan pemerintah. Kita juga akan fokus untuk investor lainnya agar menanamkan modalnya di Tanjungpinang,” kata Den.

Dia menargetkan tiga tahun ke depan semua tahapan pembangunan sudah terealisasi, sehingga pabrik tersebut dapat menyerap ribuan pekerja di Tanjungpinang.

Pada kesemapatan itu, Den Yealta mengatakan, pihaknya terus berupaya mengajak para investor agar mau berinvestasi di lahan FTZ Tanjungpinang. Lahan kawasan tersebut masih luas, seperti di Dompak 1.300 hektare dan Senggarang 1.333 hektare.

Saat ini kata Den, masih ada investor lain yang akan membangun usahanya di Tanjungpinang, yaitu perusahaan pabrik garam, pabrik pesawat apung, pabrik rokok, dan gudang aspal.

“Kawasan FTZ Dompak akan difokuskan jadi wilayah industri, sedangkan kawasan FTZ Senggarang akan dibangun kota baru dengan konsep smart city,” ujarnya.

Sementara itu Pemerintah Sekda Kota Tanjungpinang Riono mengatakan, Pemko Tanjungpinang terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi investor untuk berinvestasi. Menurut dia, layanan dan jaminan yang diberikan dapat meyakinkan para investor.

“Sudah saatnya Tanjungpinang dilirik para investor dengan segala fasilitas dan lahan yang dimiliki,” kata Riono.

Dia berharap dengan pembangunan pabrik rokok di kawasan FTZ Dompak itu dapat menjadi virus yang baik kepada investor lainnya. Sejauh ini sudah ada belasan perusahaan baru yang telah berinvetasi di Tanjungpinang. Dia menegaskan FTZ Tanjungpinang masih memiliki lahan yang cukup luas untuk tempat berinvestasi.

“Investor lain yang selama masih ragu dan bimbang, bisa menyakinkan diri berinvestasi di Dompak atau di Senggarang,” kata dia.

Pemerintah juga berjanji akan menyediakan pekerja lokal untuk memenuhi kebutuhan investor. Sebab, salah satu syarat yang diberikan adalah setiap perusahaan baru harus mempekerjakan orang lokal.

“Masyarakat untuk level tertentu yang tidak membutuhkan skill bisa dipenuhi daerah,” kata dia.

muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com